Skip to content

و من لم يحكم بما أنزل الله فؤلئك هم الكافرون

Maret 31, 2009

Pada zaman kita ini, ayat di atas merupakan salah satu diantara ayat-ayat yang paling banyak diperselisihkan tafsirannya oleh banyak kelompok. Setiap kelompok memberikan tafsiran terhadap ayat ini serta memahaminya sesuai dengan kehendak mereka. Sebagian orang mengatakan, ”Berhukum dengan selain yang Allah turunkan itu kufur amaliy”. Kufur amaliy yang dimaksud adalah kufur kecil atau kemaksiatan yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam; sehingga, orang yang tidak berhukum kepada hukum Allah tidak kafir, ia hanya dihukumi sebagai pelaku kemaksiatan. Mereka juga menganggap bahwa pengkafiran orang yang tidak berhukum kepada apa yang Allah turunkan adalah madzhab orang-orang khawarij!
Kelompok lain mengatakan bahwa ayat ini turun untuk orang-orang Yahudi, bukan kaum Muslimin. Sehingga membawa-bawa ayat ini untuk kaum muslimin bukanlah pada tempatnya.
Masih banyak lagi tafsir-tafsir yang beragam terhadap ayat ini. Untuk memahami ayat ini sesuai tafsir yang benar, ada baiknya dikemukakan terlebih dahulu poin-poin berikut ini sebagai mukaddimah, yang barangkali dapat memudahkan pembaca dalam memahami ayat di atas.
1. Ayat di atas berbicara tentang orang yang meninggalkan hukum Allah (tidak berhukum kepadanya), bukan orang yang berhukum kepada selain hukum Allah. Agar lebih jelas, lihat contoh berikut:
Ada seseorang minum miras, ketika ia dihadapkan kepada seorang hakim dan kasusnya sudah terbukti dengan bukti-bukti yang cukup, sang hakim tidak memutuskan hukum apapun padahal ia tahu hukum Allah dalam masalah tersebut; perbuatan hakim ini disebut meninggalkan hukum Allah. Apabila ia memutuskan hukuman penjara dua bulan, misalnya, maka perbuatan itu disebut berhukum kepada selain hukum Allah.
2. Lafal kufur dalam as-Sunnah (hadits) tidak semua berarti kufur akbar (kekafiran besar); ada yang berarti kufur kecil. Namun, tidak ada lafal kufur dengan maksud kufur kecil di dalam al-Qur’an; artinya, semua lafal kufur di dalam al-Qur’an berarti kufur besar. Asy-Syathibi mengatakan:
إن أحكام القرآن كلها غائية ، و أما السنة ففيها الغالي و الوسطي
”Sesungguhnya hukum-hukum al-Qur’an seluruhnya bersifat maksimal. Adapun as-Sunnah, maka ada yang maksimal dan ada yang pertengahan.”
3. لم يحكم بما أنزل الله (tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan) memilki beberapa bentuk :
1. Tasyri’ ( تشريع ) –membuat undang-undang-
2. Menolak hukum Allah karena enggan (meskipun tanpa disertai sikap mendustakan).
3. Melazimi selain hukum Allah.
4. Melakukan kemaksiatan yang bukan penyebab kekafiran tanpa menolak hukum Allah atau menghalalkan kemaksiatan itu.
5. Kedholiman pemimpin, seperti dengan merampas harta rakyat tanpa hak, menyiksa mereka, membebani mereka dengan hal yang tidak mampu mereka pikul, dan lain-lain.
Ketiga bentuk pertama merupakan kekafiran besar. Pelakunya murtad dari Islam. Sedang, kedua bentuk itu terakhir tidak termasuk kekafiran besar, meskipun secara bahasa termasuk لم يحكم بما أنزل الله. Kedua bentuk inilah yang disebut Ibnu Abbas sebagai “كفر دون كفر” .
4. Ada tiga madzhab dalam soal الحكم بغير ما أنزل الله
–Khawarij. Mereka menganggap kafir seluruh pelaku لم يحكم بما أنزل الله dalam bentuk manapun, termasuk bentuk keempat dan kelima. Dengan demikian, pelaku kemaksiatan yang sebenarnya tidak sampai pada derajat kekafiran menurut mereka telah murtad kafir; keluar dari Islam.
–Murji’ah. Mereka menganggap semua bentuk لم يحكم بما أنزل الله tidak menyebabkan pelakunya kafir besar. Semua bentuk لم يحكم بما أنزل الله hanyalah kafir kecil; sehingga menurut mereka, pelaku tasyri’, para penolak hukum Allah serta yang melazimi selain hukum Allah tidaklah keluar dari Islam.
–Ahlus Sunnah. Dalam pandangan mereka, pelaku bentuk satu, dua, dan tiga adalah orang kafir murtad, sedang pelaku bentuk keempat dan kelima hanya orang kafir dengan kufur kecil (كفر دون كفر). Inilah pendapat yang benar.

Pengertian ayat di atas
Pengertian ayat di atas dapat dilihat pada poin-poin berikut ini:
1 Kekafiran yang dimaksud dalam ayat di atas adalah kekafiran besar, sebab:
 Sebagaimana yang telah disebutkan, makna-makna lafal Al-Qur’an bersifat maksimal, kalau disebutkan lafal kufur, maka yang dimaksud adalah kekafiran yang paling tinggi, yaitu kufur akbar.
 Lafal الكافرون pada ayat di atas berbentuk ma’rifah dengan menggunakan kata (ال). Huruf (ال) ini adalah huruf Al Istighraqiyyah (إستغراقية ال), yang berfungsi mencakup seluruh makna kata yang ia tempati. Kata (الكافرون) di atas ditempeli Al Istighraqiyyah sehingga seluruh makna kekafiran tercakup dalam kata ini; dengan demikian kata ini tidak dapat dipahami kecuali kekafiran besar, sebab kekafiran besar sudah mencakup seluruh makna kekafiran yang lebih kecil.
2 Dari segi bahasa kata لم يحكم بما أنزل الله mempunyai lima bentuk sebagaimana yang telah disebutkan. Namun, kalau kita lihat Asbabun Nuzulnya yang mengisahkan keengganan orang-orang Yahudi untuk merujuk kepada hukum Allah (silakan merujuk kepada tafsir Ibnu Katsir dalam ayat ini), akan kita pahami bahwa makna لم يحكم بما أنزل الله adalah enggan untuk merujuk/berhukum kepada hukum Allah.
3 Ucapan Ibnu ‘Abbas كفر دون كفر hanyalah dalam rangka menjawab orang-orang khawarij yang mengkafirkan pemimpin muslim yang masih berhukum kepada hukum Allah hanya karena dianggap berbuat kedholiman yang tidak sampai kepada derajat kekafiran. Ibnu ‘Abbas mengatakan bahwa perbuatan dholim seperti itu hanyalah كفر دون كفر (kafir kecil), bukan kekafiran yang menyebabkan pelakunya keluar dari Islam.
4 Walhasil, makna ayat di atas adalah: siapa yang enggan atau menolak untuk merujuk/berhukum kepada hukum Allah, maka ia kafir dengan kekafiran yang besar. Lantas, bagaimana kalau ia menjadikan selain hukum Allah sebagai undang-undang?! Sudah tentu, kekafirannya dua kali lipat!

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: