Skip to content

JIHAD FI SABILILLAH:PENGHILANG RINTANGAN DAKWAH

September 25, 2008

Tidak diragukan lagi bahwa Dakwah Islamiyah, yang bertujuan untuk menghancurkan segala bentuk jahiliyah di seluruh wilayah dunia ini akan selalu mendapat tantangan, rintangan dan hambatan dalam berbagai macam wujud. Sebab, bagaimanapun juga para thoghut tidak akan rela ditinggalkan manusia yang ingin mengabdi hanya kepada Allah, setelah sebelumnya mengabdi kepada mereka.

Tentu saja, ancaman yang menghambat gerak dakwah itu harus disingkirkan. Dakwah Islamiyah memerlukan suatu senjata untuk menghancurkan rintangan-rintangan itu, agar ia sampai dengan leluasa ke telinga-telinga manusia di mana pun mereka berada dan agar mereka bebas menerimanya tanpa tekanan manapun.

Untuk itulah, Allah, Yang Maha Tahu dan Bijaksana, menurunkan syari’at jihad, yang merupakan satu-satunya kekuatan yang mampu menyingkirkan hambatan-hambatan dakwah, betapapun besarnya hambatan itu.

Sepanjang masa, penghambat terbesar yang merintangi jalan dakwah islamiyah serta menghalangi manusia untuk menerimanya adalah berdirinya kekuasaan sistem jahiliyah. Dengan berdirinya sistem tersebut rakyat banyak sudah pasti terhalang untuk berislam, mengabdi dan menyerahkan diri kepada Allah semata. Sebab, eksistensi sistem jahiliyah itu tak lain terletak pada sikap rakyat banyak yang tunduk dan mengabdi kepada ketentuan-ketentuan yang ada pada sistem itu, baik secara suka rela maupun terpaksa. Ketentuan-ketentuan itu pasti jahiliyah karena timbul dari sistem jahiliyah. Jahiliyah hanya dapat melahirkan jahiliyah. Tidak pernah dan tidak akan terjadi hukum-hukum Islam terlahir dari sistem jahiliyah.

Ketika rakyat banyak tunduk kepada ketentuan-ketentuan jahiliyah itu, secara otomatis mereka terpaksa harus meninggalkan pengabdian kepada Allah semata, dalam wujud tunduk kepada kepada syari’at-Nya. Karena bagaimana pun juga, syari’at Allah sudah pasti bertolak belakang dengan ketentuan-ketentuan jahiliyah. Dengan demikian, jelaslah bahwa eksistensi sistem-sistem jahiliyah adalah hambatan terbesar dakwah islamiyah.

Sistem-sistem jahiliyah sekarang mungkin membiarkan orang menyebut dirinya sebagai muslim, melakukan ritual-ritual agama, bahkan menyediakan kartu identitas Islam, sebagaimana yang terjadi di Indonesia. Namun, hakekat Islam yang sebenarnya, yaitu pengabdian mutlak kepada Allah, yang wujud terpokoknya adalah tegaknya hukum-Nya (syari’at Islam) di kalangan masyarakat, tidak akan menjadi kenyataan konkrit yang hidup. Jadilah Islam sebagai nama belaka tanpa wujud yang hakiki di alam kenyataan!

Dengan demikian, agar jalan dakwah islamiyah yang bertujuan melepaskan umat manusia dari cengkeraman jahiliyah itu terbebas dari hambatan, sistem-sistem jahiliyah itu harus ditumbangkan. Tidak ada cara lain untuk itu kecuali apa yang Allah syari’atkan, yaitu jihad fi sabilillah, memerangi para penopang sistem-sistem itu serta seluruh orang yang ikut andil dalam penegakannya dan orang-orang yang membela mereka.

Sejarah telah menyaksikan, jihad fi sabililah telah berhasil menumbangkan tirani adidaya Ramawi dan Persia yang merupakan penghambat terbesar dakwah islamiyah ketika itu. Sejarah pun kelak akan menyaksikan jihad fi sabilillah dapat merobohkan singgasana para thoghut pemerintahan kafir yang kekuasaannya kini sedang mencengkeram hampir seluruh wilayah dunia. Para thoghut itulah, dengan sistem-sistem jahliliyah yang mereka berlakukan, merupakan hambatan terbesar dakwah islamiyah. (AF)

2 Komentar leave one →
  1. Juni 19, 2009 4:30 pm

    ini proses pembodohan yg lama oleh zionist dan salibis,yg mengalahkan islam tanpa memeranginya,dengan membuat ideologi tandigan2 seperti pancasila dan toleransi,dan mengasingkannya dari benak muslimin,kita perlu madinah baru ,yg menyiapkan segala sesuatunya untuk sebuah revolusi
    islam,terlalu lama rakyat menderita dibawah segelintir kapitalist bertopeng liberal,penghalal sgala cara,untuk nimbun harta di keluarga dan kelompoknya sdr,cukup sudah,sudah saatnya semua hanya untuk Alloh semata,ALLOHU AKBAR

  2. September 27, 2008 5:31 pm

    Yah…,begitulah.. jihad memang merupakan sarana penunjang dakwah. Jadi, gak pantes nek kita anggep jihad itu tindakan yang salah, terlalu keras, dll. justru kita harus prihatin, kenapa masyarakat kita mentalnya pada toler2 yaa…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: