Skip to content

Jual Beli dengan Allah

Desember 7, 2008

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآَنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Artinya:

Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang yang beriman akan jiwa dan harta mereka dengan (imbalan) bahwasannya bagi mereka surga. Mereka berperang di jalan Allah lantas membunuh atau terbunuh. Ini sebagai janji yang benar dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Dan, siapa yang lebih menunaikan janjinya dari pada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang kalian lakukan itu. Dan itulah keuntungan yang besar.

Terdapat suatu hakekat yang terpampang dalam ayat di atas, yaitu bahwa Allah telah membeli jiwa-jiwa dan harta-harta milik orang-orang beriman dengan imbalan yang jauh lebih bernilai daripada apa yang Dia beli, yaitu Jannah ‘surga’, yang kenikmatannya, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah sas :لا عين رأت ولا أذن سمعت ولا خطر في قلب بشر ‘tidak pernah dilihat mata, didengar telinga dan tidak pernah terbesit pada hati seorang manusia pun’.

Apabila seseorang memeluk Islam, menggolongkan dirinya dengan kelompok orang-orang beriman, maka secara otomatis berarti ia telah menjual harta dan dirinya kepada Allah. Hal ini menunjukkan bahwa yang disebut sebagai iman adalah suatu kontrak jual beli antara pelaku keimanan, yaitu mukminun dengan Allah Ta’ala. Penjualnya adalah orang-orang beriman itu; barang yang dijual adalah jiwa-jiwa dan harta-harta mereka; pembelinya adalah Allah; bayaran atau imbalan yang diserahkan kepada sang penjual adalah surga.

Di dunia ini manusia terbagi menjadi dua: golongan beriman dan golangan kafir. Kalau yang disebut orang beriman adalah orang yang telah menjual harta dan jiwanya kepada Allah, maka yang disebut orang kafir adalah orang yang tidak mau melakukan transaksi jual beli seperti itu. Dengan kata lain, sikap enggan atau menolak diadakannya kontrak jual beli tersebut disebut kufur (kekafiran).

Dalam seluruh jenis jual beli kita tahu, bahwa apabila pedagang telah menyerahkan barang yang ia jual kepada pembeli serta ia telah menerima bayaran darinya, dan akad jual beli itu telah dinyatakan sah, maka sejak saat itu yang berhak mengatur serta memperlakukan barang tersebut sesuai keinginannya adalah sang pembeli; penjual tidak punya hak milik atas barang itu, sehingga tidak berhak sama sekali ikut campur dalam mengaturnya kecuali jika diizinkan pemiliknya (pembeli). Demikian juga yang berlaku dalam kontrak jual beli ‘keimanan’ di atas; ketika orang-orang beriman telah menjual jiwa-jiwa dan harta-harta mereka kepada Allah, maka sejak saat itu jiwa-jiwa dan harta-harta mereka hanya berhak diatur oleh Allah semata. Tidak ada hak bagi mereka untuk ikut campur dalam pengaturan ini kecuali dengan izin Allah.

Apabila orang masuk Islam, menyatakan keimanannya kepada Allah –yang berarti dia telah menandatangani kontrak jual beli di atas dengan Allah- namun dikemudian hari ia mengatur jiwa ataupun hartanya atau dua-duanya (kehidupannya) dengan undang-undang yang ia buat sendiri tanpa izin dari Allah, maka perbuatan ini tidak lain adalah sebuah pengkhianatan dan pelanggaran yang ia lakukan terhadap kontrak tersebut. Pengkhianatan atau sikap melanggar kontrak jual beli dengan Allah ini dalam syari’at secara tehnis disebut sebagai riddah ‘kemurtadan’; dan pelakunya disebut orang murtad.

Pengkhianatan seperti ini semakin kental apabila orang itu mengumumkan bahwa dirinya berhak membuat undang-undang sendiri dan mengatur manusia baik dalam harta dan jiwa-jiwa mereka dengan undang-undang tersebut. Ia tidak lagi mengakui Allah –Dzat yang telah membeli harta dan jiwanya dalam kontrak jual beli yang pernah ia lakukan- sebagai Dzat yang berhak mengatur kehidupannya. Orang seperti ini sangat jelas kemurtadannya.

Dalam negara kita ada lembaga legistatif. Itulah lembaga yang dibuat untuk menciptakan undang-undang sesuai dengan kemauan para anggotanya. Ironisnya, dalam lembaga itu ada orang-orang yang pernah menggadakan kontrak jual beli dengan Allah dengan cara mengucapkan dua kalimat syahadat! Mereka berserikat dengan orang-orang kafir asli dalam membuat undang-undang, lalu mengatur manusia dengan undang-undang tersebut tanpa izin dari Allah! Merekalah para pengkhianat, para perusak akad jual beli dengan Allah yang dulu telah mereka tanda tangani…Merekalah orang-orang murtad…

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ . . .(الشورى: 21)

Artinya;

Apakah bagi mereka ada tuhan-tuhan yang menyekutui Allah, yang membuat untuk mereka undang-undang yang tidak Allah izinkan dari dien ini?… (Asy-Syura: 21)

Sikap tunduk hanya kepada hukum Allah, serta hanya mau diatur secara mutlak oleh undang-undang-Nya, serta tidak berhukum kepada peraturan lain tanpa izin-Nya, merupakan konswekuwensi mutlak dari keimanan; orang sama sekali tidak dapat dikatakan sebagai orang beriman manakala ia mengatur kehidupannya dengan hukum yang bersumber dari selain Allah, meskipun hanya dalam satu perkara saja.

5 Komentar leave one →
  1. November 30, 2015 7:48 am

    Bener berpengaruh banget ,

  2. z4nbh1 permalink
    Februari 25, 2010 12:29 pm

    Assalamu’alaykum wr wb…

    Sungguh satu – satunya jual beli yang menguntungkan didunia, terlebih lagi di akhirat kelak………!!! Subhanallah…!!!

  3. Maret 21, 2009 6:58 am

    semoga kita termasuk golongan orang-orang yang ikut “jual beli dengan Allah”. Amin.

  4. khilafahcenter permalink
    Maret 15, 2009 3:49 pm

    amin, jual beli yang tanpa mengenal rugi

  5. Maret 14, 2009 12:41 pm

    semoga kita semua dapat istiqamah dalam menjalankan apa2 yang Allah swt perintahkan dan menjauhi segala laranganNYA..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: