Skip to content

DAKWAH ISLAMIYAH

September 19, 2008

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

Artinya:

Dan sungguh Kami utus seorang rasul pada setiap umat (untuk menyerukan) “Mengabdilah kepada Allah dan jauhilah thoghut”.

Para nabi dan rasul dulu tidak memulai dakwah di bawah bendera apapun selain bendera tauhid, yaitu pengabdian kepada Allah semata. Mereka juga berdakwah bukan untuk menghancurkan thoghut tertentu saja atau bentuk jahiliyah tertentu tanpa ambil pusing dengan thoghut-thoghut dan bentuk-bentuk jahiliyah lainnya.

Dakwah yang mereka emban adalah “Mengabdilah kepada Allah dan jauhilah thoghut”. Inilah Dakwah Islamiyah. Dakwah mereka ini tak lain adalah pembatalan seluruh pengabdian kepada selain Allah, yang merupakan ciri terpokok segala bentuk jahiliyah. Dakwah mereka bertujuan menghancurkan jahiliyah seluruhnya dalam wujud apapun, karena semuanya mempunyai satu ciri: pengabdian kepada selain Allah..

Kehancuran jahiliyah tersebut berarti tumbangnya kekuasaan semua thoghut, terbebasnya manusia dari pengabdian kepada thoghut tersebut, terlepasnya mereka dari sikap tunduk kepada hawa nafsu, dan keluarnya mereka dari lumpur syahwat yang kotor!

Masyarakat sekarang sedang tenggelam dalam kejahiliyahan yang sangat ganas. Wujud yang paling nampak dari kejahiliyahan itu adalah sikap pengabdian mereka kepada para pencetus dan pengawal isme-isme atau ideologi-ideologi jahiliyah saat ini, seperti demokrasi, sekularisme, kapitalisme, pancasila, dan nasionalisme. Bentuk pengabdian tersebut adalah sikap tunduk dan berhukum kepada hukum-hukum yang mereka buat berdasarkan isme-isme itu.

Karena itu, tugas terpokok para da’i masa kini adalah membebaskan masyarakat dari kejahiliyahan itu. Untuk itu, tidak ada jalan lain yang ditempuh para da’i kecuali meneladani para nabi dan rasul; mereka harus memulai dakwahnya dengan ajakan mengabdi kepada Allah semata, tunduk secara mutlak kepada-Nya. Perlu dijelaskan pula bahwa bukanlah merupakan hal yang dicontohkan para nabi dan rasul apabila para da’i memulai dakwahnya di bawah bendera sosial, HAM, humanisme, nasionalisme dan bendera-bendera lainnya. Bendera para da’i hanya satu, yaitu tauhid, pengabdian kepada Allah semata.

Apabila bendera tauhid telah tegak dan masyarakat mengabdi kepada Allah semata, tunduk secara mutlak kepada-Nya dalam seluruh aspek kehidupan, niscaya tidak ada lagi thoghut pancasila, demokrasi, nasionalisme, thoghut-thoghut yang menciptakan hukum dari akal-akal mereka sendiri, thoghut adat dan tradisi jahiliyah serta thoghut-thoghut lainnya.

Dalam suasana seperti itulah, tidak ada lagi ketaatan di bawah tekanan hawa nafsu. Mayarakat seluruhnya di atur syari’at Allah dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Mereka tunduk kepada hukum-Nya. Mereka akan terbebas dari lumpur syahwat yang kotor, naik ke tempat yang suci, ke puncak keimanan. Ketika keadaan seperti ini terwujud, naluri syahwat akan menjadi tenaga pendorong yang menciptakan kemajuan dunia, bahkan menjadi sarana untuk mengabdi kepada Allah.

Dengan demikian sirnalah kerusakan menyeluruh yang ada saat ini.

Dakwah yang tidak bernaung di bawah bendera tauhid, tetapi bernaung di bawah bendera seperti ‘HAM’, ‘keadilan sosial’, ‘humanisme’, ‘nasionalisme’, dan bendera-bendera lainnya, bukanlah Dakwah Islamiyah. Dakwah tersebut hanya akan menghasilkan thoghut baru, atau minimal membiarkan sebagian thoghut tetap eksis di muka bumi ini.(Ar.S)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: