Skip to content

“HALAKAH” SAUDI ARABIA ADALAH KERAJAAN KAFIR MURTAD”

September 25, 2008

Benarkah pernyatan diatas? Mayoritas umat Islam tentu menyangkal kebenaran pernyataan itu. Bagaimana tidak, di saat negara-negara kaum muslimin lainnya terang-terangan menerapkan hukum jahiliyyah, Kerajaan Saudi Arabialah yang justru menyatakan secara resmi sikap berhukumnya kepada syariat Islam. Dua tanah suci berada dibawah “penjagaannya” sehingga raja Saudi Arabia dijuluki Haamie Al-Haramain (pelindung dua tanah haram). Dananya mengalir deras, membiayai jihad Aghanistan dan aktifitas–aktifitas Islam lain, baik di tingkat lokal, regional maupun internasional. Berjuta-juta mushaf Al-Qur’an ia cetak dan menyebar di negara–negara dunia. Ulama sekelas Bin Baz, Ibnu Usaimin berdiri di pihaknya. Haiah Kibaril Ulama dan Robithah Alam Islami yang merupakan organisasi Islam kelas internasional bergerak di bawah naungannya. Masuk akalkah kerajaan Saudi dikafirkan? Bukanlah suatu yang aneh apabila orang yang berani mengkafirkannya atau bahkan memeranginya di angggap sebagai Khawarij, musuh Islam dan kaum muslimin.

Namun, tanpa disadari banyak orang, pada hakekatnya apa yang nampak dihadapan Umat Islam di atas ternyata tidak lain adalah tabir yang menutupi kenyataan Saudi yang sebenarnya. Syaikh Muhammad Al-Maqdisi berhasil menyingkap tabir itu dan melihat dengan sangat jelas kenyataan-kenyataan Saudi yang sebenarnya. Melalui bukunya “Al-Kawasyif fi Kufri Ad-Daulah As-Su`udiyyah” yang diterjemahkan dalam bahasa indonesia dengan judul ”Saudi di Mata Seorang Al–Qaida”, ditunjukkanlah kenyataan- kenyataan itu kepada Umat Islam dunia.

Buku ”Al-Kawasyif” memaparkan secara gamblang pintu-pintu kekafiran yang dimasuki “Halakah” Saudi. Pada bab legislasi hukum misalnya, Saudi mengganti sebagian hukum Islam dengan undang-undang ciptaannya dan menerapkannya atas rakyatnya yang notabene adalah kaum muslimim. Sikap berhukumnya kepada undang-undang jahiliyyah tiungkat regional dan internasional (seperti PBB dan Mahkamah Internasionalnya) merupakan pintu kekafiran lain yang dimasuki Saudi. Bahkan, dalam aspek yang Saudi masih mempergunakan Syari’at Islam, Saudi melakukan praktik yang diskriminatif, yaitu seperti terbebasnya para pejabat pemerintahan dan para turis Barat dari jerat hukum Islam, meski terbukti sebagai pelaku tindak pidana.

Loyalitas dan kecintaan serta pembelaan Saudi kepada para thoghut di Timur dan Barat, Arab dan non Arab, khususnya A.S, adalah kenyataan lain yang dipaparkan dalam buku ini. Hal ini terjadi tanpa takwil, kebodohan, dan paksaan, sebagaimana yang sering diungkapkan para penjabat mereka sendiri. Sehingga, tak seorang muwahhid itu ragu akan kekafiran Saudi dari segi ini.

Disamping itu semua, masih banyak kebobrokan, kejahatan dan penyimpangan, bahkan kekafiran Saudi yang diungkapkan dalam buku ini. Permusuhannya terhadap mujahid, ulama’ dan da’i yang jujur dan ikhlas, penodaannya terhadap tanah suci, penipuannya terhadap umat, sikapnya yang melindungi berbagai macam sekte dan aliran sesat, pengabsahannya serta keterlibatannya dalam muamalah riba, pemborosan harta umat untuk membiayai keberadaan pasukan Amerika di negaranya adalah sedikit contoh dari semua itu.

Ringkasnya buku tersebut menyimpulkan bahwa Saudi keluar dari Islam dari berbagai pintu kekafiran. Sehingga pantaslah kalau mereka disebut sebagai Al-Halakah As-Su’udiyah (orang-orang binasa Saudi) dengan rajanya yang berjuluk Harrom Al-Haramain, bukan Haamie Al-Haromain.

Sayang, kenyataan di atas tidak banyak diketahui dan dipahami mayoritas Umat Islam, termasuk ulama setingkat Bin Baz dan Ibnu Utsaimin yang notabene tinggal di negara itu dan bahkan menjadi penopang Kerajaan Saudi. Tidak ada maksud berburuk sangka kepada para ulama besar dan rujukan Umat tersebut, tapi inilah kenyataannya. Sangat memprihatinkan!

Akhirnya, Umat Islam semakin terpuruk dan terhinakan! Kepada Allahlah tempat mengadu. Wa ilallahil Musytaka!!

14 Komentar leave one →
  1. Desember 11, 2014 12:57 pm

    kerajaan saudi adalah kerajaan allah siapapun umat islam yang menentang saudi maka allah akan mengirim tentaranya meskipun tentaranya tidak pernah sholat sekalipun

  2. Syarifah Aisyah permalink
    Agustus 28, 2012 2:24 am

    Ini penulisnya benar2 BODOH apa memang DENDAM/DENGKI dgn Arab Saudi ?
    Klo dibilang bodoh karena mengambil pendapat buku yg belum tentu kebenarannya, klo dibilang dengki dgn Arab Saudi karena tulisannya memang sangat membenci Arab Saudi.
    Yg pasti penulisnya adalah orang bodoh/jahil dan pendengki.

  3. dedy permalink
    Juli 13, 2012 10:02 am

    Kalau seandainya saudi arabia juga kafir, tolong jelaskan negara manakah didunia ini yang betul-betul sebagai negara islam ???

    Sangat sulit mencari contoh dan panutan untuk menjadikan negara-negara lainnya untuk melaksanakan syariat Islam, manakah negara Islam yang menjadi kebanggan umat Islam, memang banyak kekurangan disana sini tapi yang menjadi patokan saya untuk membedakan negara Islam dengan negara kafir adalah MAYORITAS PENDUDUKNYA dimana kita bebas menjalankan ibadah kita dan tidak ada yang menghalangi, masjid dimana-mana, puasa bersama-sama, hari raya bersama-sama, melakukan ini dan itu tidak ada yang larang.

    Coba bandingkan bila anda di negara kafir eropa dan amerika bisakah anda melakukan kebebasan dalam menjalankan ibadah, jawab saya TIDAK, mungkin diusir, dicurigai, ditangkap, di intimidasi dan lain sebagainya yang tidak menyenangkan, jadi anda jangan bermudah-mudahan mengkafirkan.

    Di Indonesia saja sudah lumayan kita dalam menjalankan ibadah, walaupun hukumnya masih tidak beres, itu karena kita adalah mayoritas umat Islam di indonesia, seandainya mayoritas umat kafir yang menguasai indonesia pasti kita akan di habisi oleh mereka, karena kita mayoritas mereka itu agak segan dan takut kepada kita umat Islam.

  4. April 3, 2009 11:53 pm

    Untuk abu shofiah dan abu Nida dkk: Anda kini hanya berada di antara dua kemungkinan, 1. anda tidak mengerti 2. anda adalah orang munafiq, antek pemerintah murtad. Ana anggap antum tidak mengerti, krn itu wajib ana jelaskan bahwa orang muslim apabila melakukan kekafiran, maka ia kafir. Pemerintah Saudi -apalagi pemerintah lainnya- terbukti melakukan berbagai macam kekafiran seperti tersebut pada tulisan di atas, maka kita tidak bisa tidak harus mengatakan bhw mereka murtad!Apabila antum tdk mau dikataka sebagai orang yang tidak mengerti,kemungkinan kedualah yang berlaku (munafiq)…mana yang lebih ringan saudara? dikatakan sebagai orang yang tdk mengerti ataukah munafiq??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: