<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Anshoruttauhid</title>
	<atom:link href="http://dakwahdanjihad.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com</link>
	<description>Para Penolong Agama Allah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Nov 2011 03:13:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dakwahdanjihad.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Anshoruttauhid</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dakwahdanjihad.wordpress.com/osd.xml" title="Anshoruttauhid" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dakwahdanjihad.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jauhilah Thaghut!</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2010/06/04/jauhilah-thaghut/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2010/06/04/jauhilah-thaghut/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 14:48:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Allah SWT berfirman: ولقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت Dan sungguh benar-benar Kami utus seorang rasul pada setiap umat, (dengan membawa seruan): ”Mengabdilah kepada Allah dan jauhilah thaghut” Mengabdi hanya kepada Allah adalah tujuan diciptakannya jin dan manusia. Untuk tujuan itu pulalah, Allah mengutus para rasul serta menurunkan kitab-kitab-Nya. Manusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=87&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Allah SWT berfirman:<br />
ولقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت<br />
Dan sungguh benar-benar Kami utus seorang rasul pada setiap umat, (dengan membawa seruan): ”Mengabdilah kepada Allah dan jauhilah thaghut”</p>
<p>Mengabdi hanya kepada Allah adalah tujuan diciptakannya jin dan manusia. Untuk tujuan itu pulalah, Allah mengutus para rasul serta menurunkan kitab-kitab-Nya. Manusia harus mengabdi kepada Allah serta menjauhi seluruh bentuk pengabdian kepada semua jenis thaghut.<br />
Sekelompok orang memahami bahwa thaghut adalah kuburan-kuburan dan berhala-berhala yang disembah-sembah, pohon-pohon yang dikeramatkan, batu-batu yang dianggap angker, para dukun dan tukang ramal. Ketika menerangkan makna ’thaghut’, mereka menjelaskan bahwa kaum muslimin harus menjauhi perbuatan menyembah-nyembah dan mengagung-agungkan benda-benda itu, atau datang dan meminta tolong kepada dukung atau tukang ramal.<br />
Ketika ada beberapa orang mengatakan bahwa pembuat hukum atau undang-undang selain Allah dan Rasul-Nya serta penguasa yang memberlakukannya juga termasuk thaghut, mulut-mulut berbisa mereka segera mengeluarkan kata-kata beracun: ’itu adalah paham khawarij, jama’ah takfir’, ’mereka adalah orang-orang dungu, jauh dari ilmu dan ulama ahlussunnah’, ’mereka adalah orang-orang bersemangat tapi bodoh, ’anjing-anjing neraka’ . . . mereka . . mereka. . .dan  mereka . . .’.<br />
Apakah makna thaghut sebenarnya?<br />
Ahlussunnah tidak menafikan makna thaghut yang dipahami sekelompok orang di atas. Benar, bahwa batu-batu, berhala, kuburan, pohon dan benda-benda mati lainnya yang dikeramatkan dan disembah-sembah adalah thaghut. Tidak salah pula, bahwa para dukun dan tukan ramal adalah thaghut.<br />
Namun, membatasi pengertian ’thaghut’ pada benda-benda dan sosok-sosok tersebut adalah kesalahan fatal!<br />
قال أبو جعفر: والصواب من القول عندي في&#8221;الطاغوت&#8221;، أنه كل ذي طغيان على الله، فعبد من دونه، إما بقهر منه لمن عبده، وإما بطاعة ممن عبده له، وإنسانا كان ذلك المعبود، أو شيطانا، أو وثنا، أو صنما، أو كائنا ما كان من شيء.( تفسير الطبري &#8211; (ج 5 / ص 419( &#8211;  المكتبة الشاملة ، المصدر الثاني)</p>
<p>Abu Ja’far (Ath-Thabari) berkata: “Menurutku, pendapat yang benar dalam soal thaghut adalah bahwa ia adalah setiap hal yang melampau batas terhadap Allah; ia disembah selain-Nya, baik penyembahnya itu dipaksa olehnya atau menyembah dengan suka rela. Thaghut yang disembah itu bisa berupa manusia, setan, patung, berhala, maupun yang lainnya”<br />
Pada ayat فمن يكفر بالطاغوت ويؤمن بالله فقد اشتمسك بالعروة الوثَْْقي, Ibnu Katsir mengatakan saat menanggapi pendapat Umar bin Khattab yang mengatakan bahwa thaghut adalah setan:<br />
ومعنى قوله في الطاغوت: إنه الشيطان قوي جدًّا فإنه يشمل كل شر كان عليه أهل الجاهلية، من عبادة الأوثان والتحاكم إليها والاستنصار بها (تفسير ابن كثير &#8211; (ج 1 / ص 683) المكتبة الشاملة ، المصدر الثاني)<br />
Artinya:<br />
Pendapatnya bahwa thaghut adalah setan adalah pendapat yang kuat sekali. Sebab, setan sudah mencakup seluruh kejelekan yang dilakukan orang-orang jahiliyah, berupa penyembahan berhala, berhukum kepadanya, dan meminta tolong kepadanya.<br />
Imam Mujahid mengatakan:<br />
الطاغوت : الشيطان في صورة إنسان يتحاكمون إليه ، وهو صاحب أمرهم (تفسير ابن كثير &#8211; (ج 2 / ص 334) المكتبة الشاملة ، المصدر الثاني )<br />
Artinya:<br />
Thaghut adalah setan dalam bentuk manusia, yang orang-orang berhukum kepadanya, dan ia adalah pengendali urusan mereka.</p>
<p>Maksud perkataan Mujahid tersebut adalah bahwa setan berwujud manusia yang menjadi rujukan orang-orang dalam berhukum, dan ia diberi hak oleh mereka untuk membuat hukum yang mengatur kehidupan mereka adalah thaghut.<br />
Dalam I’lamul Muwaqqi’ien (1/50), Ibnul Qoyyim mengatakan:<br />
الطاغوت كل ما تجاوز به العبد حده : من معبود أو متبوع أو مطاع. فطاغوت كل قوم : من يتحاكمون إليه غير الله و رسوله، أو يعبدونه من دون الله أو يتبعونه على غير بصيرة من الله أو يطيعونه فيما لا يعلمون أنه طاعة لله.<br />
Thaghut adalah setiap hal yang menyebabkan seorang hamba melampau batas, baik berupa sesuatu yang diabdi, diikuti atau ditaati. Thaghut suatu kaum adalah orang yang mereka jadikan rujukan hukum selain Allah dan Rasulnya, atau orang yang mereka abdi selain Allah, atau orang yang mereka ikuti tanpa petunjuk dari Allah atau orang yang mereka taati dalam hal yang tidak mereka ketahui sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.</p>
<p>Menurut defenisi Ibnul Qoyyim di atas, thaghut memiliki tiga jenis. Pertama, ia adalah sesuatu yang dijadikan rujukan hukum selain Allah dan Rasul-Nya. Kedua, ia adalah sesuatu yang diabdi selain Allah atau diikuti tanpa petunjuk dari Allah. Ketiga, ia adalah sesuatu yang ditaati dalam hal yang tidak diketahui apakah itu dalam rangka ketaatan kepada Allah atau tidak.<br />
Dengan demikian, setiap orang atau lembaga selain Allah dan Rasul-Nya yang menjadi rujukan dalam perundang-undangan serta mengatur manusia dengannya, atau keputusannya menjadi hukum yang harus dijalankan umat manusia meski bertentangan dengan syari’at adalah termasuk THAGHUT. Lembaga Legistatif (DPR/MPR) adalah thaghut. Para hakim yang menghukumi dengan undang-undang buatan manusia, UUD 45, KUHP, KUHAP adalah thaghut. Dengan kata lain, setiap orang yang mengadili dengan selain hukum Allah (syari’at Islam) adalah thaghut!<br />
Di zaman sekarang ini, thaghut dalam wujud di atas tidak semuanya terang-terangan mengaku sebagai orang kafir, apalagi di negeri-negeri yang mayoritas penghuninya kaum muslimin. Banyak thaghut ber-KTP Islam, kadang shalat, kadang puasa. Mereka berdasi, makan nasi, ada juga yang sudah haji. Nama-nama mereka pun juga Islami: Yusuf, Abdurrahman, Hidayat, Amin, dll. Ada juga yang bergelar lc. Tapi mereka adalah komplotan thaghut! Perampas hak prerogatif Allah, hak membuat hukum dan perundang-perundangan yang mengatur kehidupan umat manusia!<br />
Allah mendustakan keimanan orang-orang yang berhukum kepada thaghut. Ia mengatakan<br />
ألم تر إلى الذين يزعمون أنهم آمنوا بما أنزل إليك وما أنزل من قبلك يريدون أن يتحاكموا إلى الطاغوت وقد أمروا أن يكفروا به ويريد الشيطان أن يضلهم ضلالا بعيدا<br />
Artinya:<br />
Tidakkah kaum melihat kepada orang-orang yang mengklaim bahwa mereka beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu (Al-Qur’an) dan apa yang diturunkan sebelummu (kitab-kitab samawi terdahulu), mereka ingin berhukum kepada thaghut, padahal mereka disuruh untuk kafir kepadanya. Dan, syaithanpun ingin menyesatkan mereka dengan kesesatan yang jauh<br />
Maksudnya, orang-orang yang mengaku-ngaku beriman kepada Al-Qur’an dan kitab-kitab sebelumnya, namun masih memiliki keinginan untuk berhukum kepada thaghut yang membuat undang-undang atau hukum untuk mengatur manusia, maka dustalah pengakuan tersebut. Mereka pada hakekatnya adalah orang-orang yang kafir kepada Allah, dan syaithan ingin menyesatkan mereka jauh-jauh. Bila mereka mati dalam keadaan seperti itu dan belum bertaubat, berarti mereka mati kafir dan akan kekal di neraka selama-lamanya<br />
Allah SWT dengan tegas menyatakan bahwa thaghut adalah wali orang-orang kafir. Berwali atau memberikan loyalitas kepadanya berarti kafir. Berhukum kepada hukumnya berarti beriman kepada thaghut. Beriman kepada thaghut sama dengan kafir kepada Allah.<br />
الله ولي الذين آمنوا يخرجهم من الظلمات إلى النور والذين كفروا أولياءهم الطاغوت يخرجهم من النور إلى الظلمات<br />
Artinya:<br />
Allah adalah wali orang-orang beriman. Ia mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan menuju kepada cahaya. Sedang orang-orang kafir, wali-wali mereka adalah thaghut. Ia mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kepada kegelapan-kegelapan.</p>
<p>.فمن يكفربالطاغوت و يؤمن بالله فقد استمسك بالعروة الوثقي لا نفصام لها و الله سميع عليم<br />
Artinya:<br />
Maka barang siapa yang kafir terhadap thaghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh ia berpegang dengan ikatan yang kuat, tidak ada keterputusan baginya dan Allah Maha Mendengar lagi Mengetahui.<br />
Yang dimaksud ikatan yang kuat di atas adalah Islam. Ada lagi ahli tafsir yang mengatakan iman. Yang lain berpendapat kalimat لا إله إلا الله  . Namun, tidak ada pertentangan antara pendapat-pendapat itu. Sebab, Islam adalah Iman dan ia adalah kalimat لا إله الا الله. Orang yang tidak kafir terhadap thaghut berarti bukan orang Islam, tidak punya keimanan dan tidak ber-لا إله إلا الله -. Dengan kata lain, ia adalah orang yang kafir kepada Allah.<br />
*   *   *<br />
Allah menvonis orang-orang ahli kitab sebagai orang-orang yang menyekutukan Allah (musyrik) karena mereka mempertuhankan para rahib dan pendeta dalam bentuk mengikuti hukum halal-haram yang ditetapkan para rahib dan pendeta itu. Allah mengatakan<br />
إتخذوا أحبارهم و رهبانهم أربابا من دون الله و المسيح ابن مريم و ما أمروا إلا ليعبدوا إلها واحد لا إله إلا هو سبحانه عما يشركون<br />
Artinya:<br />
Mereka menjadikan rahib-rahib dan pendeta-pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan juga Al-Masih bin Maryam. Dan mereka tidak diperintah kecuali agar mereka mengabdi kepada Sesembahan Yang Satu. Tidak ada tuhan selain-Nya. Maha suci Dia dari apa-apa yang mereka sekutukan.<br />
Tidak ada perselisihan di kalangan ahli tafsir, bahwa penyembahan orang-orang ahli kitab terhadap rahib dan pendeta tersebut adalah dalam bentuk mengikuti atau mematuhi hukum atau undang-undang soal halal haram yang mereka tetapkan. Karena kepatuhan seperti inilah, orang-orang ahli kitab disebut sebagai orang-orang yang menyekutukan Allah atau musyrikin.<br />
Fakta bahwa lembaga legistatif merupakan lembaga yang berfungsi untuk menetapkan hukum atau undang-undang untuk manusia, tidak dapat dibantah seorang pun. Wewenang untuk membuat undang-undang yang diberikan kepada lembaga ini tidak dibatasi dengan Al-Qur’an dan As-sunnah. Lembaga ini diberi hak untuk menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya atau mengharamkan apa yang keduanya halalkan. Komplotan thaghut yang berkumpul di lembaga tersebut sama persis dengan para rahib dan pendeta ahli kitab, bahkan lebih parah. Karena itu, patuh dan ridha dengan hukum dan undang-undang yang mereka tetapkan adalah kekafiran dan kesyirikan. Begitu juga dengan kepatuhan kepada hukum buatan manusia lainnya.<br />
Demikian juga dengan orang-orang yang secara sadar mengangkat mereka sebagai anggota lembaga kufur itu, baik melalui pemilihan umum atau jalan lainya. Mengangkat orang sebagai anggota legistatif sama halnya mengangkat orang sebagai tuhan. Perbuatan itu jelas kekafiran besar.<br />
Tentang menghalalkan apa yang Allah dan Rasul-Nya haramkan atau mengharamkan apa yang keduanya halalkan, Ibnu Taimiyah mengatakan dalam Majmu’ Fatawa (3/267):<br />
مَتَي حَلَّلَ اْلحَرَامَ الْمُجْمَعَ عَلَيْهِ أَوْ حَرَّمَ الْحَلاَلَ الْمُجْمَعَ عَلَيْهِ أَوْ بَدَّلَ الشَّرْعَ الْمُجْمَعَ عَلَيْهِ كَانَ كَافِرًا مُرْتَدًّا بِاتِّفَاقِ اْلفُقَهَاءِ<br />
Artinya:<br />
Kapan orang itu menghalalkan barang haram yang sudah menjadi ijma’ (kesepakatan ulama) atau mengharamkan barang halal yang sudah menjadi ijma’, atau mengganti ajaran syari’at yang sudah menjadi ijma’, maka ia kafir murtad atas dasar kesepatakan para fuqaha`<br />
Mereka menghalalkan kemurtadan, riba, perzinaan atas dasar suka sama suka, homoseks, dan lain sebagainya. Mereka bahkan mewajibkan loyalitas kepada pancasila, kesetiaan kepada UUD 45, paham demokrasi, nasionalisme serta berbagai jenis kekafiran lainnya. Di saat yang sama, mereka mengharamkan penegakan hukum Allah di bumi Allah.<br />
*  *  *<br />
Kekafiran para pembuat hukum dan undang-undang yang mengatur kehidupan manusia selain Allah dan Rasul-Nya, serta kekafiran negara atau orang-orang yang menghukumi dan berhukum kepada undang-undang itu, sangat jelas bagai matahari di siang bolong. Hal itu tidak tersamarkan kecuali bagi orang yang mati mata hatinya. Hal itu berdasarkan nash-nash qath’ie (yang pasti kebenarannya) dari Al-Qur’an dan hadits. Apa yang disebutkan di atas adalah sedikit dari nash-nash yang banyak tersebut.</p>
<br />Filed under: <a href='http://dakwahdanjihad.wordpress.com/category/aqidah/'>aqidah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=87&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2010/06/04/jauhilah-thaghut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Salafie Irja’ie</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/04/17/salafie-irja%e2%80%99ie/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/04/17/salafie-irja%e2%80%99ie/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 10:17:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/04/17/salafie-irja%e2%80%99ie/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah merupakan kesepakatan Ulama’ dengan berlandaskan nash-nash qath’ie yang begitu gamblang dan jelas, bahwa siapa saja yang membuat undang-undang baru yang bertentangan dengan syariat Allah, menerapkannya di kalangan manusia, atau berhukum kepadanya dengan suka rela, ia murtad keluar dari Al-Islam. Al-Qur’an menyebutkan orang yang menetapkan undang-undang selain hukum Allah di antaranya sebagai thaghut (Q.S An-Nisa: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=86&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah merupakan kesepakatan Ulama’ dengan berlandaskan nash-nash qath’ie yang begitu gamblang dan jelas, bahwa siapa saja yang membuat undang-undang baru yang bertentangan dengan syariat Allah, menerapkannya di kalangan manusia, atau berhukum kepadanya dengan suka rela, ia murtad keluar dari Al-Islam.<br />
Al-Qur’an menyebutkan orang yang menetapkan undang-undang selain hukum Allah di antaranya sebagai thaghut (Q.S An-Nisa: ), syarik lillah –sekutu bagi Allah- (Q.S. Asy-Syura: ), rabb min dunillah -tuhan selain Allah- (Q.S. At-Taubah: ) orang kafir, dhalim, fasiq (Q.S Al-Maidah: ). Undang-undang itupun disebut sebagai hukum jahiliyyah (Q.S. Al-Maidah). Adapun orang yang taat dan berhukum dengannya dikatakan sebagai orang musyrik (Q.S. Al-‘An’am: ) memyembah tuhan-tuhan selain Allah (Q.S. At-Taubah: ), kafir, dhalim, fasiq (Q.S. Al-Maidah: ), sama sekali bukan orang beriman (Q.S. An-Nisa’: ). Betapa jeleknya sifat yang Allah berikan kepada orang-orang yang menciptakan hukum-hukum selain hukum Allah dan orang yang berhukum dan taat kepadanya dengan suka rela!!<br />
Jelaslah dari nash-nash Al-Qur’an di atas, bahwa membuat undang-undang jahiliyyah, menerapkannya, dan berhukum kepadanya adalah termasuk perbuatan kufur<br />
Semua perbuatan yang dinyatakan nash termasuk dalam barisan perbuatan kufur, menurut pendirian kaum salaf Ahlus-Sunnah Wal Jama’ah, cukup untuk menjadi sebab kekafiran dan kemurtadan pelakunya, entah hatinya masih tetap meyakini haramnya perbuatan itu atau sudah menghalalkannya. Karena itu, orang atau badan pemerintah yang membuat undang-undang jahiliyyah, menerapkannya, dan berhukum kepadanya berarti telah kafir atau murtad, baik hatinya tetap menganggap haram perbuatanya atau tidak.<br />
Sementara itu, ada kelompok tertentu yang mengklaim beraqidah dengan aqidah salaf dan menamakan diri mereka sebagai salafi ahlussunnah wal jamaah, berpendapat bahwa menerapkan undang-undang jahiliyyah dan berhukum dengannya bukanlah penyebab kekafiran kecuali jika diikuti kekufuran hati dalam artian menghalalkan perbuatan kufur tersebut.<br />
Berangkat dari pendirian ini, mereka tetap menganggap pemerintah di negeri-negeri kaum muslimin sekarang ini yang telah mencampakkan hukum Allah dan menggantinya dengan hukum jahiliyyah sebagai pemerintah muslim. Sebab, kata mereka, “Apa memang hati pemerintah sudah mengingkari haramnya berhukum kepada undang-undang Jahiliyyah? Siapa dan bagaimana kita tahu isi hati pemerintah?”. Mereka maksudkan, pemerintah thaghut itu tetaplah dihukumi sebagai pemerintah muslim yang wajib ditaati, meskipun mereka telah mengganti hukum Allah dengan hukum Jahiliyyah, karena kita tidak tahu isi hati mereka, apakah sudah menghalalkan perbuatan itu atau masih menganggapnya haram!<br />
Konsekuensinya, siapa saja yang menentang, memberontak bahkan hanya sekedar mengingatkan pemerintah di tempat umum, atau berdemo menuntut hak-haknya yang dirampas, mereka anggap sebagai teroris/ khawarij, anjing-anjing neraka, sejelek-jelek makhluk di bawah lengkungan langit. La haula wala quwwata illa billah!!<br />
Pendirian mereka ini mengingatkan kita pada kelompok sesat bernama murjiah/ irja’ie, sebuah kelompok yang tidak menganggap kafir orang yang melakukan kekufuran sampai hatinya menghalalkan kekufuran itu. Maka, sejatinya kelompok ini dinamakan salafi irja’ie, salafi yang berpikiran aliran sesat Murji’ah!</p>
<br />Posted in aqidah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=86&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/04/17/salafie-irja%e2%80%99ie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ahlus-Sunnah, Murjiah dan Khawarij</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/04/17/ahlus-sunnah-murjiah-dan-khawarij/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/04/17/ahlus-sunnah-murjiah-dan-khawarij/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 09:46:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/04/17/ahlus-sunnah-murjiah-dan-khawarij/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu ciri golongan Khawarij adalah menganggap semua dosa dan maksiat adalah kekufuran, sehingga mereka mengkafirkan siapa saja yang berbuat maksiat apa pun, dan selanjutnya menghalalkan darah dan hartanya, meskipun kemaksiatan itu sebenarnya tidak sampai pada derajat kekafiran. Orang berzina, mencuri, berjudi, dan pemabuk bagi mereka adalah orang kafir murtad yang harus dibunuh. Bahkan khalifah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=83&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu ciri golongan Khawarij adalah menganggap semua dosa dan maksiat adalah kekufuran, sehingga mereka mengkafirkan siapa saja yang berbuat maksiat apa pun, dan selanjutnya menghalalkan darah dan hartanya, meskipun kemaksiatan itu sebenarnya tidak sampai pada derajat kekafiran. Orang berzina, mencuri, berjudi, dan pemabuk bagi mereka adalah orang kafir murtad yang harus dibunuh. Bahkan khalifah Ali, Muawiyah dan pengikut keduanya, mereka anggap sebagai orang kafir yang wajib diperangi, karena menurut mereka, telah berhukum kepada selain yang Allah turunkan!!<br />
Adapun Murji’ah, kelompok ini kebalikan dari kelompok Khawarij. Golongan ini tidak menganggap dosa apapun sebagai perbuatan kufur kecuali bila disertai kekufuran hati dalam bentuk pendustaan atau pengingkaran.  Artinya, orang yang melakukan perbuatan dosa, seperti menyembah patung, melakukan sihir, bersujud kepada batu, menciptakan undang-undang yang menyelisihi hukum Allah, berhukum kepadanya, tetaplah bukan orang kafir atau masih dianggap orang beriman selama hatinya tetap menyakini kebenaran yang datang dari Allah. Ia baru dianggap menjadi kafir bila hatinya sudah ingkar atau mendustakan kebenaran itu. Padahal tidak ada yang tahu hati seseorang kecuali Allah. Konsekuensinya, Iblis, Fir’aun, Abu Jahal tidak boleh dianggap kafir, sebab hati nurani mereka sebenarnya yakin dengan kebenaran. Demikian juga orang yang mengaku muslim jika menyembah berhala, melakukan sihir, berloyal kepada orang kafir, berhukum kepada undang-undang buatan manusia dan melakukan perbuatan kufur lainnya, tetap tidak boleh dikafirkan, sebab siapa tahu isi hatinya? Barangkali hatinya masih percaya dengan kebenaran yang datang dari Allah.<br />
Adapun Ahlus-Sunnah, mereka berada di antara kedua kelompok tersebut. Bagi mereka, tidak semua dosa adalah kekufuran, tidak pula sebaliknya; melainkan ada yang termasuk bentuk kekufuran, ada yang sekedar maksiat yang tidak sampai pada kekufuran.  Dosa yang dinyatakan dalam nash termasuk kekufuran seperti, menyebah patung, berloyal kepada orang kafir,  melakukan sihir, berhukum kepada undang-undang buatan manusia, adalah kekufuran dan menyebabkan pelakunya kafir, baik hati pelakunya masih menganggapnya haram ataupun sudah menghalalkannya. Adapun dosa besar seperti berzina, minum khomer, mencuri, membunuh, dan lain-lain bukanlah bentuk kekufuran dan tidak menyebabkan pelakunya kafir kecuali bila disertai kekufuran hati dalam bentuk mengingkari keharaman perbuatan-perbuatan tersebut.</p>
<br />Posted in aqidah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=83&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/04/17/ahlus-sunnah-murjiah-dan-khawarij/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ahlussunnah vs Murjiah/Irja’ie</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/04/17/ahlussunnah-vs-murjiahirja%e2%80%99ie/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/04/17/ahlussunnah-vs-murjiahirja%e2%80%99ie/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 09:46:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/04/17/ahlussunnah-vs-murjiahirja%e2%80%99ie/</guid>
		<description><![CDATA[Menurut aqidah salaf ahlussunnah wal jama’ah, iman adalah keyakinan, ucapan dan perbutan. Artinya, orang baru sah menjadi orang beriman bila hatinya menyakini kebenaran yang datang dari Allah, mengungkapkannya dalam lisan dan merealisasikannya dalam perbuatan. Orang yang hanya menyakini kebenaran dalam hatinya saja seperti Abu Thalib, Hiraklius, dan orang-orang kafir lain, bahkan iblis dan Fir’aun sekalipun, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=82&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut aqidah salaf ahlussunnah wal jama’ah, iman adalah keyakinan, ucapan dan perbutan. Artinya, orang baru sah menjadi orang beriman bila hatinya menyakini kebenaran yang datang dari Allah, mengungkapkannya dalam lisan dan merealisasikannya dalam perbuatan. Orang yang hanya menyakini kebenaran dalam hatinya saja seperti Abu Thalib, Hiraklius, dan orang-orang kafir lain, bahkan iblis dan Fir’aun sekalipun, mereka tetap tergolong orang-orang kafir karena tidak mengungkapkannya dalam ucapan dan merealisasikan dalam perbuatan. Demikian juga orang yang secara dhahir menampakkan keimanan, sementara hatinya kufur, ia tetaplah orang kafir, kendatipun di dunia ia dihukumi sebagai orang Islam, karena tidak ada yang tahu isi hati seseorang kecuali Allah.<br />
Berangkat dari itu, kekafiranpun terjadi kadang karena keyakinan kufur, perkataan kufur, atau perbuatan kufur. Mana saja di antara tiga hal tersebut terjadi pada seseorang ia telah kafir. Orang yang beraqidah dengan aqidah kufur adalah orang kafir, meskipun lisan dan perbuatannya menampakkan keislaman; orang seperti ini dinamakan orang munafiq yang di dunia dihukumi sebagai orang muslim, tetapi di akherat ia kekal di neraka Jahannam. Begitu juga, orang bisa menjadi kafir hanya karena mengucapkan perkataan kufur, meskipun hatinya tetap menyakini sebaliknya dan perbuatannya sesuai dengan Al-Islam. Tidak berbeda dengan orang yang melakukan perbuatan kufur seperti membuat undang-undang jahiliyyah dan berhukum kepadanya, ia telah kafir meskipun hatinya menyakini haramnya hal itu dan ucapannya mengakui wajibnya berhukum dengan hukum Allah. Dengan kata lain, ucapan dan perbuatan kufur adalah penyebab kekafiran tersendiri tanpa tergantung apakah hatinya setuju atau tetap menyakini haramnya perbuatan tersebut.<br />
Adapun sekte murjiah/irja’ie, mereka berpendapat bahwa iman hanyalah keyakinan hati. Artinya, orang sudah sah menjadi orang beriman cukup dengan menyakini kebenaran yang datang dari Allah dalam hati tanpa harus mengungkapkannya dalam lisan ataupun merealisasikannnya dalam perbuatan. Konsekuensinya, Fir’aun, Abu Jahal adalah orang beriman karena mereka sebenarnya telah mengakui kebenaran, meskipun ucapan dan perbuatan mereka tidak mengakuinya bahkan memusuhinya.<br />
Bagi mereka, kekafiran hanya terjadi karena keyakinan kufur. Perbuatan dan ucapan kufur apapun meskipun telah dinyatakan sangat jelas dalam nash qath’ie, bagi mereka tetaplah bukan penyebab kekafiran kecuali jika disertai kekufuran hati. Kekufuran hati yang dimaksud adalah pendustaan atau pengingkaran, termasuk didalamnya menyakini halalnya barang yang Allah haramkan atau sebaliknya. Ini artinya, seseorang baru dianggap orang kafir bila hatinya sudah mendustakan kebenaran atau mengingkarinya, ternasuk menyakini halalnya barang yang Allah haramkan atau sebaliknya. Selama ia tetap mengakui kebenaran dalam hatinya, ia adalah orang beriman, walaupun ia sujud kepada berhala, menyembah orang mati, mengucapkan Isa adalah anak Tuhan (selamat natal!) menerapkan hukum jahiliyyah dan berhukum kepadanya serta melakukan perbuatan dan ucapan kufur lainnya!</p>
<br />Posted in aqidah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=82&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/04/17/ahlussunnah-vs-murjiahirja%e2%80%99ie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyingkap Syubhat-Syubhat Kaum Neo Murji’ah</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/31/menyingkap-syubhat-syubhat-kaum-neo-murji%e2%80%99ah/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/31/menyingkap-syubhat-syubhat-kaum-neo-murji%e2%80%99ah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 00:12:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/31/menyingkap-syubhat-syubhat-kaum-neo-murji%e2%80%99ah/</guid>
		<description><![CDATA[Di saat kafirnya pemerintah yang berhukum kepada selain hukum Allah sudah sangat jelas berdasarkan nash-nash qoth’ie Al-Qur’an, ternyata masih ada banyak kelompok yang berusaha membantah hal itu dengan hujah-hujah yang lemah. Di antara kelompok-kelompok yang paling menonjol di antara mereka ada golongan mutasalifah (mengaku-ngaku salafi); mereka melontarkan berbagai macam syubhat untuk membantah murtadnya para penguasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=74&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-78" title="al-maqdisi" src="http://dakwahdanjihad.files.wordpress.com/2009/03/al-maqdisi.jpg?w=230&#038;h=152" alt="al-maqdisi" width="230" height="152" />Di saat kafirnya pemerintah yang berhukum kepada selain hukum Allah sudah sangat jelas berdasarkan nash-nash qoth’ie Al-Qur’an, ternyata masih ada banyak kelompok yang berusaha membantah hal itu dengan hujah-hujah yang lemah. Di antara kelompok-kelompok yang paling menonjol di antara mereka ada golongan mutasalifah (mengaku-ngaku salafi); mereka melontarkan berbagai macam syubhat untuk membantah murtadnya para penguasa yang memberlakukan hukum jahiliyah. Dengan berdasarkan syubhat-syubhat itu, mereka menyatakan bahwa para penguasa itu adalah penguasa muslim yang wajib ditaati, sebab merekalah ulil amri (!?!); selanjutnya kaum mujahidin yang ingin menegakkan hukum Allah, memerangi para penguasa murtad itu, mereka anggap sebagai khawarij, anjing-anjiang neraka!<br />
Maka, muncullah Asy-Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi membantah syubhat-syubhat kelompok mutasalifah itu melalui bukunya “Imta’un Nadhr fi Kasyfi Syubhati Murji’atil Ashr”. Keterangan beliau sangat jelas, sehingga jadilah syubhat-syubhat itu laksana lalat-lalat yang ingin menutupi sinar matahari di siang bolong; tidak dapat mengurangi cahaya kebenaran sedikitpun.<br />
Kitab Imta’un Nadhr fi Kasyfi Syubhati Murji’atil Ashr dicetak tahun 1412 H. Pada awal kitab itu, Asy-Syaikh Al-Maqdisi menjelaskan secara detail hakekat paham irja’, dari asal mulanya hingga di zaman modern saat ini, di mana paham ini telah banyak tersebar di kalangan umat Islam tanpa kita sadari. Paham Irja’ adalah paham yang menyatakan bahwa iman adalah sekedar pembenaran dalam hati atau disertai pernyataan pada lisan; sedang amal perbuatan bukan termasuk iman. Artinya, menurut paham ini, apabila orang melakukan perbuatan-perbuatan kufur, ia tidak kafir kecuali jika ia menghalalkan perbuatan itu.<br />
Setelah itu, beliau menjelaskan kesesatan paham irja’ dengan memaparkan dalil-dalil yang sangat jelas, yang menunjukkan bahwa dengan sekedar mengucapkan perkataan kufur atau melakukan perbuatan kufur, pelaku akan dihukumi kafir, meski tidak merubah aqidahnya dan meskipun tidak menghalalkan perkataan dan perbuatan kufur tersebut. Sebab, iman adalah keyakinan, ucapan, dan perbuatan. Inilah aqidah ahlussunnah.<br />
Beliau juga menyebutkan adanya kelompok yang dalam masalah iman berpaham sebagaimana paham ahlussunnah, yaitu iman adalah keyakinan, ucapan, dan amal perbuatan. Namun, dalam kenyataan, kelompok itu tidak mau mengkafirkan penguasa yang melakukan perbuatan kufur, yaitu berhukum kepada selain hukum Allah, kecuali apabila penguasa itu menyakini halalnya perbuatan tersebut (berhukum kepada selain hukum Allah). Sikap ini tidak lain adalah sikap kaum murji’ah. Karena itu, beliau menamai mereka sebagai “Murji’ah mu’ashirah” (Neo Murji’ah).<br />
Selanjutkan beliau menyebutkan syubhat-syubhat murahan -yang laku keras di kalangan orang-orang awam- yang dilontarkan orang-orang Neo Murji’ah lalu membantahnya serta menjelaskan batilnya syubhat-syubhat itu. Penjelasan beliau tersebut sangat terang, sehingga pembaca “Imta’un Nadhr” yang masih diberi akal sehat akan tahu bahwa syubhat-syubhat Neo Murji’ah itu adalah kebatilan yang digunakan untuk menutup kebenaran; seakan-akan mereka ingin menutup cahaya kebenaran dengan kelamnya kebatilan.<br />
Syubhat-syubhat Neo Murji’ah yang dibantah Asy-Syaikh Al-Maqdisi adalah sebagai berikut:<br />
1.	Ucapan mereka bahwa berhukum kepada selain hukum Allah adalah kufrun duna kufrin (كفردون كفر); mereka menisbatkan ucapan itu kepada Ibnu ‘Abbas ketika menafsirkan firman Allah “ومن لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الكافرون” .<br />
Beliau membantah syubhat ini dengan bantahan yang memuaskan. Dalam bantahan ini beliau menegaskan bahwa seandainya benar Ibnu ‘Abbas mengatakan hal itu, ucapan tersebut bukanlah tafsir ayat di atas, namun hanya sebagai bantahan terhadap orang-orang Khawarij yang mengkafirkan penguasa karena dosa yang tidak sampai derajat kekafiran; beliau juga menjelaskan bahwa ucapan shahabat –dalam hal ini Ibnu Abbas- bukan hujah.<br />
Asy-Syaikh Al-Maqdisi juga memuatkan bab khusus yang menjelaskan perbedaan antara berhukum kepada selain hukum Allah dalam bentuk membuat undang-undang (jahiliyah) serta menerapkannya, dengan berhukum kepada selain hukum Allah dalam bentuk melakukan kedholiman tanpa merubah hukum Allah sedikitpun. Bentuk pertama adalah kekafiran besar, sedang yang kedua belum sampai kepada tingkat kekafiran. Para penguasa sekarang melakukan bentuk pertama, sehingga mereka kafir murtad dari Islam.<br />
2.	Umar tidak berhukum kepada apa yang Allah turunkan dalam wujud tidak menegakkan hukum potong tangan atas pencuri di zaman paceklik.<br />
Beliau membantah syubhat ini dengan cukup membuktikan kedustaan pernyataan tersebut.<br />
3.	Nabi dan para shahabatnya pernah mengharamkan beberapa hal (yang dihalalkan) untuk diri-diri mereka.<br />
Beliau membantah syubhat ini dengan menyatakan bahwa pengharaman yang Nabi dan para shahabat beliau lakukan hanyalah dalam artian sikap enggan untuk melakukan hal-hal yang halal, bukan membuat hukum “haram” terhadap hal-hal itu. Sikap enggan untuk melakukan hal yang halal –meskipun dengan disertai sumpah- tidak sama dengan membuat hukum “haram” untuk hal yang dalam syari’at sebenarnya halal. Yang pertama pelanggaran biasa yang wajib dibayar kifarahnya, sedang yang kedua adalah kekafiran.<br />
4.	Hajjaj membuat syari’at baru, tapi tidak dikafirkan orang salaf.<br />
Syubhat ini beliau bantah dengan memaparkan fakta-fakta yang menunjukkan kedustaan pernyataan tersebut.<br />
5.	Ucapan mereka “Kami tidak mengkafirkan orang muslim dengan sebab dosa, selama ia tidak menghalalkannya”.<br />
Syubhat ini beliau bantah dengan menyebutkan dalil-dalil yang sangat jelas, yang menunjukkan tidak benarnya ucapan tersebut bila dipahami secara umum, dalam artian kata “dosa” di atas juga mencakup kekafiran. Kalau dipahami secara khusus, yaitu dengan membatasi kata ”dosa” di atas pada kemaksiatan yang tidak sampai pada tingkat kekafiran, pernyataan itu dapat dibenarkan.<br />
6.	Ucapan Abdullah bin Syaqiq Al-Uqaili bahwa para shahabat tidak menganggap meninggalkan amalan apapun sebagai kekafiran selain sholat.<br />
Syubhat ini juga beliau bantah dengan memaparkan dalil-dalil yang qoth’ie yang menunjukkan tidak benarnya ucapan tersebut. Artinya, kekafiran tidak terbatas pada meninggalkan sholat.<br />
7.	Thaghut dan para hamba mereka mengucapkan لا إله إلا الله<br />
Syubhat ini beliau bantah dengan menjelaskan dengan dalil-dalil syar’ie bahwa orang yang mengucapkan  لا إله إلا الله, namun setelah itu melakukan hal-hal yang membatalkan ucapan itu, semisal berhukum kepada selain hukum Allah, maka ia murtad dari Islam.<br />
8.	Thaghut dan para hamba mereka masih melakukan sholat.<br />
Syubhat ini beliau bantah dengan menerangkan bahwa kemurtadan tidak terbatas pada meninggalkan sholat. Apabila orang melakukan perbuatan kufur apa saja, maka ia kafir meskipun masih sholat.<br />
9.	Firman Allah ومن لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الكافرون hanya berlaku untuk orang-orang Yahudi secara khusus.<br />
Syubhat ini beliau bantah dengan menunjukkan dalil-dalil tidak benarnya pendapat tersebut.<br />
10.	 Firman Allah فلا و ربك لا يؤمنون حتى يحكمون فيما شجر بينهم . . . hanya untuk menafikan kesempurnaan iman, bukan pokok keimanan.<br />
Syubhat ini juga beliau bantah dengan menunjukkan dalil-dalil tidak benarnya pendapat tersebut<br />
11.	Nabi tidak mengkafirkan dan tidak membunuh orang anshor yang mengkritik keputusan beliau dan tidak pula orang-orang munafiq dan menghalangi (kebenaran) dengan sebenar-benarnya, dan tidak pula mengkafirkan orang yang mengucapkan kepada beliau “إعدل”<br />
Syubhat ini beliau bantah dengan menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tidak membunuh mereka bukan karena mereka tidak kafir, tapi karena ada penghalang-penghalang tertentu, di antaranya adalah belum adanya perintah dari Allah untuk membunuh mereka,</p>
<p>Di bagian akhir, Asy-Syaikh Al-Maqdisi memberi beberapa nasehat penting kepada para pencari kebenaran. Bacalah, tak ada ruginya…. Sampaikan, tak ada salahnya….</p>
<br />Posted in aqidah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=74&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/31/menyingkap-syubhat-syubhat-kaum-neo-murji%e2%80%99ah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dakwahdanjihad.files.wordpress.com/2009/03/al-maqdisi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">al-maqdisi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sholat di belakang orang yang mendo’akan kebaikan untuk penguasa murtad</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/31/sholat-di-belakang-orang-yang-mendo%e2%80%99akan-kebaikan-untuk-penguasa-murtad/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/31/sholat-di-belakang-orang-yang-mendo%e2%80%99akan-kebaikan-untuk-penguasa-murtad/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 00:11:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/31/sholat-di-belakang-orang-yang-mendo%e2%80%99akan-kebaikan-untuk-penguasa-murtad/</guid>
		<description><![CDATA[Tanya jawab bersama Asy-Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi Naskah asli tanya jawab ini bersumber dari situs www.almaqdese.com. Kami telah mendownloadnya beserta ratusan karya-karya para da’i mujahid lainnya. Bagi yang berminat silakan hubungi anggota minbar dakwah. Via email: minbar_dakwah@yahoo.co.id. Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh, Syaikh Al-Fadhil, Apa hukum sholat jum’at dan sholat-sholat lainnya di belakang para imam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=73&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya jawab bersama Asy-Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi<br />
Naskah asli tanya jawab ini bersumber dari situs www.almaqdese.com. Kami telah mendownloadnya beserta ratusan karya-karya para da’i mujahid lainnya. Bagi yang berminat silakan hubungi anggota minbar dakwah. Via email: minbar_dakwah@yahoo.co.id.</p>
<p>Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh,<br />
Syaikh Al-Fadhil,<br />
Apa hukum sholat jum’at dan sholat-sholat lainnya di belakang para imam yang mendoakan kebaikan untuk penguasa murtad? Sungguh banyak fatwa-fatwa yang saya terima dalam masalah ini, dan di mana saya sholat jika keadaan semua atau mayoritas imam dan khatib seperti ini (membela pemerintah murtad)? Jazakumullahu khoiran.</p>
<p>Jawab:<br />
Bismillah, segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kiranya tercurahkan kepada Rasulullah…<br />
Saudaraku Al-Fadhil,<br />
Anda tidak pantas meninggalkan sholat jama’ah kecuali di belakang orang yang menurutmu telah terbukti jatuh kepada kekafiran yang dapat mengeluarkan dari agama. Adapun apabila ia hanya terjatuh dalam kemaksiatan, kebid’ahan, dan sikap lunak (kepada penguasa), hal itu tidak boleh menyebabkan anda meninggalkan sholat jama’ah.<br />
Tentang sikap khotib (pada khuthbah jum’at) yang mendo’akan penguasa murtad agar ia mendapat hidayah sehingga berhukum kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, atau agar ia tertunjuki kepada sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah atau tertunjuki untuk melakukan hal yang baik bagi negara dan rakyat, atau do’a-do’a lain yang tidak termasuk bentuk bantuan kepada thoghut dan undang-undang kufurnya atau termasuk bentuk memberi pertolongan kepadanya untuk mengalahkan kaum muwahhidun (orang-orang yang bertuhid); semua ini masih termasuk perbuatan-perbuatan bid’ah. –belum termasuk kekafiran-penj.<br />
Para ulama menganggap berdo’a di atas mimbar jum’at untuk penguasa muslim yang masih berhukum kepada syari’at Allah termasuk bid’ah yang diada-adakan, dan perbuatan ini belum ada pada generasi-generasi yang memimiliki keutamaan (Shahabat, Tabi’in, dan tabiut-Tabi’in –penj). Lantas, bagaimana kalau yang dido’akan itu adalah para penguasa kafir murtad? (Tentu lebih bid’ah lagi –penj)<br />
Hanya saja, hal tersebut tidak boleh menghalangi untuk sholat jama’ah di belakang imam-imam yang mendo’akan dengan do’a seperti ini, selama do’a itu –sebagaimana yang telah saya katakan- tidak termasuk bentuk bantuan kepada thaghut dan kesyirikannya. Tidak pantas bid’ah seperti ini, yang mana tidak sampai menyebabkan pelakunya kafir, menjadi penghalang untuk sholat berjama’ah serta meremehkannya. Ya, kecuali jika menurutmu telah terbukti dengan bukti yang pasti bahwa imam itu termasuk para loyalis thoghut serta penolongnya; (jika demikian keadaannya) tidak halal melakukan sholat dibelakangnya, karena ia  tidak termasuk kaum muslimin –tidak termasuk orang-orang yang baik di antara mereka, bahkan tidak pula termasuk muslimin yang fajir (yang masih diperbolehkan sholat di belakangnya menurut ucapan ahlussunnah tentang sholat di belakang imam yang baik dan fajir).<br />
’Ala kulli hal, kami telah menjawab pertanyaan ini di tempat-tempat lain yang engkau dapati tersebar; seperti jawaban-jawaban kami terhadap pertanyaan-pertanyaan di penjara Sawaqoh. Kami juga punya risalah yang terperinci tentang hal itu dengan judul ”Masajid Adh-Dhirar Wa Hukmu As-Shalah Khalfa Auliya At-Thoghut Wa Nuwwabihi” (Masjid Dhirar dan Hukum Sholat di belakang Loyalis Thoghut dan Para Menterinya). Semoga Allah Ta’ala memudahkan penerbitan risalah itu.<br />
Wassalam….</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=73&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/31/sholat-di-belakang-orang-yang-mendo%e2%80%99akan-kebaikan-untuk-penguasa-murtad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Republik Pengkhianat</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/31/republik-pengkhianat/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/31/republik-pengkhianat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 00:10:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/31/republik-pengkhianat/</guid>
		<description><![CDATA[Penjajahan secara fisik telah berakhir seiring dengan berakhirnya agresi Belanda yang kedua. Secara fisik, rakyat Indonesia yang mayoritas muslim ini telah merasakan buah kemerdekaan. Rakyat lebih leluasa beraktifitas; tiada lagi larangan dari pihak agresor. Namun, bagi umat islam kemerdekaan itu belum sempurna. Tujuan para pejuang islam tidak sebatas kemerdekaan fisik, tapi lebih dari itu, berlakunya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=72&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penjajahan secara fisik telah berakhir seiring dengan berakhirnya agresi Belanda yang kedua. Secara fisik, rakyat Indonesia yang mayoritas muslim ini telah merasakan buah kemerdekaan. Rakyat lebih leluasa beraktifitas; tiada lagi larangan dari pihak agresor.<br />
Namun, bagi umat islam kemerdekaan itu belum sempurna. Tujuan para pejuang islam tidak sebatas kemerdekaan fisik, tapi lebih dari itu, berlakunya syari’at islam di bumi nusantara ini&#8230;.<br />
Sebagai contoh, kita lihat Tuanku Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, KH Ahmad Hassan, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy’ari, HOS Tjokroaminoto, H Agus Salim, M Natsir dan ulama-ulama lain. Mereka adalah pejuang-pejuang yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Termasuk tegaknya Syari’at Islam. Berbagai upaya mereka lakukan, mulai dari langkah-langkah politik sampai usaha-usaha sosialisasi kepada masyarakat.<br />
Yakinlah bahwa rakyat pun setuju dengan usaha mereka. Ya, itu karena ulama (dengan sendirinya; meski tidak dilantik) adalah perwakilan ummat. Masa depan ummat adalah tanggung jawab ulama&#8230;.<br />
Namun ternyata usaha-usaha mereka dimentahkan begitu saja oleh para penguasa kita. Hal ini tentu menyebakan kekecewaan yang begitu mendalam. Saking marahnya, ada beberapa ulama yang berinisiatif memproklamasikan Negara Islam Indonesia. Tidak sedikit pula ulama yang terus menerus mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah. Sekali lagi, hal ini karena pemerintah telah berkhianat kepada ummat, telah mengkhianati amanat yang dibebankan pada pundak-pundak mereka. Bahkan mereka berani menggunakan kekerasan (baik langsung maupun tidak langsung) guna menghadang siapapun yang hendak menegakkan syari’at.<br />
Contoh paling nyata adalah tragedi pencomotan Piagam Jakarta. Sebelumnya telah disepakati bahwa Piagam Jakarta adalah jalan tengah maksimal guna mengkompromikan dua kubu yang saling bersilang pendapat dalam perumusan pembukaan UUD 1945. bahkan Maramis yang menjadi wakil Kristen menyatakan, “Setuju 200%”. Namun pada 18 Agustus 1945, kalimat “Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syari’at Islam bagi Pemeluk-pemeluknya” dihapus dan diganti dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa”.<br />
Contoh lain dapat kita lihat pada masa orde baru yang dipimpin oleh Soeharto. Rezim ini memberlakukan program-program yang banyak bertentangan dengan syari’at Islam, semisal KB ataupun larangan berjilbab. Belum lagi ruang gerak umat Islam begitu dibatasi; banyak da’i yang tidak diijinkan berdakwah lantaran materi dakwahnya bertentangan dengan kehendak pemerintah pada waktu itu. Bahkan ada beberapa ulama yang sempat menjadi buron, status mereka relatif disamakan dengan penjahat, sehingga banyak ulama yang mengasingkan diri ke negeri seberang; Malaysia. Tidak cukup sampai di situ, Bapak Pembangunan itu juga senantiasa manghalangi kebangkitan sebuah partai Islam yang dibubarkan pada masa Bung Karno; Masyumi. Bahkan para anggota Masyumi yang hendak masuk ke kancah politik pun dihadang.<br />
Penghadangan terhadap penegakan syari’at terus terjadi sampai saat ini. Bahkan pengkhianatan-pengkhianatan lain terus saja bermunculan, mulai dari pendiskreditan umat, penjualan aset-aset negara, janji-janji kosong, sampai korupsi yang tak kunjung reda. Maklum, Indonesia adalah Republik Pengkhianat.<br />
Ini adalah contoh pengkhianatan terhadap umat, yang diatasnamakan pada sebuah sistem kufur; sistem demokrasi, pancasila, atau sistem-sistem lain. Dengan membaca sejarah, seharusnya umat tahu bahwa selama ini mereka berada pada sebuah sistem yang tidak sesuai dengan akidah mereka. Tapi sayang, jangankan sadar, kenyataannya umat justru banyak yang merasa kurang dalam menjalankan sistem itu dengan baik, sehingga banyak yang mengajak untuk kembali kepada azas tunggal; kepada demokrasi; kembali menghayati makna pancasila.<br />
Bisa saja kita menyalahkan para penguasa dan orang-orang yang duduk di kursi pemerintahan. Namun alangkah bijak kalau kita mengintrospeksi diri. Siapa mereka? Siapa yang mencalonkan mereka? Mereka adalah anak-anak bangsa dan yang mencalonkan mereka adalah anak-anak bangsa yang lain, termasuk kita&#8230;. Mungkin kita berusaha mungkir, “Ah, enggak , aku gak milih dia koq&#8230;”. Ya, saya akui, Anda mungkin tidak memilih mereka; pengobral janji palsu itu; koruptor-koruptor itu; para pengkhianat itu; orang-orang biadab itu&#8230;. Tapi bukankah Anda setuju dengan pemilihan itu? Pemilihan itu khan diselenggarakan atas azas demokrasi&#8230;, dan Anda menyetujuinya&#8230;. Kalau memang Anda tidak setuju dengan hasil pemilu, mengapa Anda ikut memilih? Kalau memang Anda tidak setuju dengan demokrasi, mengapa Anda ikut memilih?<br />
Ingat, “Hanya penjahat yang mau dengan sukarela membantu perampok menjalankan misinya&#8230;”.<br />
Lalu dengan apa kita akan melawan sistem mereka (demokrasi, pancasila, dll.)? Baiklah, mari kita kembali kepada agama kita yang telah lama kita acuhkan&#8230;; Agama Islam. Mari kita kembali berjalan dalam koridor syari’at. Mari kita lawan mereka dengan sistem yang telah Alloh turunkan kepada kita. Yakinlah bahwa segala sistem buatan makhluk nantinya akan hancur lebur&#8230;, sehingga tinggallah Agama Islam sebagai satu-satunya sistem yang tetap kokoh, yang berlaku di muka bumi.<br />
Ingatlah bahwa Indonesia menjadi Republik Pengkhianat karena para penguasanya adalah para pengkhianat. Dan para pengkhianat itu hanya bisa berkuasa karena pilihan rakyat; persetujuan rakyat, yang setuju dengan sistem Democrazy. Dan sekali lagi, “Hanya penjahat yang mau dengan sukarela membantu perampok menjalankan misinya&#8230;”<br />
Kepada kaum Muslimin yang terlanjur bertengger di atas, segeralah hengkang dari parlemen. Mari kita berjuang melalui Syari’at Islam; sistem Alloh&#8230;. Dan bagi rakyat yang telah sekian lama tertipu, sadarlah!! Hindari penipuan, hindari pengkhianatan, hindari pemilihan! Kembali kepada kemurnian Islam, bersama kita lawan sistem-sistem murahan&#8230;!! Alloohu Akbar!!!(AST)<br />
Republik Pengkhianat<br />
Penjajahan secara fisik telah berakhir seiring dengan berakhirnya agresi Belanda yang kedua. Secara fisik, rakyat Indonesia yang mayoritas muslim ini telah merasakan buah kemerdekaan. Rakyat lebih leluasa beraktifitas; tiada lagi larangan dari pihak agresor.<br />
Namun, bagi umat islam kemerdekaan itu belum sempurna. Tujuan para pejuang islam tidak sebatas kemerdekaan fisik, tapi lebih dari itu, berlakunya syari’at islam di bumi nusantara ini&#8230;.<br />
Sebagai contoh, kita lihat Tuanku Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, KH Ahmad Hassan, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy’ari, HOS Tjokroaminoto, H Agus Salim, M Natsir dan ulama-ulama lain. Mereka adalah pejuang-pejuang yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Termasuk tegaknya Syari’at Islam. Berbagai upaya mereka lakukan, mulai dari langkah-langkah politik sampai usaha-usaha sosialisasi kepada masyarakat.<br />
Yakinlah bahwa rakyat pun setuju dengan usaha mereka. Ya, itu karena ulama (dengan sendirinya; meski tidak dilantik) adalah perwakilan ummat. Masa depan ummat adalah tanggung jawab ulama&#8230;.<br />
Namun ternyata usaha-usaha mereka dimentahkan begitu saja oleh para penguasa kita. Hal ini tentu menyebakan kekecewaan yang begitu mendalam. Saking marahnya, ada beberapa ulama yang berinisiatif memproklamasikan Negara Islam Indonesia. Tidak sedikit pula ulama yang terus menerus mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah. Sekali lagi, hal ini karena pemerintah telah berkhianat kepada ummat, telah mengkhianati amanat yang dibebankan pada pundak-pundak mereka. Bahkan mereka berani menggunakan kekerasan (baik langsung maupun tidak langsung) guna menghadang siapapun yang hendak menegakkan syari’at.<br />
Contoh paling nyata adalah tragedi pencomotan Piagam Jakarta. Sebelumnya telah disepakati bahwa Piagam Jakarta adalah jalan tengah maksimal guna mengkompromikan dua kubu yang saling bersilang pendapat dalam perumusan pembukaan UUD 1945. bahkan Maramis yang menjadi wakil Kristen menyatakan, “Setuju 200%”. Namun pada 18 Agustus 1945, kalimat “Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syari’at Islam bagi Pemeluk-pemeluknya” dihapus dan diganti dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa”.<br />
Contoh lain dapat kita lihat pada masa orde baru yang dipimpin oleh Soeharto. Rezim ini memberlakukan program-program yang banyak bertentangan dengan syari’at Islam, semisal KB ataupun larangan berjilbab. Belum lagi ruang gerak umat Islam begitu dibatasi; banyak da’i yang tidak diijinkan berdakwah lantaran materi dakwahnya bertentangan dengan kehendak pemerintah pada waktu itu. Bahkan ada beberapa ulama yang sempat menjadi buron, status mereka relatif disamakan dengan penjahat, sehingga banyak ulama yang mengasingkan diri ke negeri seberang; Malaysia. Tidak cukup sampai di situ, Bapak Pembangunan itu juga senantiasa manghalangi kebangkitan sebuah partai Islam yang dibubarkan pada masa Bung Karno; Masyumi. Bahkan para anggota Masyumi yang hendak masuk ke kancah politik pun dihadang.<br />
Penghadangan terhadap penegakan syari’at terus terjadi sampai saat ini. Bahkan pengkhianatan-pengkhianatan lain terus saja bermunculan, mulai dari pendiskreditan umat, penjualan aset-aset negara, janji-janji kosong, sampai korupsi yang tak kunjung reda. Maklum, Indonesia adalah Republik Pengkhianat.<br />
Ini adalah contoh pengkhianatan terhadap umat, yang diatasnamakan pada sebuah sistem kufur; sistem demokrasi, pancasila, atau sistem-sistem lain. Dengan membaca sejarah, seharusnya umat tahu bahwa selama ini mereka berada pada sebuah sistem yang tidak sesuai dengan akidah mereka. Tapi sayang, jangankan sadar, kenyataannya umat justru banyak yang merasa kurang dalam menjalankan sistem itu dengan baik, sehingga banyak yang mengajak untuk kembali kepada azas tunggal; kepada demokrasi; kembali menghayati makna pancasila.<br />
Bisa saja kita menyalahkan para penguasa dan orang-orang yang duduk di kursi pemerintahan. Namun alangkah bijak kalau kita mengintrospeksi diri. Siapa mereka? Siapa yang mencalonkan mereka? Mereka adalah anak-anak bangsa dan yang mencalonkan mereka adalah anak-anak bangsa yang lain, termasuk kita&#8230;. Mungkin kita berusaha mungkir, “Ah, enggak , aku gak milih dia koq&#8230;”. Ya, saya akui, Anda mungkin tidak memilih mereka; pengobral janji palsu itu; koruptor-koruptor itu; para pengkhianat itu; orang-orang biadab itu&#8230;. Tapi bukankah Anda setuju dengan pemilihan itu? Pemilihan itu khan diselenggarakan atas azas demokrasi&#8230;, dan Anda menyetujuinya&#8230;. Kalau memang Anda tidak setuju dengan hasil pemilu, mengapa Anda ikut memilih? Kalau memang Anda tidak setuju dengan demokrasi, mengapa Anda ikut memilih?<br />
Ingat, “Hanya penjahat yang mau dengan sukarela membantu perampok menjalankan misinya&#8230;”.<br />
Lalu dengan apa kita akan melawan sistem mereka (demokrasi, pancasila, dll.)? Baiklah, mari kita kembali kepada agama kita yang telah lama kita acuhkan&#8230;; Agama Islam. Mari kita kembali berjalan dalam koridor syari’at. Mari kita lawan mereka dengan sistem yang telah Alloh turunkan kepada kita. Yakinlah bahwa segala sistem buatan makhluk nantinya akan hancur lebur&#8230;, sehingga tinggallah Agama Islam sebagai satu-satunya sistem yang tetap kokoh, yang berlaku di muka bumi.<br />
Ingatlah bahwa Indonesia menjadi Republik Pengkhianat karena para penguasanya adalah para pengkhianat. Dan para pengkhianat itu hanya bisa berkuasa karena pilihan rakyat; persetujuan rakyat, yang setuju dengan sistem Democrazy. Dan sekali lagi, “Hanya penjahat yang mau dengan sukarela membantu perampok menjalankan misinya&#8230;”<br />
Kepada kaum Muslimin yang terlanjur bertengger di atas, segeralah hengkang dari parlemen. Mari kita berjuang melalui Syari’at Islam; sistem Alloh&#8230;. Dan bagi rakyat yang telah sekian lama tertipu, sadarlah!! Hindari penipuan, hindari pengkhianatan, hindari pemilihan! Kembali kepada kemurnian Islam, bersama kita lawan sistem-sistem murahan&#8230;!! Alloohu Akbar!!!(AST)</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=72&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/31/republik-pengkhianat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>و من لم يحكم بما أنزل الله فؤلئك هم الكافرون</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/31/%d9%88-%d9%85%d9%86-%d9%84%d9%85-%d9%8a%d8%ad%d9%83%d9%85-%d8%a8%d9%85%d8%a7-%d8%a3%d9%86%d8%b2%d9%84-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-%d9%81%d8%a4%d9%84%d8%a6%d9%83-%d9%87%d9%85-%d8%a7%d9%84%d9%83%d8%a7/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/31/%d9%88-%d9%85%d9%86-%d9%84%d9%85-%d9%8a%d8%ad%d9%83%d9%85-%d8%a8%d9%85%d8%a7-%d8%a3%d9%86%d8%b2%d9%84-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-%d9%81%d8%a4%d9%84%d8%a6%d9%83-%d9%87%d9%85-%d8%a7%d9%84%d9%83%d8%a7/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 00:08:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/31/%d9%88-%d9%85%d9%86-%d9%84%d9%85-%d9%8a%d8%ad%d9%83%d9%85-%d8%a8%d9%85%d8%a7-%d8%a3%d9%86%d8%b2%d9%84-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-%d9%81%d8%a4%d9%84%d8%a6%d9%83-%d9%87%d9%85-%d8%a7%d9%84%d9%83%d8%a7/</guid>
		<description><![CDATA[Pada zaman kita ini, ayat di atas merupakan salah satu diantara ayat-ayat yang paling banyak diperselisihkan tafsirannya oleh banyak kelompok. Setiap kelompok memberikan tafsiran terhadap ayat ini serta memahaminya sesuai dengan kehendak mereka. Sebagian orang mengatakan, ”Berhukum dengan selain yang Allah turunkan itu kufur amaliy”. Kufur amaliy yang dimaksud adalah kufur kecil atau kemaksiatan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=71&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada zaman kita ini, ayat di atas merupakan salah satu diantara ayat-ayat yang paling banyak diperselisihkan tafsirannya oleh banyak kelompok. Setiap kelompok memberikan tafsiran terhadap ayat ini serta memahaminya sesuai dengan kehendak mereka. Sebagian orang mengatakan, ”Berhukum dengan selain yang Allah turunkan itu kufur amaliy”. Kufur amaliy yang dimaksud adalah kufur kecil atau kemaksiatan yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam; sehingga, orang yang tidak berhukum kepada hukum Allah tidak kafir, ia hanya dihukumi sebagai pelaku kemaksiatan. Mereka juga menganggap bahwa pengkafiran orang yang tidak berhukum kepada apa yang Allah turunkan adalah madzhab orang-orang khawarij!<br />
Kelompok lain mengatakan bahwa ayat ini turun untuk orang-orang Yahudi, bukan kaum Muslimin. Sehingga membawa-bawa ayat ini untuk kaum muslimin bukanlah pada tempatnya.<br />
Masih banyak lagi tafsir-tafsir yang beragam terhadap ayat ini. Untuk memahami ayat ini sesuai tafsir yang benar, ada baiknya dikemukakan terlebih dahulu poin-poin berikut ini sebagai mukaddimah, yang barangkali dapat memudahkan pembaca dalam memahami ayat di atas.<br />
1.	Ayat di atas berbicara tentang orang yang meninggalkan hukum Allah (tidak berhukum kepadanya), bukan orang yang berhukum kepada selain hukum Allah. Agar lebih jelas, lihat contoh berikut:<br />
Ada seseorang minum miras, ketika ia dihadapkan kepada seorang hakim dan kasusnya sudah terbukti dengan bukti-bukti 	yang cukup, sang hakim tidak memutuskan hukum apapun padahal ia tahu hukum Allah dalam masalah tersebut; perbuatan hakim ini disebut meninggalkan hukum Allah. Apabila ia memutuskan hukuman penjara dua bulan, misalnya, maka perbuatan itu disebut berhukum kepada selain hukum Allah.<br />
2.	Lafal kufur dalam as-Sunnah (hadits) tidak semua berarti kufur akbar (kekafiran besar); ada yang berarti kufur kecil. Namun, tidak ada lafal kufur dengan maksud kufur kecil di dalam al-Qur’an; artinya, semua lafal kufur di dalam al-Qur’an berarti kufur besar. Asy-Syathibi mengatakan:<br />
إن أحكام القرآن كلها غائية ، و أما السنة ففيها الغالي و الوسطي<br />
”Sesungguhnya hukum-hukum al-Qur’an seluruhnya bersifat maksimal. Adapun as-Sunnah, maka ada yang maksimal dan ada yang pertengahan.”<br />
3.	لم يحكم بما أنزل الله (tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan) memilki beberapa bentuk :<br />
1.	Tasyri’ ( تشريع ) –membuat undang-undang-<br />
2.	Menolak hukum Allah karena enggan (meskipun tanpa disertai sikap mendustakan).<br />
3.	Melazimi selain hukum Allah.<br />
4.	Melakukan kemaksiatan yang bukan penyebab kekafiran tanpa menolak hukum Allah atau menghalalkan kemaksiatan itu.<br />
5.	Kedholiman pemimpin, seperti dengan merampas harta rakyat tanpa hak, menyiksa mereka, membebani mereka dengan hal yang tidak mampu mereka pikul, dan lain-lain.<br />
Ketiga bentuk pertama merupakan kekafiran besar. Pelakunya murtad dari Islam. Sedang, kedua bentuk itu terakhir tidak termasuk kekafiran besar, meskipun secara bahasa termasuk لم يحكم بما أنزل الله. Kedua bentuk inilah yang disebut Ibnu Abbas sebagai &#8220;كفر دون كفر&#8221; .<br />
4.	Ada tiga madzhab dalam soal الحكم بغير ما أنزل الله<br />
   &#8211;Khawarij. Mereka menganggap kafir seluruh pelaku لم يحكم بما أنزل الله dalam bentuk manapun, termasuk bentuk keempat dan kelima. Dengan demikian, pelaku kemaksiatan yang sebenarnya tidak sampai pada derajat kekafiran menurut mereka telah murtad kafir; keluar dari Islam.<br />
   &#8211;Murji&#8217;ah. Mereka menganggap semua bentuk لم يحكم بما أنزل الله tidak menyebabkan pelakunya kafir besar. Semua bentuk لم يحكم بما أنزل الله hanyalah kafir kecil; sehingga menurut mereka, pelaku tasyri’, para penolak hukum Allah serta yang melazimi selain hukum Allah tidaklah keluar dari Islam.<br />
   &#8211;Ahlus Sunnah. Dalam pandangan mereka, pelaku bentuk satu, dua, dan tiga adalah orang kafir murtad, sedang pelaku bentuk keempat dan kelima hanya orang kafir dengan kufur kecil (كفر دون كفر). Inilah pendapat yang benar.</p>
<p>Pengertian ayat di atas<br />
Pengertian ayat di atas dapat dilihat pada poin-poin berikut ini:<br />
1	Kekafiran yang dimaksud dalam ayat di atas adalah kekafiran besar, sebab:<br />
	Sebagaimana yang telah disebutkan, makna-makna lafal Al-Qur’an bersifat maksimal, kalau disebutkan lafal kufur, maka yang dimaksud adalah kekafiran yang paling tinggi, yaitu kufur akbar.<br />
	Lafal الكافرون pada ayat di atas berbentuk ma’rifah dengan menggunakan kata (ال). Huruf (ال) ini adalah huruf Al Istighraqiyyah (إستغراقية ال), yang berfungsi mencakup seluruh makna kata yang ia tempati. Kata (الكافرون) di atas ditempeli Al Istighraqiyyah sehingga seluruh makna kekafiran tercakup dalam kata ini; dengan demikian kata ini tidak dapat dipahami kecuali kekafiran besar, sebab kekafiran besar sudah mencakup seluruh makna kekafiran yang lebih kecil.<br />
2	Dari segi bahasa kata لم يحكم بما أنزل الله mempunyai lima bentuk sebagaimana yang telah disebutkan. Namun, kalau kita lihat Asbabun Nuzulnya yang mengisahkan keengganan orang-orang Yahudi untuk merujuk kepada hukum Allah (silakan merujuk kepada tafsir Ibnu Katsir dalam ayat ini), akan kita pahami bahwa makna  لم يحكم بما أنزل الله adalah enggan untuk merujuk/berhukum kepada hukum Allah.<br />
3	Ucapan Ibnu ‘Abbas كفر دون كفر hanyalah dalam rangka menjawab orang-orang khawarij yang mengkafirkan pemimpin muslim yang masih berhukum kepada hukum Allah hanya karena dianggap berbuat kedholiman yang tidak sampai kepada derajat kekafiran. Ibnu ‘Abbas mengatakan bahwa perbuatan dholim seperti itu hanyalah كفر دون كفر (kafir kecil), bukan kekafiran yang menyebabkan pelakunya keluar dari Islam.<br />
4	Walhasil, makna ayat di atas adalah: siapa yang enggan atau menolak untuk merujuk/berhukum kepada hukum Allah, maka ia kafir dengan kekafiran yang besar. Lantas, bagaimana kalau ia menjadikan selain hukum Allah sebagai undang-undang?! Sudah tentu, kekafirannya dua kali lipat!</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=71&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/31/%d9%88-%d9%85%d9%86-%d9%84%d9%85-%d9%8a%d8%ad%d9%83%d9%85-%d8%a8%d9%85%d8%a7-%d8%a3%d9%86%d8%b2%d9%84-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-%d9%81%d8%a4%d9%84%d8%a6%d9%83-%d9%87%d9%85-%d8%a7%d9%84%d9%83%d8%a7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>اFATWA-FATWA ULAMA TENTANG “BERHUKUM KEPADA SELAIN HUKUM ALLAH</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/31/%d8%a7fatwa-fatwa-ulama-tentang-%e2%80%9cberhukum-kepada-selain-hukum-allah/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/31/%d8%a7fatwa-fatwa-ulama-tentang-%e2%80%9cberhukum-kepada-selain-hukum-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 00:02:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/31/%d8%a7fatwa-fatwa-ulama-tentang-%e2%80%9cberhukum-kepada-selain-hukum-allah/</guid>
		<description><![CDATA[1. Ibnul Qoyyim Beliau mengatakan dalam kitabnya &#8220;I&#8217;lamul Muwaqqi&#8217;ien&#8221; sebagai berikut . . . ثم أخبر سبحانه أن من تحاكم أو حاكم إلى غير ما جاء به الرسول فقد حكم الطاغوت وتحاكم إليه والطاغوت كل ما تجاوز به العبد حده من معبود و متبوع أو مطاع فطاغوت كل قوم من يتحاكمون إليه غير الله ورسوله [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=69&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1.	Ibnul Qoyyim<br />
Beliau mengatakan dalam kitabnya &#8220;I&#8217;lamul Muwaqqi&#8217;ien&#8221; sebagai berikut<br />
. . . ثم أخبر سبحانه أن من تحاكم أو حاكم إلى غير ما جاء به الرسول فقد حكم الطاغوت وتحاكم إليه والطاغوت كل ما تجاوز به العبد حده من معبود و متبوع أو مطاع فطاغوت كل قوم من يتحاكمون إليه غير الله ورسوله أو يعبدونه من دون الله أو يتبعونه على غير بصيرة من الله أو يطيعونه فيما لا يعلمون أنه طاعة الله&#8230;) اعلام الموقعين ، &#8220;فصل في تحريم الإفتاء في دين الله بالرأي المتضمن لمخالفة النصوص و الرأي الذي لم تشهد له النصوص بالقبول&#8221; ج 1ص 49-50(<br />
Artinya:<br />
Kemudian Allah SWT mengabari bahwa orang yang berhukum kepada selain apa yang didatangkan Rasul (hukum Allah –penj) maka sungguh ia telah menghukumi dengan thoghut dan berhukum kepadanya. Thoghut adalah setiap hal yang menyebabkan hamba melampaui batas, baik dalam bentuk sesuai yang diabdi, maupun sesuatu yang diikuti atau ditaati. (Yang disebut) thoghut suatu kaum adalah sesuatu yang mereka berhukum kepadanya selain Allah dan Rasulnya, atau mereka menyembahnya selain Allah, atau mereka mengikutinya tanpa ada keterangan dari Allah atau mereka menaatinya pada sesuatu yang tidak mereka ketahui bahwa itu adalah ketaatan kepada Allah.</p>
<p>2.	As-Sinqithi<br />
Beliau mengatakan dalam kitabnya &#8220;Adhwa&#8217;ul Bayan&#8221; setelah menyebutkan beberapa ayat yang menunjukkan kafirnya orang-orang yang berhukum kepada selain hukum Allah sebagai berikut:<br />
	&#8220;وبهذه النصوص السماوية التي ذكرنا يظهر غاية الظهور أن الذين يتبعون القوانين الوضعية التي شرعها الشيطان على ألسنة أوليائه مخالفة لما شرعه الله جل و علا على ألسنة رسله صلى الله عليه وسلم أنه لا يشك في كفرهم وشركهم إلا من طمس الله بصيرته وأعماه عن نور الوحي مثلهم &#8220;) أضواء البيان (<br />
Artinya:<br />
Dengan nash-nash samawiyah yang telah kami sebutkan ini (ayat-ayat Al-Qur’an –penj) nampaklah dengan senampak-nampaknya bahwa orang-orang yang mengikuti undang-undang buatan yang diciptakan syaithon melalui lisan para walinya, yang mana (undang-undang itu) menyelisihi apa yang Allah syari’atkan melalui lisan para rasul-Nya shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, tidak ada yang meragukan kekafiran dan kesyirikan mereka kecuali orang yang Allah hapuskan pandangannya dan Dia butakan ia dari cahaya wahyu seperti mereka.</p>
<p>3.	Abul Fida&#8217; Ibnu katsir<br />
Ibnu Katsir mengatakan dalam kitab Al-Bidayah wan Nihayah tentang orang yang berhukum kepada Ilyasiq (Yasa) sebagai berikut: </p>
<p>. . .فمن ترك الشرع المحكم المنزل على محمد ابن عبد الله خاتم الأنبياء وتحاكم إلى غيره من الشرائع المنسوخة كفر فكيف بمن تحاكم إلى الياسا وقدمها عليه؟ من فعل ذلك كفر بإجماع المسلمين) … البداية والنهاية -13/100-101(<br />
Artinya:<br />
Maka siapa yang meninggalkan syari’at muhkam (tidak mansukh) yang diturunkan atas Muhammad bin Abdullah, penutup para nabi, dan berhukum kepada selainnya berupa syari’at-syari’at yang telah dimansukh, dia kafir, lantas bagaimana dengan orang yang berhukum kepada Yasa dan mendahukannya atas Al-Qur’an? Barangsiapa yang melakukan hal itu dia kafir dengan kesepakatan kaum muslimin.</p>
<p>Ilyasiq adalah kitab hukum buatan Jengish Khan, raja orang-orang Tartar. Isinya adalah campuran undang-undang yang diambil dari berbagai macam sumber hukum; ada yang dari Islam, Yahudi, Budha serta millah-millah lainnya, dan ada yang murni ciptaan Jenghish Khan. Kitab Ilyasiq ini esensinya sama dengan undang-undang yang berlaku sekarang ini. Bahkan, kalau kita perhatikan, undang-undang sekarang ini jauh tidak lebih baik dari Ilyasiq. Bukankah kerusakan-kerusakan besar yang ada sekarang ini sumbernya adalah undang-undang jahiliyah tersebut?!</p>
<p>Dalam kitab tafsirnya pada ayat أفحكم الجاهلية يبغون, Ibnu katsir mengatakan:</p>
<p>&#8230;”فمن فعل ذلك منهم فهو كافر يجب قتاله حتى يرجع إلى حكم الله ورسوله فلا يحكم سواه في قليل ولا كثير&#8230;&#8221;<br />
Artinya:<br />
“&#8230;Maka siapa yang melakukan hal itu (berhukum kepada Ilyasiq) dari kalangan mereka, maka dia kafir wajib diperangi sampai ia kembali kepada hukum Allah dan Rasul-Nya, dan tidak berhukum kepada selainnya, sedikit atau banyak&#8230;”</p>
<p>Lalu bagaimana dengan orang yang berhukum dengan undang-undang jahiliyah saat ini? Sungguh, mereka lebih wajib diperangi sampai ia kembali kepada syari’at Islam!</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=69&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/31/%d8%a7fatwa-fatwa-ulama-tentang-%e2%80%9cberhukum-kepada-selain-hukum-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SYAHADAT La ilaha illallah</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/30/syahadat-la-ilaha-illallah/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/30/syahadat-la-ilaha-illallah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 23:50:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/30/syahadat-la-ilaha-illallah/</guid>
		<description><![CDATA[Syahadat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ merupakan sebuah pengakuan bahwa hanya Allahlah satu-satu-Nya Dzat Yang harus diabdi, tidak ada yang pantas diabdi selain-Nya. Orang yang mengucapkan لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ berarti menyatakan bahwa dirinya tidak akan mengabdi kecuali hanya kepada Allah semata; ia tidak akan tunduk kecuali hanya kepada Allah dalam segala hukum dan ketentuan-Nya; orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=68&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syahadat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ merupakan sebuah pengakuan bahwa hanya Allahlah satu-satu-Nya Dzat Yang harus diabdi, tidak ada yang pantas diabdi selain-Nya. Orang yang mengucapkan لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ berarti menyatakan bahwa dirinya tidak akan mengabdi kecuali hanya kepada Allah semata; ia tidak akan tunduk kecuali hanya kepada Allah dalam segala hukum dan ketentuan-Nya; orang seperti ini disebut orang beriman.<br />
Pengabdian kepada Allah tidak akan terwujud tatkala manusia tunduk kepada selain-Nya, tatkala masih ada undang-undang, hukum atau aturan yang bersumber dari selain Allah yang diikuti manusia. Allah baru menjadi satu-satu-Nya Dzat Yang diabdi ketika hanya hukum-Nya, syari&#8217;at-Nya, dan ketentuan-ketentuan-Nya yang berdaulat di bumi; di tengah-tengah manusia.<br />
Dalam surat An-Nisa’ ayat 60 Allah mendustakan pengakuan orang-orang yang mengaku bahwa mereka beriman kepada apa yang diturunkan kepada Rasulullah sas. (Al-Qur’an) dan apa yang diturunkan sebelumnya (kitab-kitab terdahulu), namun di saat yang sama mereka berhukum kepada thaghut, yaitu sesuatu yang diabdi selain Allah. Dengan kata lain, Allah masih menganggap mereka kafir sampai mereka meninggalkan berhukum kepada thaghut atau kafir kepadanya, dan hanya beriman kepada Allah yang wujud terpokoknya adalah berhukum hanya dengan syari’at-Nya dalam semua perkara.<br />
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِيْنَ يَزْعُمُوْنَ أَنَّهُمْ أمَنُوْا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَ مَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيْدُوْنَ أَنْ يَتَحَاكَمُوْا إِلَى الطَّاغُوْتِ وَ قَدُ أُمِرُوْا أَنْ يَكْفُرُوْا بِهِ وَ يُرِيْدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلاَلاً بَعِيْدًا<br />
Artinya:<br />
Tidakkah kau lihat orang-orang yang mengaku-mengaku bahwa mereka beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu (Al-Qur’an) dan apa yang diturunkan sebelummu (kitab-kitab terdahulu), mereka ingin berhukum kepada thaghut padahal mereka diperintah untuk kufur kepadanya. Dan syaithon ingin menyesatkan mereka dengan kesesatan yang jauh.</p>
<p>Dalam surat yang sama ayat 65 Allah bersumpah bahwa orang-orang itu tidaklah beriman sampai mereka berhukum kepada apa yang dibawa Muhammad sas., (hukum Allah/syari’at Islam), dan sampai mereka ridho, tidak merasa sempit dengan hukum itu.<br />
فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُوْنَ حَتَّى يُحَكِّمُوْكَ فِيْمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُوْا فَيْ أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَ يُسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا<br />
Artinya:<br />
Dan tidaklah, demi pemeliharamu, tidaklah mereka beriman sampai mereka berhukum kepadamu (wahai Muhammad sas.) pada apa yang mereka perselisihkan di antara mereka, kemudian mereka tidak mendapati kesempitan pada diri-diri mereka dari apa yang kau putuskan dan mereka menyerah dengan sebenar-benar penyerahan</p>
<p>Dalam surat At-Taubah Allah Ta&#8217;ala menganggap orang-orang ahli kitab telah menjadikan para pendeta dan rahib mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, bukan karena sujud dan ruku&#8217; mereka kepada para pemuka agama tersebut, bukan pula karena mereka mengadakan ibadah ritual untuk mereka, tapi hanya karena ketaatan dan kepatuhan terhadap aturan atau hukum yang mereka ciptakan dalam masalah halal-haram, lalu Allah menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang musyrik, menyekutukan Allah dengan para pendeta dan rahib itu.<br />
إِتَّخَذُوْا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُوْنِ اللهِ وَالْمَسِيْحَ بْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوْا إِلاَّ لِيَعْبُدُوْا إِلَهًا وَاحِدًا سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ (التوبة :31)<br />
Artinya:<br />
Mereka (ahli kitab) menjadikan para pendeta dan rahib mereka, serta Al-Masih bin Maryam sebagai tuhan-tuhan selain Allah, padahal mereka tidak diperintah kecuali untuk mengabdi kepada Satu Ilah (Allah), Maha Suci Dia dari apa yang mereka sekutukan.(Q.S. At-Taubah: 31)</p>
<p>‘Adi bin Hatim –waktu itu masih seorang nasrani- datang kepada Rasulullah sas. Beliau membacakan ayat ini kepadanya. Mendengar pernyataan dalam ayat ini bahwa orang-orang ahli kitab menjadikan para pendeta dan rahib mereka tuhan-tuhan selain Allah, &#8216;Adi pun membantah, &#8220;Mereka tidak mengabdi kepada para pendeta dan rahib tersebut!&#8221;. Lantas Rasulullah sas mengatakan, &#8220;Benar! Mereka mengabdi kepada para rahib dan pendeta itu. Bukankah tatkala para pendeta dan rahib itu mengharamkan barang halal atau menghalalkan barang yang haram, lantas mereka ikuti?&#8221;. &#8220;Ya&#8221;, kata &#8216;Adi. &#8220;Itulah pengabdian mereka!&#8221;, tegas beliau.<br />
Jelaslah bahwa tatkala orang-orang ahli kitab taat dan patuh kepada hukum yang dibuat para pendeta dan rahib, mereka berarti telah menjadikan para pemuka agama itu tuhan-tuhan selain Allah, mereka mengabdi para pemuka agama itu, yang karenanya  mereka dikatakan telah melakukan kesyirikan:  سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ!!<br />
Alangkah serupanya kaum muslimin sekarang ini dengan orang-orang ahli kitab itu. Kaum muslimin telah menjadikan orang-orang yang duduk di Lembaga Legistatif, para penguasa dan pemimpim, orang-orang Barat, dan nenek moyang mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah; mereka patuh kepada hukum dan undang-undang yang mereka ciptakan, tunduk kepada tradisi hasil imajinasi nenek moyang dan patuh kepada aturan orang-orang Barat!<br />
Ibnu Taimiyyah dan ulama-ulama lainnya pernah menfatwakan untuk memerangi kaum Tartar (padahal mereka shalat dan puasa), hanya karena mereka masih berhukum kepada kitab Ilyasiq buatan raja mereka; Jenghis Khan, sampai mereka berhukum kepada syari’at Islam dalam segala perkara.<br />
Yasiq, sebagaimana kata Ibnu Katsir, merupakan kitab yang berisi campuran undang-undang yang bersumber dari berbagai macam agama: Kristen, Yahudi, Islam, dan lain sebagainya, dan ada juga yang berasal dari pikiran pembuatnya sendiri; Jengish Khan. Kalau kita perhatikan, undang-undang yang berlaku di hampir seluruh negara di dunia ini sangat serupa dengan Yasiq!<br />
Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah mengatakan:<br />
فمن ترك الشرع المحكم المنزل على محمد بن عبد الله خاتم الأنبياء و تحاكم إلى غيره من الشرائع المنسوخة كفر فكيف بمن تحاكم إلى الياسا و قدمها عليه؟ من فعل ذلك كفر بإجماع المسلمين &#8230;<br />
Artinya:<br />
Maka barangsiapa yang meninggalkan sya’riat yang muhkam (syari’at Islam) yang diturunkan atas Muhammad bin Abdillah, penutup sekalian nabi, dan ia berhukum kepada selainnya, yaitu syari’at-syari’at yang dimansukh (syari’at-syari’at terdahulu), ia kafir. Maka, bagaimanakah dengan orang yang berhukum kepada Yasa (Yasiq) dan mendahulukannya atasnya (syari’at Islam)? Barangsiapa yang berbuat demikian ia kafir menurut kesepakatan kaum muslimin</p>
<p>Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir berbicara tentang berhukum kepada Yasiq, lantas mengatakan:<br />
&#8230;فمن فعل ذلك منهم فهو كافر يجب قتاله حتى يرجع إلى حكم الله ورسوله فلا يحكم سواه في قليل ولا كثير&#8230;&#8221;<br />
Artinya:<br />
Maka barangsiapa yang berbuat demikian (berhukum kepada Yasiq) dari kalangan mereka, maka dia kafir wajib diperangi sampai ia kembali kepada hukum Allah dan Rasul-Nya, lalu tidak berhukum kepada selainnya, sedikit atau banyak.<br />
Syaikh Sholih bin Fauzan mengatakan:<br />
&#8220;فمن قبل تشريعا غير تشريع اللّه فقد أشرك باللّه تعالى<br />
Artinya:<br />
Maka barangsiapa yang menerima tasyri’ (perundang-undangan) selain undang-undang (hukum/syari’at) Allah maka dia telah menyekutukan Allah)</p>
<p>Kalau kita cari dalil-dalil qoth’ie dalam Al-Qur’an serta perkataan-perkataan ulama tentang kafirnya orang yang berhukum kepada hukum yang bersumber dari selain Allah, maka sungguh terlalu banyak untuk disebutkan di sini. Maka, tidak sepantasnya kita ragu akan kekafiran dan kemurtadan orang yang tidak mau berhukum hanya kepada syari’at Allah, meskipun ia ber-KTP Islam, menjalankan sholat atau ibadah-ibadah ritual lain!</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=68&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/30/syahadat-la-ilaha-illallah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Urgensi Tema “Berhukum kepada Hukum Allah”</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/30/urgensi-tema-%e2%80%9cberhukum-kepada-hukum-allah%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/30/urgensi-tema-%e2%80%9cberhukum-kepada-hukum-allah%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 23:46:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/30/urgensi-tema-%e2%80%9cberhukum-kepada-hukum-allah%e2%80%9d/</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang memandang dengan sebelah mata pembicaraan seputar ‘berhukum dengan apa yang Allah turunkan’, apalagi kalau dikaitan dengan para penguasa sekarang yang notabene telah mencampakkan hukum Allah dari kehidupan nyata. Sebagian mereka menganggap pembicaraan seperti ini hanya akan memicu terjadinya fitnah (istilah mereka :fitnah Khuruj alal Hukkam), sehingga sebaiknya ditinggalkan saja. Sebagian lagi menganggap –dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=67&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak orang memandang dengan sebelah mata pembicaraan seputar ‘berhukum dengan apa yang Allah turunkan’, apalagi kalau dikaitan dengan para penguasa sekarang yang notabene telah mencampakkan hukum Allah dari kehidupan nyata. Sebagian mereka menganggap pembicaraan seperti ini hanya akan memicu terjadinya fitnah (istilah mereka :fitnah Khuruj alal Hukkam), sehingga sebaiknya ditinggalkan saja. Sebagian lagi menganggap –dan di antara mereka ada orang-orang yang bersemangat dalam mengamalkan sunnah-sunnah Nabi- bahwa berbicara masalah ini tidak ada manfaatnya, atau minimal tidak begitu berguna; mereka katakan “Lebih baik kita mengkaji sunnah-sunnah Nabi dan mengamalkannya; daripada bicara yang tidak begitu manfaat seperti itu; toh kalau sudah dapat kesimpulan, kita mau apa? Nggak bisa beramal kan? Lebih baik kita membahas sesuatu yang bisa diamalkan&#8230;”.<br />
Sebagian lagi mengatakan “Apa urusan penguasa yang tidak berhukum dengan hukum Allah dengan kita; biarlah mereka, toh kita masih bisa sholat, puasa dan haji…” ;Islam menurutnya hanya terbatas ibadah-ibadah ritual atau terbatas pada aspek individu saja. Masih ada ucapan-ucapan lain yang menunjukkan hilangnya ghirah terhadap agama yang semakin terpuruk ini.<br />
Selama orang muslim itu masih muslim, selama ia masih mengkhawatirkan terjadinya kerusakan dalam kehidupan dan agamanya, selama ia masih takut kalau diriya, keluarganya dan bangsanya terjatuh dalam jurang kejahiliyahan dan kekafiran, maka ia tidak akan mengingkari urgensi (pentingnya) tema seperti ini. Pengingkaran terhadap pentingnya pembahasan ini menandakan ketidakpedulian terhadap kerusakan-kerusakan besar yang menimpa agama ini, tidak adanya ghirah untuk memperjuangkan kemuliaan Islam, serta menandakan lemahnya umat dalam berpegang kepada Islam. Mengapa demikian?<br />
Sebab, penyebab utama kerusakan-kerusakan besar yang tidak lagi bisa dihitung saat ini adalah hilangnya hukum Allah dari kehidupan!! Siapakah yang menghilangkannya? Tidak lain dan tidak bukan adalah para pemerintah yang selama ini kita sangka sebagai bagian dari umat Islam!! Biang keladi inilah yang pertama kali harus disingkirkan, apabila kita ingin memperbaiki kondisi umat. Mereka harus dibinasakan apabila kita ingin mengembalikan Islam dalam kehidupan nyata.<br />
Agar dapat memperjelas betapa pentingnya tema ini, barangkali ada baiknya kita baca kesimpulan-kesimpulan ringkas dari pembahasan terhadap tema tersebut berikut ini:<br />
&#8211;Para peguasa (lembaga eksekutif) negeri-negeri muslim yang menerapakan undang-undang jahiliyah ciptaan manusia sekarang ini adalah orang-orang murtad, karena merekalah yang menjalankan undang-undang itu. Tidak ada perbedaan antara presiden, para menteri dan semua jajarannya.<br />
&#8211;Para hakim (lembaga Yudikatif) di negeri-negeri tersebut juga orang-orang murtad, karena mereka menghukumi orang yang menyimpang dari hukum ciptaan manusia dengan hukum jahiliyah yang juga produk manusia, meskipun orang itu melakukannya karena ketaatannya kepada Allah dan Rasul-Nya.<br />
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ<br />
&#8211;Orang-orang yang berhukum secara suka rela kepada pengadilan-pengadilan yang memakai undang-undang jahiliyah juga kafir, karena mereka berpaling dari hukum Allah.<br />
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا<br />
&#8211;Anggota lembaga Legistatif di negeri-negeri itu tidak kurang kafir dan murtadnya dari dua golongan di atas, sebab, merekalah pencipta undang-undang itu. Semua hukum –meskipun hukum Islam- tidaklah berlaku kecuali jika ditetapkan lembaga itu!<br />
أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ<br />
&#8211;Orang-orang yang memilih para caleg (calon legistatif) dalam pemilu juga telah keluar dari Islam. Sebab, dengan pemilihan tersebut, mereka pada hakekatnya menjadikan para caleg itu sebagai tuhan-tuhan yang merampas hak Allah untuk membuat undang-undang bagi kehidupan manusia.<br />
اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ<br />
&#8211;Para jurkam (juru kampanye) yang menghasung orang banyak untuk memilih caleg, capres, atau calon lain untuk menduduki lembaga-lembaga murtad saat ini juga telah kafir. Mereka adalah para penyeru kepada pintu-pintu Jahannam.<br />
&#8211;Para tentara dan aparat keamanan yang perannya adalah menegakkan hukum jahiliyah itu juga kafir, sebab, dengan peran seperti ini, berarti mereka berperang di jalam thoghut. Thoghut yang dimaksud adalah thoghut hukum<br />
الَّذِينَ آَمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا<br />
&#8211;Semua orang yang ikut membela dan menjadi antek serta loyalis kepada penguasa murtad di atas juga telah kafir, tidak peduli apakah mereka ini wartawan, informan, penulis atau orang-orang yang dianggap kiai dan ulama.</p>
<p>Kesimpulan-kesimpulan di atas bukan berarti pengkafiran secara ta’yin kepada setiap individu yang termasuk dalam poin-poin di atas. Ada udzur-udzur tertentu yang mungkin ada pada individu-individu itu, yang menghalangi kita untuk mengkafirkan mereka, meskipun sebab kekafiran itu ada. Orang yang bodoh dengan hakekat pemilu, misalnya, atau tidak tahu fungsi lembaga legistatif, tidak bisa dikafirkan hanya karena ia ikut-ikutan memilih seorang caleg. Begitu juga orang yang punya penafsiran sendiri dengan hakekat parlemen, sehingga ia masuk legistatif dengan tujuan menyerukan hukum Islam, atau menggagalkan sejumlah undang-undang yang kalau disahkan akan berakibat semakin besarnya pintu kerusakan, orang seperti ini tidak bisa dikafirkan, meskipun apa yang ia lakukan merupakan kesalahan besar; sebab, bagaimana mungkin orang akan menegakkan kebaikan melalui payung kekafiran? Bagaimana mungkin kita menegakkan hukum Islam melalui payung syirik demokrasi? Mustahil binti Muhall!<br />
Begitu juga orang yang berhukum kepada pengadilan jahiliyah saat ini semata-mata karena ingin menuntut haknya yang diambil orang lain, bukan karena rela kepada undang-undangnya; orang seperti itu tidak bisa dikafirkan, apalagi ada sebagian ulama setelah melakukan proses ijtihad, membolehkan hal seperti ini….<br />
Ringkasnya, tema tentang “berhukum kepada hukum Allah” merupakan tema yang sangat penting. Sebagaimana yang tampak pada kesimpulan-kesimpulan di atas, tema ini bukanlah tema yang bersifat furu’. Masalah ini adalah masalah iman dan kufur! Karena itu, alangkah naifnya apabila ada ulama’ yang menghalangi-halangi para pemuda untuk mengkaji masalah ini!<br />
Ikhwah, betapa banyak orang yang jatuh ke dalam kubang kekafiran, sementara ia tidak sadar akibat keengganannya untuk mengkaji masalah yang sangat krusial ini&#8230;.</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=67&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2009/03/30/urgensi-tema-%e2%80%9cberhukum-kepada-hukum-allah%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jual Beli dengan Allah</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/12/07/jual-beli-dengan-allah/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/12/07/jual-beli-dengan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 14:02:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآَنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ Artinya: Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang yang beriman akan jiwa dan harta mereka dengan (imbalan) bahwasannya bagi mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=62&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 27pt .0001pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:Arial;" dir="ltr"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 27pt .0001pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;color:black;" lang="AR-SA">إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآَنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ</span></strong><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" dir="rtl" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Artinya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 27pt .0001pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang yang beriman akan jiwa dan harta mereka dengan (imbalan) bahwasannya bagi mereka surga. Mereka berperang di jalan Allah lantas membunuh atau terbunuh. Ini sebagai janji yang benar dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Dan, siapa yang lebih menunaikan janjinya dari pada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang kalian lakukan itu. Dan itulah keuntungan yang besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:14pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Terdapat suatu hakekat yang terpampang dalam ayat di atas, yaitu bahwa Allah telah membeli jiwa-jiwa dan harta-harta milik orang-orang beriman dengan imbalan yang jauh lebih bernilai daripada apa yang Dia beli, yaitu Jannah ‘surga’, yang kenikmatannya, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah sas :</span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">لا عين رأت ولا أذن سمعت ولا خطر في قلب بشر</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">‘tidak pernah dilihat mata, didengar telinga dan tidak pernah terbesit pada hati seorang manusia pun’.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Apabila seseorang memeluk Islam, menggolongkan dirinya dengan kelompok orang-orang beriman, maka secara otomatis berarti ia telah menjual harta dan dirinya kepada Allah. Hal ini menunjukkan bahwa yang disebut sebagai iman adalah suatu kontrak jual beli antara pelaku keimanan, yaitu mukminun dengan Allah Ta’ala. Penjualnya adalah orang-orang beriman itu; barang yang dijual adalah jiwa-jiwa dan harta-harta mereka; pembelinya adalah Allah; bayaran atau imbalan yang diserahkan kepada sang penjual adalah surga. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Di dunia ini manusia terbagi menjadi dua: golongan beriman dan golangan kafir. Kalau yang disebut orang beriman adalah orang yang telah menjual harta dan jiwanya kepada Allah, maka yang disebut orang kafir adalah orang yang tidak mau melakukan transaksi jual beli seperti itu. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="SV">Dengan kata lain, sikap enggan atau menolak diadakannya kontrak jual beli tersebut disebut kufur (kekafiran).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Dalam seluruh jenis jual beli kita tahu, bahwa apabila pedagang telah menyerahkan barang yang ia jual kepada pembeli serta ia telah menerima bayaran darinya, dan akad jual beli itu telah dinyatakan sah, maka sejak saat itu yang berhak mengatur serta memperlakukan barang tersebut sesuai keinginannya adalah sang pembeli; penjual tidak punya hak milik atas barang itu, sehingga tidak berhak sama sekali ikut campur dalam mengaturnya kecuali jika diizinkan pemiliknya (pembeli). Demikian juga yang berlaku dalam kontrak jual beli ‘keimanan’ di atas; ketika orang-orang beriman telah menjual jiwa-jiwa dan harta-harta mereka kepada Allah, maka sejak saat itu jiwa-jiwa dan harta-harta mereka hanya berhak diatur oleh Allah semata. Tidak ada hak bagi mereka untuk ikut campur dalam pengaturan ini kecuali dengan izin Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Apabila orang masuk Islam, menyatakan keimanannya kepada Allah –yang berarti dia telah menandatangani kontrak jual beli di atas dengan Allah- namun dikemudian hari ia mengatur jiwa ataupun hartanya atau dua-duanya (kehidupannya) dengan undang-undang yang ia buat sendiri tanpa izin dari Allah, maka perbuatan ini tidak lain adalah sebuah pengkhianatan dan pelanggaran yang ia lakukan terhadap kontrak tersebut. Pengkhianatan atau sikap melanggar kontrak jual beli dengan Allah ini dalam syari’at secara tehnis disebut sebagai riddah ‘kemurtadan’; dan pelakunya disebut orang murtad. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Pengkhianatan seperti ini semakin kental apabila orang itu mengumumkan bahwa dirinya berhak membuat undang-undang sendiri dan mengatur manusia baik dalam harta dan jiwa-jiwa mereka dengan undang-undang tersebut. Ia tidak lagi mengakui Allah –Dzat yang telah membeli harta dan jiwanya dalam kontrak jual beli yang pernah ia lakukan- sebagai Dzat yang berhak mengatur kehidupannya. Orang seperti ini sangat jelas kemurtadannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Dalam negara kita ada lembaga legistatif. Itulah lembaga yang dibuat untuk menciptakan undang-undang sesuai dengan kemauan para anggotanya. Ironisnya, dalam lembaga itu ada orang-orang yang pernah menggadakan kontrak jual beli dengan Allah dengan cara mengucapkan dua kalimat syahadat! </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="SV">Mereka berserikat dengan orang-orang kafir asli dalam membuat undang-undang, lalu mengatur manusia dengan undang-undang tersebut tanpa izin dari Allah! Merekalah para pengkhianat, para perusak akad jual beli dengan Allah yang dulu telah mereka tanda tangani&#8230;Merekalah orang-orang murtad&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 27pt .0001pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">أَمْ</span></strong><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;color:black;" lang="AR-SA"> لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ . . .(الشورى: 21)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 27pt .0001pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Artinya;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 27pt .0001pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Apakah bagi mereka ada tuhan-tuhan yang menyekutui Allah, yang membuat untuk mereka undang-undang yang tidak Allah izinkan dari dien ini?</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">&#8230; (Asy-Syura: 21)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 27pt .0001pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Sikap tunduk hanya kepada hukum Allah, serta hanya mau diatur secara mutlak oleh undang-undang-Nya, serta tidak berhukum kepada peraturan lain tanpa izin-Nya, merupakan konswekuwensi mutlak dari keimanan; orang sama sekali tidak dapat dikatakan sebagai orang beriman manakala ia mengatur kehidupannya dengan hukum yang bersumber dari selain Allah, meskipun hanya dalam satu perkara saja.</span></p>
<br />Posted in aqidah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=62&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/12/07/jual-beli-dengan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Para Pewaris Iblis</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/12/07/para-pewaris-iblis/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/12/07/para-pewaris-iblis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 13:56:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[tathbiq syariat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa Iblis dinyatakan kafir serta dilaknat Allah sampai Hari Kiamat? Sementara itu, ketika Nabi Adam melakukan kemaksiatan (فعصى أدم &#8230; ) dengan cara memakan buah dari pohon larangan yang oleh Iblis dinamakan sebagai ‘Syajaratul Khuldi’, beliau tidak dikafirkan, bahkan diberi ampunan, dan dijadikan sebagai orang pilihan (rasul)? Kalau kita perhatikan ayat-ayat Al-Qur&#8217;an yang bercerita tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=58&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:26.95pt;line-height:14pt;margin:0 0 6pt 17.85pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Mengapa Iblis dinyatakan kafir serta dilaknat Allah sampai Hari Kiamat? Sementara itu, ketika Nabi Adam melakukan kemaksiatan (</span></strong><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">فعصى أدم &#8230; </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">) dengan cara memakan buah dari pohon larangan yang oleh Iblis dinamakan sebagai ‘Syajaratul Khuldi’, beliau tidak dikafirkan, bahkan diberi ampunan, dan dijadikan sebagai orang pilihan (rasul)? </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Kalau kita perhatikan ayat-ayat Al-Qur&#8217;an yang bercerita tentang Nabi Adam as dan Iblis, kita dapati bahwa ketika Allah memerintahkan iblis untuk sujud kepada Adam as sesaat setelah penciptaan beliau sempurna, secara spontan iblis menolak dan bahkan mengkritik perintah itu dengan ucapannya:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:27.85pt;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">أَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِينًا</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 27.85pt .0001pt 45pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Pantaskah aku sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 27.85pt .0001pt 45pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.15pt;margin:0 0 6pt 17.85pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Sikap menolak dan mengkritik inilah yang menyebabkan iblis digolongkan dalam kelompok orang-orang kafir (</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" dir="rtl" lang="AR-SA">(</span></strong><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">وكان من الكافرين – البقرة </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Berbeda dengan Iblis, Nabi Adam as ketika dilarang untuk memakan buah dari pohon terlarang, beliau menerima hukum tersebut dengan sikap tunduk dan patuh; beliau sama sekali tidak menolak atau mengingkarinya. Kemaksiatan yang beliau lakukan di kemudian hari, yaitu dengan memakan buah dari pohon larangan itu, semata-mata karena kelalaian dan keterpedayaan beliau dengan bisikan iblis yang terkutuk, bukan karena sikap menolak atau mengingkari larangan Allah.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Dengan demikian, dapat dibedakan antara orang yang menolak atau bahkan mengkritik hukum Allah (perintah dan larangan-Nya) dengan orang yang melakukan kemaksiatan dengan tanpa menolak atau mengkritik hukum Allah; dengan kata lain ia masih menerima dan ridho dengan hukum Allah; kemaksiatan yang ia lakukan semata-mata karena kelemahan atau tekanan hawa nafsu yang ada pada dirinya. Vonis orang yang pertama tentu saja sama dengan vonis yang dijatuhkan pada iblis, yaitu: kafir, sedang orang yang kedua tidak masuk dalam lingkup kekafiran sampai ia menolak hukum Allah atau mengingkarinya. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Di zaman kita yang penuh berbagai macam kekafiran ini, kita dapati bahwa jenis kekafiran yang sangat besar dominasinya di dunia adalah bersikap seperti sikap iblis di atas: menolak dan mengkritik hukum Allah. Hampir di seluruh negeri-negeri di atas bumi saat ini, kekuasaan negara ada di tangan para penolak serta pengingkar hukum Allah (orang-orang sekuler); rakyatnya pun tidak berbeda dengan para penguasanya. Mereka mencampakkan hukum Allah dan sebagai gantinya memberlakukan undang-undang yang mereka buat menurut akal-akal mereka yang dipenuhi hawa nafsu dan kepentingan syahwat hewani. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Apabila kita mengajak mereka untuk menerima hukum Allah, menjadikannya sebagai satu-satunya sistem dan undang-undang dalam segala aspek kehidupan, keluarlah dari mulut-mulut mereka ucapan-ucapan yang pada hakekatnya merupakan kritikan terhadap hukum Allah; mereka mengatakan bahwa hukum Allah tidak sesuai dengan tuntutan zaman modern; hukum pidana Islam sangat kejam; poligami dan hukum waris Islam adalah hukum yang tidak adil dan merugikan kaum wanita; jilbab adalah lambang keterbelakangan, dsb&#8230;dsb&#8230;</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Contoh kekafiran dalam bentuk menolak hukum Allah sangat kentara pada ucapan orang yang dianggap cendekiawan muslim (<em>sic!</em>) serta tokoh reformis berikut: &#8220;Yang saya tolak <em>not only islamic state but islamic rule</em>&#8220;</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Sungguh mereka telah melakukan apa yang telah dilakukan iblis: menolak dan mengkritik hukum Allah&#8230;. Mereka adalah para pewaris iblis! Apakah yang menghalangi kita untuk mengkafirkan mereka di saat kekafiran mereka jelas layaknya matahari di seperempat waktu siang?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Di negara kita yang notabene menganut sistem kufur demokrasi, tidak ada perbedaan antara lembaga legistatif, yudikatif atau eksekutif dalam kekafiran ini; semuanya bersatu padu untuk keluar dari Islam dalam bentuk menolak hukum Allah –disamping bentuk-bentuk kakafiran lainnya, seperti berloyal kepada orang-orang kafir-; mereka mencampakkan hukum Allah dari kehidupan. Sebagai gantinya, lembaga legistatif menciptakan undang-undang menurut otak-otak dan hawa nafsu mereka; lembaga eksekutif berperan sebagai pelaksana undang-undang ciptaan thoghut legistatif tersebut dan kadang diberi wewenang untuk membuat sendiri peraturan-peraturan; sementara itu, lembaga yudikatif berperan untuk mengadili orang-orang yang melanggar hukum jahiliyah itu, meskipun pelanggaran itu terjadi karena ketaatan dan ketertundukan pelakunya kepada hukum Allah. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Banyak rakyat yang hidup di negara-negara tersebut telah masuk dalam ketaatan kepada para penguasa kafir; para pemerintah yang menolak hukum Allah dan menerapkan hukum jahiliyah sebagai gantinya. Hal seperti ini bukanlah sesuatu yang aneh apabila kita tahu bahwa sejak satu abad lebih mereka menjadi korban pembodohan dan penyesatan intensif yang dilakukan orang-orang kafir salibis dan orientalis. Yang sangat aneh adalah ada sebagian orang-orang yang mengaku menganut paham salafi menganggap para penguasa thoghut kafir itu sebagai ulil amri yang wajib ditaati; selanjutnya kaum mujahidin yang berusaha merobohkan singgasana.para thoghut itu demi menegakkan hukum Allah mereka vonis sebagai teroris khawarij! Sungguh aneh binti ajaib..Orang berakal pasti yakin bahwa apa yang ada di kepala mereka bukanlah sesuatu yang orang sebut otak.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="IN">Jadilah mereka antek-antek thoghut yang paling berbahaya, sebab mereka mengenakan baju salafi ahlussunnah wal jama’ah sehingga banyak orang tertipu dengan penampilan palsu mereka. <em>La haula wala quwwata illa billah</em>!</span></strong></p>
<br />Posted in tathbiq syariat  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=58&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/12/07/para-pewaris-iblis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JIHAD</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/10/26/jihad/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/10/26/jihad/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 22:29:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[jihad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Kata al-jihad di dalam Al-Qur’an terulang sekitar tiga puluh kali. Kata al-jihad berasal dari kata juhd atau jahd. Juhd berarti mengeluarkan tenaga, usaha atau kekuatan dan jahd berarti kesungguhan dalam bekerja. Oleh karena itu, secara semantik, kata al-jihad berarti mengerahkan tenaga dan kemampuan. Komunitas masyarakat Islam menganggap jihad dalam Islam hanyalah perang. Bahkan kaum orientalis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=52&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-right:-.45pt;text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><!--[if !mso]&gt;--><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">Kata <em>al-jihad</em> di dalam Al-Qur’an terulang sekitar tiga puluh kali. Kata <em>al-jihad</em> berasal dari kata <em>juhd</em> atau <em>jahd</em>. <em>Juhd</em> berarti mengeluarkan tenaga, usaha atau kekuatan dan <em>jahd</em> berarti kesungguhan dalam bekerja. Oleh karena itu, secara semantik, kata <em>al-jihad</em> berarti mengerahkan tenaga dan kemampuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">Komunitas masyarakat Islam menganggap jihad dalam Islam hanyalah perang. Bahkan kaum orientalis melukiskan jihad adalah penyerangan yang dilancarkan pasukan bersorban, berjanggut lebat, bermata garang dengan senjata terhunus yang siap memenggal leher siapa saja yang menghalangi kehendaknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">Sesungguhnya ‘perang’ hanyalah salah satu dari beberapa pengertian jihad, dalam pengertian Imam Raqib Al-Isfahani, terhadap musuh nyata, atau menurut Ibnu Qoyyim, jihad terhadap orang-orang kafir dan munafik. ‘Perang’ dalam hal ini dapat merupakan pengertian khusus dari al-jihad yang mempunyai pengertian umum. Pengertian khusus dari kata jihad, yaitu perang, menurut Muhammad Izzah Darwazah (ahli ilmu Al-Qur’an), di dalam Al-Qur’an memang lebih banyak digunakan dari pada pengertian umum. Jihad dalam pengertian khusus ini biasanya diikuti oleh anak kalimat fi sabilillah (di jalan Allah).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:26pt;font-family:Chiller;color:red;">Dalam Terminologi Fikih</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-.45pt;text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">Ulama Madzhab Hanafi berpendapat bahwa jihad adalah dakwah kepada agama Islam dan perang melawan orang yang tidak menerima dakwah itu, baik dengan harta maupun dengan jiwa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-.45pt;text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">Ibnu Manzur berkata jihad adalah berusaha dan menghabiskan segala daya kekuatan secara maksimal, baik berupa perkataan maupun perbuatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-.45pt;text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">Ibnu Taimiyah mengartikan jihad itu pada hakikatnya ialah berusaha bersungguh-sungguh untuk menghasilkan sesuatu yang diridloi Allah dari keimanan, amal shaleh dan menolak sesuatu yang dimurkai Allah dari kekufuran, kefasikan dan kedurhakaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-.45pt;text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">Adapun menurut Sayyid Sabiq jihad berarti meluangkan segala usaha dan berupaya sekuat tenaga serta menanggung segala kesulitan di dalam memerangi musuh dan menahan agresinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-.45pt;text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">Ahmad Muhammad Al-Hufy (ahli fikih asal Mesir) mengartikan jihad dengan berperang di jalan Allah swt yang diwajibkan oleh syarak dalam rangka menghadapi orang yang memusuhi agama atau untuk mempertahankan tanah air kaum muslimin dari musuh-musuh Islam. Tanah air kaum muslimin dalam istilah fikih disebut dengan Darul Aman (negeri damai) atau Darul Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:26pt;font-family:Chiller;color:red;">Jihad/perang Modern</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-.45pt;text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">Di masa modern ini, kebencian kuffar terhadap segala atribut Islam semakin tampak. Dengan konsep ‘menghalalkan berbagai cara yang penting tujuan utama tercapai’ mereka melancarkan penyerangan-penyerangan ke dalam tubuh lawan. Muslimin telah lama menjadi target sasaran mereka<span> </span>yang akan disesatkan dan paling tidak dijauhkan dari pemahaman dinnya. Maka melalui penyusupan di segala bidang kemanusiaan mereka bergerak perlahan-lahan sehingga penyerangan mereka tak disadari oleh muslimin. Inilah perang modern. Perang modern bukan saja dengan senjata konvensional atau yang berlapis baja melainkan juga dengan senjata kimia maupun senjata ‘maya’, pemikiran dan doktrin-doktrin sesat. Perang yang dikembangkan kaum kuffar ini telah jelas digambarkan dalam Al-Qur’an </span><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">surat</span><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;"> Al-Baqarah ayat 217:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 22.1pt .0001pt 18.7pt;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">وَلاَ يَزَالُوْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوْكُمْ عَنْ دِيْنِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوْا</span><span style="font-size:26pt;line-height:150%;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 22.1pt 6pt 18.7pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kalian sampai mereka dapat mengembalikan kalian dari agama kalian (kepada kekufuran) sekiranya mereka mampu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-.45pt;text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">Dan firman-Nya dalam </span><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">surat</span><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;"> Al-Baqarah ayat 120:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 22.1pt .0001pt 18.7pt;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ اْليَهُوْدُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 22.1pt 6pt 18.7pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">“Orang-orang Yahudi dan Nashara tak akan pernah ridla darimu sampai engkau mengikuti ajaran mereka.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 22.1pt 6pt 18.7pt;"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-.45pt;text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">Dua ayat ini menunjukkan bahwa mereka akan tetap melancarkan ajaran-ajaran sesat kepada muslimin dengan berbagai cara dan di segala bidang yang penting tujuannya tercapai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-.45pt;text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">Mereka menyusup dan bergerak di bidang-bidang yang dapat merusak, menyesatkan dan menjauhkan muslimin dari nilai-nilai islami yang haqiqi. Mulai bidang intelejen, sosial, ekonomi, kebudayaan, pendidikan sampai media </span><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">massa</span><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;"> dan sebagainya. Misalnya dalam bidang kebudayaan, mereka mengeksploitasikan pakaian-pakaian mini, swimsuit, tang-top, bikini dan seabreg busana pemicu adrenalin yang dapat mempengaruhi dan merusak generasi muda Islam. Begitu pula telah banyak ditawarkan kepada mereka narkotika, mulai pil koplo, BK sampai kelas pink XTC. Targetnya, menjauhkan muslimin dari nilai-nilai islami.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-.45pt;text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">Dengan konsep dan cara seperti ini kaum kuffar berkeyakinan bahwa perang qitaal (fisik) tidak perlu dilakukan apabila tujuan sudah dapat dicapai dengan perang non qitaal. Artinya, objek/sasaran ‘tembak’ sudah dapat ditaklukkan/’terluka’ dengan perang non qitaal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:26pt;font-family:Chiller;color:red;">Islam Menolak Islam Melawan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-.45pt;text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">Muslimin sudah saatnya sadar dan saling menyadarkan bahwa perang modern yang dilancarkan kaum kuffar semakin brutal dan tak ada henti-hentinya. (Al-Baqarah: 120 &amp; 217)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-.45pt;text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">Dalam hal ini, Allah swt telah memerintahkan muslimin untuk melakukan perlawanan dan penjagaan di setiap bidang yang dapat menjadi celah masuknya invasi-invasi musuh:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 22.1pt 6pt 18.7pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 18.7pt 6pt 22.1pt;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">فَإِذَا انْسَلَخَ اْلأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوْا الْمُشْرِكِيْنَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوْهُمْ وَخُذُوْهُمْ وَاحْصُرُوْهُمْ وَاقْعُدُوْا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ فَإِنْ تَابُوْا وَأَقَامُوْا الصَّلاَةَ وَءَاتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوْا سَبِيْلَهُمْ إِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 22.1pt 6pt 18.7pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">“Apabila sudah habis bulan-bulan haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana pun kalian jumpai mereka, dan tangkaplah mereka, kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat serta menunaikan zakat maka berilah kebebasan kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Taubah: 5)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-.45pt;text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">Begitu pula firman-Nya dalam </span><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">surat</span><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;"> Ali Imran ayat 200:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 18.7pt 6pt 22.1pt;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">يَاآيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا وَرَابِطُوْا وَاتَّقُوْا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 22.1pt 6pt 18.7pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">“Wahai orang-orang yang beriman bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian serta tetaplah bersiap-siaga kemudian bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-.45pt;text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">Muslimin diperintah untuk menghadapi dan memerangi musyrikin di mana saja mereka didapatkan. Menangkap, mengepung dan melakukan penjagaan di setiap tempat penjagaan harus dilakukan untuk mencegah penyerangan mereka di setiap arah, bagian atau bidang apapun juga yang memang ada kemungkinan mereka melakukan penyerangan itu. Bersiap-siaga adalah eksistensi ini semua.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-.45pt;text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">Adanya ‘perang’ dengan tujuan pemurtadan yang disebutkan dalam ayat 217 </span><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">surat</span><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;"> Al-Baqarah itu sudah merupakan kenyataan. Maka penjagaan pada setiap bidang penjagaan seperti disuruhkan dalam ayat lain (QS. At-Taubah: 5) juga merupakan keharusan. Pengepungan dan penjagaan itu merupakan bagian dari yang pokok dan puncak, yakni qitaal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:26pt;font-family:Chiller;color:red;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:26pt;font-family:Chiller;color:red;">Jihad Sepanjang Masa</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:26pt;font-family:Chiller;color:red;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-.45pt;text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">Menilik, melihat dan memperhatikan penyerangan-penyerangan yang digencarkan barisan kuffar terhadap muslimin di seluruh aspek kehidupan tanpa henti-hentinya (QS. Al-Baqarah: 120 &amp; 217) serta mengingat sabda Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-.45pt;text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">“Tidak ada hijrah setelah Fathu Makkah, akan tetapi jihad dan niat. Dan apabila kalian diperintah untuk berangkat maka berangkatlah!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-.45pt;text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">Maka amalan jihad, bertahan, melawan dan menyerang kaum kuffar di seluruh bidang tidak hanya berlaku di zaman para Nabi dan tidak pula hanya dilaksanakan di masa para sahabat saja, akan tetapi amalan jihad dalam rangka membela dan menegakkan kalimat Allah harus tetap berlaku dan dilaksanakan di sepanjang masa. Selagi masih ada orang beriman, masih ada yang kena kewajiban berjihad. Selagi masih ada orang kafir, masih ada kewajiban bagi muslimin untuk berjihad di jalan Allah. Tak terkecuali di era globalisasi seperti sekarang ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.05pt;"><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;font-weight:normal;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;">والله أعلم وعلمه أتمّ والحمد لله.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<br />Posted in jihad  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=52&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/10/26/jihad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muadz bin Amr bin Jamuh dan Muawwidz bin Afra’</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/10/26/muadz-bin-amr-bin-jamuh-dan-muawwidz-bin-afra%e2%80%99/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/10/26/muadz-bin-amr-bin-jamuh-dan-muawwidz-bin-afra%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 22:26:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Kedua pemuda yang masih belia ini mempunyai kisah hidup yang tidak pernah terpikir atau terbesit di dalam benak siapapun. Pertama adalah Muadz bin Amr bin Jamuh, usianya baru empat belas tahun. Sementara yang kedua adalah Muawwidz bin Afra’, usianya baru tiga belas tahun. Akan tetapi, dengan penuh antusias keduanya bergegas ikut serta bergabung bersama pasukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=50&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Kedua pemuda yang masih belia ini mempunyai kisah hidup yang tidak pernah terpikir atau terbesit di dalam benak siapapun. Pertama adalah Muadz bin Amr bin Jamuh, usianya baru empat belas tahun. Sementara yang kedua adalah Muawwidz bin Afra’, usianya baru tiga belas tahun. Akan tetapi, dengan penuh antusias keduanya bergegas ikut serta bergabung bersama pasukan kaum muslimin yang akan berangkat menuju lembah Badar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Kedua pemuda belia ini memiliki nasib baik karena tubuh keduanya terlihat kuat dan usianya terlihat relatif lebih dewasa. Maka Rasulullah saw. menerima keduanya masuk dalam skuad pasukan kaum muslimin yang akan berperang melawan kaum musyrikin pada perang Badar. Meskipun usia mereka masih sangat muda belia, tetapi ambisi mereka jauh lebih hebat dan lebih besar daripada ambisi para orang tua atau kaum lelaki yang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Di sini mari kita dengarkan bersama penuturan dari seorang sahabat yang mulia Abdurrahman bin Auf ra. seperti yang terdapat di dalam Shahih Al-Bukhari. Abdurrahman ra. menggambarkan sikap dan tindakan yang sangat ajaib dari kedua pemuda pemberani ini! Abdurrahman bin Auf ra. menuturkan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">“Pada perang Badar, saya berada di tengah-tengah barisan para Mujahidin. Ketika saya menoleh, ternyata di sebelah kiri dan kanan saya ada dua orang anak muda belia. Seolah-olah saya tidak bisa menjamin mereka akan selamat dalam posisi itu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Kedua pemuda belia itu adalah Muadz bin Amr bin Jamuh dan Muawwidz bin Afra’ ra. Abdurrahman bin Auf ra. sangat heran melihat keberadaan kedua anak muda belia ini di dalam sebuah peperangan yang sangat berbahaya seperti perang Badar. Abdurrahman merasa khawatir mereka tak akan mendapatkan bantuan atau pertolongan dari orang-orang di sekitar mereka berdua, disebabkan usia keduanya yang masih muda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Lalu Abdurrahman bin Auf ra. melanjutkan kisahnya dengan penuh takjub :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">“Tiba-tiba salah seorang dari kedua pemuda ini berbisik kepada saya, ‘Wahai Paman, manakah yang bernama Abu Jahal?’” Pemuda yang mengatakan hal ini adalah Muadz bin Amr bin Jamuh ra. Ia berasal dari kalangan Anshar dan dirinya belum pernah melihat Abu Jahal sebelumnya. Pertanyaan mengenai komandan pasukan kaum musyrikin, sang lalim penuh durjana di Kota Mekkah dan “Fir’aun umat ini”, menarik perhatian Abdurrahman bin Auf ra. Lantas ia pun bertanya kepada anak muda belia tadi, “Wahai anak saudaraku, apa yang hendak kamu lakukan terhadapnya?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Sang pemuda belia itu menjawab dengan jawaban yang membuat Abdurrahman bin Auf ra. tak habis pikir! Muadz bin Amr bin Jamuh ra. berkata, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">“Saya mendapat berita bahwa ia adalah orang yang pernah mencaci maki Rasulullah saw. Demi Allah yang jiwa saya dalam genggaman-Nya! Jika saya melihatnya, pupil mata saya tidak akan berkedip memandang matanya hingga salah seorang di antara kami terlebih dahulu tewas (gugur).”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Ya Allah, betapa kokoh dan kuatnya sikap anak muda belia ini! Seorang anak muda belia yang tinggal di Madinah Al-Munawwarah. Ketika ia mendengar bahwa ada orang yang mencaci maki baginda Rasulullah saw. Di </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">kota</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> Mekkah yang jaraknya hampir 500 km dari tempat tinggalnya, bara api kemarahan berkobar di dalam hatinya dan semangat ingin membela baginda Rasulullah saw. membara di dalam jiwanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Ia pun berikrar untuk melakukan sesuatu yang bisa membela keyakinan, harga diri dan tempat-tempat suci agamanya. Dan kesempatan itu datang kala perang berkecamuk, yakni ketika Allah swt membawa Abu Jahal menuju lembah Badar. Maka ia pun berikrar bahwa ia sendiri yang akan membunuhnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Sungguh, pemuda belia ini benar-benar bersumpah bahwa jika ia melihat Abu Jahal, maka ia tidak akan membiarkannya begitu saja hingga salah seorang dari mereka meninggal dunia. Ia tidak merasa cukup hanya dengan tercapainya cita-cita ikut serta dalam Perang Badar dan melakukan tugas mulia yang dibebankan kepadanya. Tidak merasa cukup hanya dengan memenuhi mimpinya dengan membunuh seseorang dari pasukan kaum musyrikin saja. Akan tetapi, yang menjadi ambisi utamanya, impian masa depannya, target dan tujuan hidupnya; adalah ia harus membunuh si durjana dan si lalim ini (Abu Jahal). Meskipun tebusannya, ia akan mati syahid di jalan Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Subhanallah! Sebenarnya, ia boleh saja – tidak ada orang yang akan mencelanya – berjanji kepada dirinya sendiri bahwa ia akan membunuh salah seorang dari kalangan kaum musyrikin dan menyerahkan urusan membunuh komandan pasukan kaum musyrikin yang lalim ini kepada salah seorang pahlawan Islam terkemuka, atau salah seorang ahli perang yang sudah diketahui kemampuan dan kemahirannya dalam bertempur. Akan tetapi, ambisi dan obsesi utamanya<span> </span>laksana ingin sampai ke puncak bangunan yang tinggi menjulang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Tentunya, hal ini bukan satu sikap yang biasa. Ini adalah satu sikap yang benar-benar menakjubkan. Bahkan Abdurrah-man bin Auf ra. sendiri menuturkan, “Saya pun merasa takjub akan hal itu.” Namun rasa takjub dan keheranan Abdurrahman bin Auf ra. belum berhenti sampai di situ. Muadz bin Amr bin Jamuh ra. bukan satu-satunya anak muda belia yang jarang ditemukan di tengah-tengah barisan pasukan kaum muslimin. Ia punya teman sejawat yang saleh dan seusia atau sedikit lebih muda darinya. Anak muda ini juga bersaing dengannya dalam hal yang sama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Abdurrahman bin Auf ra. menuturkan, “Seorang pemuda belia yang lain (Muawwidz bin Afra’ ra.) menghentak saya dan mengatakan hal yang serupa.” Lalu Abdrurahman melanjutkan kisahnya, “Tiba-tiba saja saya melihat Abu Jahal berjalan di tengah-tengah kerumunan orang ramai. Saya berkata, “Tidakkah kalian melihat orang itu ia adalah orang yang baru saja kalian tanyakan kepadaku!” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Melihat Abu Jahal, darah amarah kedua pahlawan belia ini pun membara. Tekad bulat mereka semakin mantap untuk merealisasikan tugas yang sangat mulia, yang senantiasa bergeliat dalam mimpi dan benak pikiran meraka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Sekarang, mari kita simak bersama penuturan Muadz bin Amr bin Jamuh ra. ketika ia menggambarkan situasi yang sangat menakjubkan tersebut, seperti yang terdapat dalam riwayat Ibnu Ishaq dan di dalam kitab Ath-Thabaqat karya Ibnu Sa’ad. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Muadz bin Amr bin Jamuh ra. menuturkan, “Saya mendengar kaum musyrikin mengatakan, ‘tidak seorang pun dari pasukan kaum muslimin yang dapat menyentuh Al-Hakam (Abu Jahal)’.”<span> </span>Saat itu , Abu Jahal berada di tengah-tengah kawalan ketat laksana pohon yang rindang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Abu Jahal, sang komandan terkemuka dari bangsa Quraisy datang dalam iring-iringan para algojo dan orang-orang kuat laksana hutan lebat. Mereka melindungi dan membelanya. Ia adalah simbol kekufuran dan komandan pasukan perang, sehingga sudah pasti jika pasukan batalyon terkuat di </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">kota</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> Mekkah dikerahkan untuk melindungi dan membelanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Di samping itu, kaum musyrikin juga saling menyerukan, “Waspadalah, jangan sampai pemimpin dan komandan kita (Abu Jahal) terbunuh!” Mereka mengatakan, “Tidak seorang pun musuh yang dapat menyentuh Abul-Hakam (Abu Jahal)!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Meskipun Abu Jahal dilindungi sedemikian rupa dan pengawalannya begitu ketat, namun hal itu tak menghalangi Muadz bin Amr bin Jamuh ra. untuk tetap membulatkan tekadnya, melaksanakan tugasnya, serta merealisasikan cita-cita suci di dalam hidupnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Muadz bin Amr bin Jamuh ra. menuturkan, “Ketika saya mendengarkan perkataan itu, saya pun semakin membulatkan tekad. Saya memfokuskan diri untuk mendekatinya. Ketika tiba waktunya, saya langsung menghampirinya dan memukulkan pedang kepadanya hingga setengah kakinya (betis) terputus.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Subhanallah! Hanya satu sabetan pedang dari tangan anak muda belia ini, betis seorang lelaki putus dalam sekejap.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Tanyakanlah kepada para dokter atau tim medis yang pernah melakukan operasi pemotongan, betapa sulitnya melakukan hal tersebut! Coba<span> </span>pula tanyakan kepada para pahlawan dan ahli perang yang bergelut di </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">medan</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> pertempuran yang dahsyat, betapa sangat sulitnya hal itu dilakukan!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Wahai generasi muda Islam! Apa sebenarnya yang kita bahas sekarang? Apakah kita berbicara mengenai tingkatan kepahlawanan dalam perang yang ideal? Ataukah gambaran keberanian yang sangat fantastis? Ataukah seni keahlian perang yang paling indah? Ataukah kekuatan tenaga? Ataukah ketajaman daya pikir dan isting? Ataukah kejujuran dalam berjihad, niat yang ikhlas, dan keinginan yang kuat? Ataukah sebelum semua itu, dan yang paling penting kita bicarakan adalah tentang taufik (pertolongan) Allah azza wa jalla kepada para mujahidin di jalan-Nya. Allah azza wa jalla berfirman :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا .</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 27pt 6pt;"><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (Al-Ankabut : 69)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Wahai generasi muda Islam! Pemuda belia ini baru berusia empat belas tahun. Dirinya mampu memotong betis Abu Jahal hanya dengan satu pukulan saja. Padahal Abu Jahal berada dalam perlindungan dan pengawalan yang sangat ketat dari pasukan kaum musyrikin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Ia benar-benar telah merealisasikan mimpinya selama ini. Hati sanubarinya terasa damai, dan ia telah berhasil membalas dendam kesumatnya demi Rasulullah saw. Akan tetapi, apakah semua itu dilakukan begitu saja tanpa pengorbanan?!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Hal itu sangat mustahil! Tentunya taruhannya harus ditebus dengan darah. Sebab, pohon kejayaan dan kemuliaan tidak akan tumbuh berkembang selain dengan darah-darah para Mujahidin dan Syuhada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Muadz bin Amr bin Jamuh ra. menuturkan, “Pada perang itu (Badar), anaknya (Abu Jahal), Ikrimah -pada waktu itu ia masih musyrik – menebas lengan saya dengan pedangnya hingga hampir terputus dan hanya bergantung pada kulitnya saja.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Tangan pemuda belia itu hampir terpisah dari tubuhnya, hanya bergantung pada kulitnya saja. Muadz bin Amr bin Jamuh ra. kehilangan lengan tangannya di jalan Allah!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Namun di atas semua itu, berputus asakah ia? Menyesalkah ia? Apakah ia merasa bahwa ia telah melakukan tindakan yang salah? Apakah ia berharap, seandainya ia tidak ikut dalam </span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">medan</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> perang serta hidup dengan selamat dan damai di Madinah, sehingga dirinya terhindar dari luka penderitaan, dan cacat?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Wahai generasi muda Islam! Semua itu sedikit pun tak pernah terbesit dalam benaknya. Justru yang menjadi ambisinya pada saat-saat seperti ini adalah ia harus meneruskan perjalanan jihadnya di jalan Allah Ta’ala. Sebab, masih banyak musuh yang memerangi umat islam dan orang-oarng ikhlas harus segera membela dan berjuang meskipun hanya dengan satu tangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Muadz bin Amr bin Jamuh ra. melanjutkan kisahnya, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">“Pada hari itu, saya benar-benar berperang seharian penuh. Tangan saya yang hampir putus itu hanya bergelantungan di belakang. Dan ketika ia menyulitkan saya, saya pun menginjaknya dengan kaki, lalu saya menariknya hingga tangan saya terputus.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Ia justru memisahkan tangan dari jasadnya agar bisa mengobarkan jihad dengan bebas dan leluasa!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Subhanallah! Lantas, di mana teman pesaingnya untuk membunuh si durjana dan si lalim kelas kakap itu? Di mana Muawwidz bin Afra’ ra.?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Mari kita simak bersama penuturan Muadz bin Amr bin Jamuh ra. tentang teman pesaingnya ini :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">“</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Lalu Muawwidz bin Afra’ ra. melintas di hadapan Abu Jahal yang sedang terluka parah, kemudian ia pun menebasnya dengan pedang. Kemudian membiarkannya dalam keadaan tersengal-sengal dengan nafas terakhirnya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Maksudnya, Muawwidz bin Afra’ ra. juga berhasil merealisasikan tujuan dan cita-citanya. Ia menebas Abu Jahal dengan pedang di kala ia berada di tengah-tengah kerumunan para pengawal dan pelindungnya. Namun, ia berhasil memukul Abu Jahal hingga membuatnya terjungkal ke tanah seperti orang yang tak berdaya, tetapi ia masih mempunyai sisa-sisa nafas terakhir. Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa Abdullah bin Mas’ud datang untuk menghabisi nyawa Abu Jahal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Demikianlah keadaaannya. Kedua pahlawan cilik ini berlomba-lomba dan bersaing untuk menghabisi si durjana, yang pada akhirnya mereka mendapat nilai seri!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Coba perhatikan! Dalam rangka apa mereka bersaing?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Lantas keduanya datang menjumpai Rasulullah saw. Masing-masing mengatakan, “Saya telah membunuh Abu Jahal, wahai Rasulullah!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Maka Rasulullah saw. bertanya kepada mereka berdua –sebagaimana yang terdapat di dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim, “Apakah kalian telah menghapus (bercak darah yang menempel pada) pedang kalian?“ mereka berdua menjawab, “Belum.” Maka beliau melihat kedua pedang pahlawan cilik tersebut. Lantas beliau bersabda, “Kalian berdua telah membunuhnya.” Rasulullah saw. Menyimpulkan bahwa kedua pahlawan-<span> </span>belia itu memperoleh nilai yang sama dan seri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Subhanallah! Apakah sampai di sini saja kisah kepahlawanan kedua pemuda belia ini? Belum, wahai generasi muda Islam! Namun, kisah mereka masih terus berlanjut pada babak berikutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Kita telah menyaksikan bahwa Muadz bin Amr bin Jamuh ra. harus rela kehilangan tangannya sebagai harga mati dari perjuangan, kejujuran, dan kebulatan tekadnya. Lantas apa yang telah dipersembahkan oleh Muawwidz bin Afra’ ra.? Muawwidz ra. telah mempersembahkan seluruh jiwanya. Sehingga ia memperoleh mati syahid di jalan Allah!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pahlawan tangguh yang masih muda belia ini – usianya baru 13 tahun – terus melanjutkan petualangan jihad dan perjuangannya setelah ia mempersembahkan perjuangan yang sangat berharga hingga terbunuhnya Abu Jahal. Akan tetapi, ia tidak merasa puas hanya dengan perjuangan sebatas itu. Meskipun hasilnya bisa dibanggakan, namun ia terus berjuang dan maju menerjang musuh hingga memperoleh mati syahid di jalan Allah, yang padahal usianya masih sangat muda belia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Wahai generasi muda, biginilah simbol kejayaan dan kemuliaan! Dan beginilah persaingan yang hakiki. Allah Azza wa Jalla berfirman : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَفِيْ ذلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُوْنَ</span></strong><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:Arial;" lang="AR-SA"> .</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 27pt 6pt;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">“Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” (Al-Muthoffifin : 26***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Arial;">(Nukilan dari kitab Menjadi Pemuda Peka Zaman karya Dr. Raghib As-Sirjani. hal. 36 &#8211; 45)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"><span> </span></span></p>
<br />Posted in kisah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=50&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/10/26/muadz-bin-amr-bin-jamuh-dan-muawwidz-bin-afra%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TUJUAN DAN LATAR BELAKANG JIHAD SERTA HUKUMNYA</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/25/tujuan-dan-latar-belakang-jihad-serta-hukumnya/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/25/tujuan-dan-latar-belakang-jihad-serta-hukumnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 23:50:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[TUJUAN DAN LATAR BELAKANG JIHAD SERTA HUKUMNYA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[LATAR BELAKANG DAN TUJUAN JIHAD Dalam berdakwah seseorang tidak akan begitu saja berjalan mulus dalam misi dakwahnya dan langsung diterima oleh manusia pada umumnya. Seorang dai yang benar-benar menyeru manusia kepada Aqidah Islamiyah dan berasaskan Millah Ibrahim, mau tidak mau akan menemui duri yang menghambat dakwahnya. Ini merupakan tabiat jalan dakwah yang dilalui oleh nabi-nabi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=43&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--><strong><br />
</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">LATAR BELAKANG DAN TUJUAN JIHAD</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong>Dalam berdakwah seseorang tidak akan begitu saja berjalan mulus dalam misi dakwahnya dan langsung diterima oleh manusia pada umumnya. Seorang dai yang benar-benar menyeru manusia kepada Aqidah Islamiyah dan berasaskan <em>Millah Ibrahim, </em>mau tidak mau akan menemui duri yang menghambat dakwahnya. Ini merupakan tabiat jalan dakwah yang dilalui oleh nabi-nabi terdahulu termasuk juga nabi Muhammad saw. serta para sahabat beliau.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong>Pro dan kontra adalah hal yang biasa terjadi dalam kehidupan sosial manusia. Begitulah respon manusia terhadap dakwah Islamiyah ini. Dari kalangan mereka ada yang memberikan respon positif terhadap dakwah Islamiyah, artinya mereka pro atau setuju dan mau menerima sepenuhnya secara terbuka dan ada juga yang hanya sebagian.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;"><strong>Di satu sisi ada yang memberikan respon negatif terhadap dakwah Islamiyah yaitu mereka yang kontra atau menolak serta tidak mau menerimanya. Lebih parah lagi ada yang menentang keras adanya dakwah Islamiyah. Bahkan terkadang mereka juga selalu berusaha menghentikan laju dakwah Islamiyah ini. Belum puas dengan itu mereka akan mencoba menghancurkan gerakan dakwah ini serta menumpas habis para pengikutnya termasuk para dainya. Dan inilah realita yang terjadi sejak zaman para nabi terdahulu hingga sekarang.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong>Hal ini menjadi kendala dalam kelancaran laju dakwah Islamiyah. Islam tidak akan mudah tersebar kalau orang-orang itu masih bercokol di muka bumi ini. Daulah Islamiyah tidak akan tegak dan Aqidah Islamiyah tidak akan tertanam dalam diri tiap manusia kalau orang-orang macam mereka masih tetap berusaha menghentikannya. Inilah latar belakang yang memunculkan sebuah gerakan untuk menopang serta menyokong dakwah Islamiyah agar tetap melaju mulus di atas asas <em>Millah Ibrahim </em>yaitu Al-Jihad.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong>Dengan kata lain Jihad adalah sebuah gerakan untuk membasmi segala sesuatu yang menghalangi kelangsungan dakwah Islamiyah. Jadi jelas bahwa tujuan jihad bukan untuk main-main atau hal yang sia-sia belaka. Hal-hal yang menghambat atau menghalangi dakwah di zaman sekarang ini tidak hanya muncul dari kalangan orang-orang yang terang-terangan mengaku sebagai golongan kafir, tapi juga muncul dari kalangan orang-orang yang mengklaim dirinya sebagai pemeluk agama Islam. Mereka semua adalah musuh yang harus diberantas, meskipun mereka menggunakan nama Islam untuk menjustifikasi sikap permusuhan mereka terhadap dakwah islamiyah. Aksi mereka biasanya berupa penyebaran ajaran-ajaran sesat dan mengklaim bahwa ajaran itu datang dari agama Islam. Inilah fakta hingga hari ini. Ketahuilah bahwa orang-orang seperti inilah sebenar-benar musuh Islam.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 27pt .0001pt 90pt;"><strong><em>“Mereka itu adalah musuh maka waspadailah mereka. Mudah-mudahan Allah melaknat mereka. Bagaimana mungkin mereka bisa dipalingkan (dari jalan yang benar).”</em> (Qs. Al-Munafiqun : 4)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong>Usaha thaghut dan para antek-anteknya untuk menghambat dakwah tidak hanya berupa sikap penentangan mereka terhadap dakwah islamiyah secara langsung, tetapi terkadang juga dalam bentuk menghalangi manusia untuk mendengarkan dakwah ini. Salah satu metode yang mereka pakai adalah penyebaran doktrin-doktrin untuk menolak ajaran Islam yang benar. Karena itulah jihad disyariátkan untuk menghilangkan orang-orang itu demi kelangsungan dakwah yang mulia ini.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">URGENSI I’DAD </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong>Jihad bukan sesuatu pekerjaan yang mudah. Tidak semua orang dapat masuk barisan para mujahidin di medan-medan pertempuran. Hanya orang-orang yang benar-benar siap berjihad membela agama Allahlah yang bisa berbaris bersama para mujahidin. Karenanya sebelum ikut jihad seseorang diharuskan melakukan I’dad (persiapan), baik I’dad fisik maupun mental.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;"><strong>Tujuan I’dad adalah untuk mencetak seorang mujahid sejati yang siap tempur di medan perang kapan saja. Karena para ulama telah membuat kriteria-kriteria tersendiri sebagai syarat yang harus dipenuhi untuk terjun ke medan jihad. Kuat fisik dan mental yang didasari iman adalah kriteria terpokok. Kriteria ini mustahil dimiliki muhahid kecuali apabila terlebih dahulu ia melakukan I’dad.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">HUKUM JIHAD</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong>Ulama bersepakat bahwa jihad hukumnya fardlu kifayah. Namun, jihad bisa menjadi fardlu ‘ain dalam salah satu kondisi di bawah ini. Tidak ada seorang pun yang diberi keringanan untuk meninggalkan jihad pada kondisi-kondisi itu kecuali karena udzur syaríe. (Lihat Q.S. At-Taubah: …)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>a.<span style="font-family:&quot;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span dir="ltr"><span> </span>Apabila amir/pemimpin menyuruh untuk berangkat jihad. Dalam kondisi ini setiap orang yang diperintah oleh amir wajib berjihad. Termasuk bab ini, orang yang punya keahlian tertentu yang dibutuhkan dalam jihad, sementara yang lainnya tidak memilikinya.</span></strong><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>b.<span style="font-family:&quot;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span dir="ltr">Apabila Amir terjun langsung ke </span>medan perang. Semua orang muslim wajib ikut bersamanya, kecuali para wanita.</strong><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>c.<span style="font-family:&quot;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span dir="ltr"><span> </span>Apabila musuh telah meyerbu dan menduduki tanah air muslimin. </span></strong><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>d.<span style="font-family:&quot;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span dir="ltr">Apabila bertemu musuh di </span>medan perang. Setiap orang yang menemui kondisi seperti ini harus berperang dan tidak boleh mundur.</strong><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong>Saat ini para thaghut kafir telah menguasai negeri-negeri muslimin dalam wujud memberlakukan sistem dan undang-undang jahiliyah atas mereka. Maka, tidak ragu lagi hukum jihad di negeri-negeri itu wajib bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun wanita sesuai dengan kemampuan masing-masing. Meninggalkan jihad pada hari ini berdosa kecuali karena udzur syaríe.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:63pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong>Di antara udzur syar’ie adalah apabila seorang dalam keadaan lemah yang sama sekali tidak memungkinkan untuk mengadakan perlawanan dengan hasil positif terhadap para thoghut itu. Walaupun demikian muslimin tetap harus melakukan I’dad untuk menghasilkan sebuah kekuatan. Apabila kekuatan kaum muslimin telah terbentuk dalam batas minimal yang masuk akal, jihad tidak boleh ditunda lagi. Sebab, hanya jihadlah yang mampu membuat nasib kaum muslimin menjadi lebih baik dan melepaskan mereka dari cengkeraman para thoghut durjana itu.*** [AF]</strong></p>
<br />Posted in dakwah, jihad Tagged: TUJUAN DAN LATAR BELAKANG JIHAD SERTA HUKUMNYA <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=43&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/25/tujuan-dan-latar-belakang-jihad-serta-hukumnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEANEHAN ISLAM</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/25/keanehan-islam/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/25/keanehan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 23:44:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[fikroh]]></category>
		<category><![CDATA[KEANEHAN ISLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[بدأ الإسلام غريبا وسيعود غريبا كما بدأ فطوبى للغرباء Islam datang pada mulanya sebagai hal yang aneh, dan ia akan kembali sebagaimana pada mulanya. Maka beruntungkah orang-orang yang aneh. Disaat kejahiliyahan tengah menyelimuti seluruh penjuru dunia pada abad tujuh masehi, muncullah Al-Islam di tengah-tengah masyarakat Quraisy yang paganis, agama tersebut amat aneh bagi mereka, baik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=40&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:center;text-indent:36pt;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 3.35pt .0001pt 36pt;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">بدأ الإسلام غريبا وسيعود غريبا كما بدأ فطوبى للغرباء</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 39.35pt .0001pt 72pt;" align="center"><strong><span style="font-family:Arial;">Islam datang pada mulanya sebagai hal yang aneh, dan ia akan kembali sebagaimana pada mulanya. Maka beruntungkah orang-orang yang aneh.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:center;text-indent:36pt;" align="center"><strong><span style="font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong><span style="font-family:Arial;">Disaat kejahiliyahan tengah menyelimuti seluruh penjuru dunia pada abad tujuh masehi, muncullah Al-Islam di tengah-tengah masyarakat Quraisy yang paganis, agama tersebut amat aneh bagi mereka, baik dari segi konsepsi kepercayaannya, maupun wujud gerakannya di alam nyata. Namun setelah perjuangan hebat yang dipikul “orang-orang aneh” generasi awal, Islam tidak lagi merupakan barang aneh. Ia menjadi agama Jazirah Arab, Mesir, Iraq, Syam dan belahan-belahan dunia lain. Ia menjadi satu-satunya agama yang paling unggul di dunia.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong><span style="font-family:Arial;">Empat belas abad kemudian, tepatnya abad ke 20 dan berlanjut sampai abad ke 21, Islam<span> </span>kembali menjadi barang yang aneh. Pada abad tersebut orang-orang yang menamakan diri mereka sebagai “orang muslim” jumlahnya berjuta-juta. Tetapi Islam adalah hal yang sangat aneh bagi mereka! Bukanlah namanya yang aneh, tapi konsepsi dan wujudnya yang hidup di alam nyata. Benarlah kata Rosul <em>sallallahu ’alaihi wa sallam</em><span> </span>“dan ia akan kembali aneh sebagaimana pada mulanya”.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong><span style="font-family:Arial;">Disaat para manusia termasuk para pengaku Islam memuji-muji demokrasi, menganggapnya sebagai satu-satunya sistem yang baik, Islam datang sebagai hal yang aneh. Ia menyatakan bahwa demokrasi itu syirik besar yang menyebabkan pelakunya dihukumi sebagai orang kafir atau murtad. Islam memiliki ajaran terpokok bahwa hanya Alloh yang pantas diabdi. Pengabdian kepada selain Alloh dalam bentuk apapun, termasuk mengakui secara mutlak kedaulatan rakyat, menerima hukum mereka atau mayoritas mereka, baik secara langsung melalui pemilu maupun melalui wakil-wakil mereka di majelis legistatif (semisal MPR) dengan mengorbankan syari’at Allah, adalah kekafiran dan kesyirikan. Pelakunya berstatus kafir atau murtad<span style="color:#3366ff;"> </span>meskipun dia masih sholat, puasa, dan mengatakan “aku muslim”.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong><span style="font-family:Arial;">Disaat orang-orang memuji-muji pancasila, menganggap sakral undang-undang 45, tunduk kepada hukum buatan para thoghut legistatif, Islam datang sebagai hal yang aneh. Ia mengajarkan bahwa tunduk kepada hukum Alloh saja, menjadikan Islam sebagai satu-satunya ideologi dan falsafat dalam kehidupan adalah konsekwensi mutlak dari syahadat </span></strong><strong><span style="font-family:Arial;">لا إله إلا الله</span><span style="font-family:Arial;">. Orang yang berideologi jahiliyyah semisal pancasila, menjadikannya sebagai asas dan falsafat negara atau tunduk kepada hukum ciptaan manusia, adalah manusia kafir meskipun pernah haji dan ber-KTP islam.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong><span style="font-family:Arial;">Di saat mayoritas umat yang mengaku sebagai muslimin berloyal kepada orang-orang kafir, mencintai dan bersikap lunak kepada mereka, menghormati dan bertoleransi dengan kebatilan mereka, dengan mendengung-ndengunkan “Islam cinta damai”, “Islam anti peperangan”, dsb, dsb. Dengan kelakuan inI, mereka merasa telah ‘mengharumkan’ nama Islam di hadapan ‘masyarakat dunia’. Ternyata, Islam justru datang dengan sesuatu yang sangat aneh, berseberangan dengan apa yang mereka dengung-dengungkan. Ia mengajarkan sikap berlepas diri dan keras kepada orang-orang kafir dan kebatilan mereka. Bahkan, ia menyuruh pemeluknya untuk berjihad melawan mereka! Inilah Islam yang harum, meskipun tidak akan pernah bisa dicium orang-orang yang hati mereka berpenyakit.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong><span style="font-family:Arial;">Mayoritas penguasa, politikus, kaum muda-mudi, para pengarang, novelis, redaktur penyiar radio, televisi, para penulis skerario film, artis, dan seniman pada zaman ini hidup dalam lumpur jahiliyyah. Dari lumpur yang kotor itulah, mereka menengak kenikmatan dan keuntungan duniawi. Tentu saja sepanjang nafsu kesenangan duniawi yang mereka ikuti, mereka selamanya tak pernah keluar dari jahiliyah tersebut. Islam pun datang sebagai hal yang aneh sekaligus dibenci bagi mereka. Ia menginginkan mereka untuk naik ke puncak keimanan, dengan mengesampingkan kesenangan hewani, sesuatu yang sudah sangat biasa mereka rasakan dan menyatu dalam jiwa-jiwa mereka.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong><span style="font-family:Arial;">Sebagai barang yang aneh, Islam tentu dibenci. Para pengikut agama yang aneh ini tentu hidup dalam keadaan tertekan di tengah-tengah kejahiliyahan yang sedang mencengkramkan kuku-kukunya di seluruh permukaan bumi. Mereka dicerca, ditindas, diintimidasi, dicap teroris, dipenjara, dibunuh. ..dimana-mana mereka diburu..</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong><span style="font-family:Arial;">Tetapi, “thuba lilghuroba’”! Beruntunglah orang–orang yang aneh. Mereka tidak menunggu kecuali satu diantara dua hal yang baik: kemenangan atas orang-orang yang menganggap mereka aneh atau kesyahidan di tangan orang-orang jahiliyyah itu. (HR)<span> </span><span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong><span style="font-family:Arial;"><span> </span><span style="color:#339966;"><span> </span><span> </span><span> </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:36pt;"><strong><span style="font-family:Arial;color:#ff6600;"> </span></strong></p>
<br />Posted in fikroh Tagged: KEANEHAN ISLAM <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=40&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/25/keanehan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JIHAD DALAM ISLAM</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/25/jihad-dalam-islam/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/25/jihad-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 23:30:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[JIHAD DALAM ISLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Orang-orang orientalis ingin memperjelek gambaran jihad dihadapan orang-orang Islam, mereka mengatakan bahwa jihad dalam Islam merupakan alat untuk memaksa manusia agar memeluk Aqidah Islamiyyah. Dengan kata lain, menurut mereka penyebaran Islam dilakukan dengan pemaksaan dan tekanan, .bukan dengan persuasi dan pemikiran. Kaum orientalis itu adalah pendusta. Mereka sebenarnya tahu, bahwa jihad tidak bertujuan memaksa orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=35&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--> <strong><br />
</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><span style="font-family:Arial;">Orang-orang orientalis ingin memperjelek gambaran jihad dihadapan orang-orang Islam, mereka mengatakan bahwa jihad dalam Islam merupakan alat untuk memaksa manusia agar memeluk Aqidah Islamiyyah. Dengan kata lain, menurut mereka penyebaran Islam dilakukan dengan pemaksaan dan tekanan, .bukan dengan persuasi dan pemikiran.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><span style="font-family:Arial;">Kaum orientalis itu adalah pendusta. Mereka sebenarnya tahu, bahwa jihad tidak bertujuan memaksa orang agar memeluk Islam. Pada masa–masa kejayaan Islam yang berlangsung berabad abad, banyak orang-orang yahudi dan nasrani yang hidup dengan aman di bawah naungan negara islam!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><span style="font-family:Arial;">Jihad dalam Islam tidak lain bertujuan untuk meninggikan kalimat Allah </span></strong><strong><span style="font-family:Arial;">لا إله إلا الله</span></strong><strong><span style="font-family:Arial;">, </span><span style="font-family:Arial;">bukan untuk kepentingan golongan tertentu atau dalam rangka memusnahkan seluruh orang-orang kafir, meskipun sebenarnya mereka tidak pantas hidup di bumi Allah. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><span style="font-family:Arial;">Kalimatulloh </span></strong><strong><span style="font-family:Arial;">لا إله إلا الله</span></strong><strong><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;">baru dikatakan “tinggi” apabila<span> </span>ia menjadi sistem yang mengatur kehidupan manusia di bumi ini seluruhnya. Di bawah sistem ini orang-orang non muslim diberi kebebasan untuk tetap memeluk agama mereka. Kalimat Alloh belum dikatakan “tinggi” apabila yang mengatur kehidupan manusia bukan sistem ilahi ini, melainkan sistem-sistem dan hukum-hukum jahiliyyah seperti yang ada sekarang. Misalnya sekularisme, demokrasi, pancasila, kapitalisme dan lain-lain yang semuanya adalah sanak saudara dari satu bapak, yaitu kekafiran. Karena itu jihad datang untuk meninggikan kalimat Allah dengan cara menghancurkan sistem-sistem jahiliyyah itu dan membunuh para pembela serta pengawalnya.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><strong><span style="font-family:Arial;">Jizyah yang diwajibkan atas orang-orang ahli kitab hanyalah sebagai jaminan bahwa mereka tidak akan menjadi penghalang manusia untuk merngabai kepada Alloh, disamping sebagai jaminan keamanan bagi mereka sendiri. (IM)<span> </span></span></strong></p>
<br />Posted in jihad Tagged: JIHAD DALAM ISLAM <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=35&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/25/jihad-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“HALAKAH” SAUDI ARABIA ADALAH KERAJAAN KAFIR MURTAD”</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/25/%e2%80%9chalakah%e2%80%9d-saudi-arabia-adalah-kerajaan-kafir-murtad%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/25/%e2%80%9chalakah%e2%80%9d-saudi-arabia-adalah-kerajaan-kafir-murtad%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 22:42:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[“HALAKAH” SAUDI ARABIA ADALAH KERAJAAN KAFIR MURTAD”]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Benarkah pernyatan diatas? Mayoritas umat Islam tentu menyangkal kebenaran pernyataan itu. Bagaimana tidak, di saat negara-negara kaum muslimin lainnya terang-terangan menerapkan hukum jahiliyyah, Kerajaan Saudi Arabialah yang justru menyatakan secara resmi sikap berhukumnya kepada syariat Islam. Dua tanah suci berada dibawah “penjagaannya” sehingga raja Saudi Arabia dijuluki Haamie Al-Haramain (pelindung dua tanah haram). Dananya mengalir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=22&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><font face="Arial">Benarkah pernyatan diatas? Mayoritas umat Islam tentu menyangkal kebenaran pernyataan itu. Bagaimana tidak, di saat negara-negara kaum muslimin lainnya terang-terangan menerapkan hukum jahiliyyah, Kerajaan Saudi Arabialah yang justru menyatakan secara resmi sikap berhukumnya kepada syariat Islam. Dua tanah suci berada dibawah “penjagaannya” sehingga raja Saudi Arabia dijuluki Haamie Al-Haramain (pelindung dua tanah haram). Dananya mengalir deras, membiayai jihad Aghanistan dan aktifitas–aktifitas Islam lain, baik di tingkat lokal, regional maupun internasional. Berjuta-juta mushaf Al-Qur’an ia cetak dan menyebar di negara–negara dunia. Ulama sekelas Bin Baz, Ibnu Usaimin berdiri di pihaknya. Haiah Kibaril Ulama dan Robithah Alam Islami yang merupakan organisasi Islam kelas internasional bergerak di bawah naungannya. Masuk akalkah kerajaan Saudi dikafirkan? Bukanlah suatu yang aneh apabila orang yang berani mengkafirkannya atau bahkan memeranginya di angggap sebagai Khawarij, musuh Islam dan kaum muslimin. </font></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><font face="Arial">Namun, tanpa disadari banyak orang, pada hakekatnya apa yang nampak dihadapan Umat Islam di atas ternyata tidak lain adalah tabir yang menutupi kenyataan Saudi yang sebenarnya. Syaikh Muhammad Al-Maqdisi berhasil menyingkap tabir itu dan melihat dengan sangat jelas kenyataan-kenyataan Saudi yang sebenarnya. Melalui<span> </span>bukunya “Al-Kawasyif fi Kufri Ad-Daulah As-Su`udiyyah” yang diterjemahkan dalam bahasa indonesia dengan judul ”Saudi di Mata Seorang<span> </span>Al–Qaida”, ditunjukkanlah kenyataan- kenyataan itu kepada Umat Islam dunia. </font></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><font face="Arial">Buku ”Al-Kawasyif” memaparkan secara gamblang pintu-pintu kekafiran yang dimasuki “Halakah” Saudi. Pada bab legislasi hukum misalnya, Saudi mengganti sebagian hukum Islam dengan undang-undang ciptaannya dan menerapkannya atas rakyatnya yang notabene adalah kaum muslimim. Sikap berhukumnya kepada undang-undang jahiliyyah tiungkat regional dan internasional (seperti PBB dan Mahkamah Internasionalnya) merupakan pintu kekafiran lain yang dimasuki Saudi. Bahkan, dalam aspek yang Saudi masih mempergunakan Syari’at Islam, Saudi melakukan praktik yang diskriminatif, yaitu seperti terbebasnya para pejabat pemerintahan dan para turis Barat dari jerat hukum Islam, meski terbukti sebagai pelaku tindak pidana.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><font face="Arial">Loyalitas dan kecintaan serta pembelaan Saudi kepada para thoghut di Timur dan Barat, Arab dan non Arab, khususnya A.S, adalah<span> </span>kenyataan lain yang dipaparkan dalam buku ini. Hal ini terjadi tanpa takwil, kebodohan, dan paksaan, sebagaimana yang sering diungkapkan para penjabat mereka sendiri. Sehingga, tak seorang muwahhid itu ragu akan kekafiran Saudi dari segi ini.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><font face="Arial">Disamping itu semua, masih banyak kebobrokan, kejahatan dan penyimpangan, bahkan kekafiran Saudi yang diungkapkan dalam buku ini. Permusuhannya terhadap mujahid, ulama’ dan da’i yang jujur dan ikhlas, penodaannya terhadap tanah suci, penipuannya terhadap umat, sikapnya yang melindungi berbagai macam sekte dan aliran sesat, pengabsahannya serta keterlibatannya dalam muamalah riba, pemborosan harta umat untuk membiayai keberadaan pasukan Amerika di negaranya adalah sedikit contoh dari semua itu.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><font face="Arial">Ringkasnya buku tersebut menyimpulkan bahwa Saudi keluar dari Islam dari berbagai pintu kekafiran. Sehingga pantaslah kalau mereka disebut sebagai Al-Halakah As-Su’udiyah (orang-orang binasa Saudi) dengan rajanya yang berjuluk Harrom Al-Haramain, bukan Haamie Al-Haromain.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><font face="Arial">Sayang, kenyataan di atas tidak banyak diketahui dan dipahami mayoritas Umat Islam, termasuk ulama setingkat Bin Baz dan Ibnu Utsaimin yang notabene tinggal di negara itu dan bahkan menjadi penopang Kerajaan Saudi. Tidak ada maksud berburuk sangka kepada para ulama besar dan rujukan Umat tersebut, tapi inilah kenyataannya. Sangat memprihatinkan!</font></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><font face="Arial">Akhirnya, Umat Islam semakin terpuruk dan terhinakan! Kepada Allahlah tempat mengadu. Wa ilallahil Musytaka!! </font></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:center;" align="center"><font face="Arial"> </font></p>
<br />Posted in resensi Tagged: “HALAKAH” SAUDI ARABIA ADALAH KERAJAAN KAFIR MURTAD” <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=22&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/25/%e2%80%9chalakah%e2%80%9d-saudi-arabia-adalah-kerajaan-kafir-murtad%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meski Mati Syahid Adalah Tujuan Seorang Mujahid  I’dad Tetap Menjadi Kewajiban Baginya</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/25/meski-mati-syahid-adalah-tujuan-seorang-mujahid-i%e2%80%99dad-tetap-menjadi-kewajiban-baginya/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/25/meski-mati-syahid-adalah-tujuan-seorang-mujahid-i%e2%80%99dad-tetap-menjadi-kewajiban-baginya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 22:38:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Meski Mati Syahid Adalah Tujuan Seorang Mujahid  I’dad Tetap Menjadi Kewajiban Baginya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Jihad adalah kewajiban setiap muslim pada zaman ini. Setiap kali disebutkan kata jihad secara mutlak maka maknanya adalah perang. Jihad mustahil terlaksana tanpa ada persiapan terlebih dahulu. Dan ulama telah sepakat bahwa “Kalau ada suatu hal wajib yang tidak sempurna tanpa adanya suatu hal lain, maka hal lain tersebut juga wajib.” Oleh karena itu maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=20&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 10]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> Jihad adalah kewajiban setiap muslim pada zaman ini. Setiap kali disebutkan kata jihad secara mutlak maka maknanya adalah perang. Jihad mustahil terlaksana tanpa ada persiapan terlebih dahulu. Dan ulama telah sepakat bahwa “Kalau ada suatu hal wajib yang tidak sempurna tanpa adanya suatu hal lain, maka hal lain tersebut juga wajib.” Oleh karena itu maka persiapan-persiapan untuk berjihad hukumnya WAJIB seperti hukum jihad itu sendiri. Allah swt. berfirman: “Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka.” (Al-Anfal [8] : 60)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ayat ini dengan jelas menyebutkan sebuah perintah agar muslimin mengadakan persiapan-persiapan jihadiy, dalam bentuk apapun, semampu mereka! (bukan semau mereka). Rasulullah saw. juga bersabda setelah menyebutkan ayat ini: “Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah melempar! Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah melempar! Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah melempar!” (HR. Muslim)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Oleh karena itu maka muslimin wajib menyiapkan persenjataan dan segala kebutuhan perang, di manapun mereka berada. Mereka juga harus mempersiapkan pasukan-pasukan yang akan diterjunkan ke </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">medan</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> laga. Tentara-tentara itu tidak hanya berlatih cara bertahan atas serangan musuh, tapi juga berlatih cara-cara tempur lainnya, seperti menyerang perbatasan, menghancurkan benteng maupun cara-cara bertempur di segala </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">medan</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> pertempuran. Muslimin seharusnya juga mempunyai pabrik-pabrik yang memproduksi senjata dan alat-alat perang yang ada di bumi ini. Hal ini (menurut syaikh Al-Jazairi) harus lebih dipentingkan dari sandang-pangan-papan (tempat tinggal). </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Lebih jauh Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi menyatakan bahwa:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">“Kalau ada kebijakan wajib militer, maka setiap pemuda yang menginjak usia 18 tahun wajib mengikutinya selama 1<sup>1</sup>/<sub>2</sub> tahun. Sehingga dia bisa mempelajari segala bidan peperangan (funun al-harb) dan pertempuran dengan baik. Sehingga dia akan selalu siap untuk berjihad kapanpun dibutuhkan&#8230; <sup>1</sup></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Setiap orang yang hendak pergi berjihad harus mempersiapkan fisiknya. Perang pada zaman kita kebanyakan berupa perang gerilya dan perang </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">kota</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">. Karenanya, maka ketangkasan fisik seorang mujahid sangat diperlukan untuk meringankan dan mempercepat misinya. Dengan ketangkasan fisik yang terlatih, seorang mujahid tidak akan menjadi beban atas orang lain. Selain itu, orang yang telah terlatih ketangkasan fisiknya akan selalu siap untuk terjun ke kancah pertempuran. Sehingga kita semua tahu bahwa latihan ketangkasan fisik adalah perkara yang sangat urgen bagi para calon mujahid…</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Berlatih mengoperasikan senjata (apapun) juga penting dalam persiapan jihad, baik teoritis maupun praktik. Sungguh aneh orang yang ingin berjihad melawan musuh di </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">medan</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> perang tapi tidak tahu bagaimana memegang senjata! Setiap orang yang mampu untuk belajar menembak namun tidak mempelajarinya, maka ia telah berdosa karena telah meninggalkan apa yang Allah wajibkan. Demikian pula renang dan berkuda. Renang merupakan suatu sarana ketangkasan terpenting yang menguatkan badan, sedang keterampilan berkuda akan selalu dibutuhkan sepanjang zaman… dan di manapun! <sup>2</sup></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Setiap mujahid juga harus menyiapkan mental agar tidak <em>down</em> ketika harus meninggalkan orang-orang dan segala sesuatu yang dicintai, atau bahkan kehilangan nyawanya sendiri. Mental seorang mujahid juga harus disiapkan untuk menghadapi teror selama masa interogasi (kalau tertawan…). Karena (meski tak seorang pun memimpikannya) seseorang yang sebelumnya sangat tegas bisa berbalik 180<sup>O</sup> karena tidak tahan terhadap teror dalam penjara…, atau silau terhadap kehidupan yang ditawarkan oleh musuh (<em>na’udzubillah</em>). Selain itu seorang mujahid juga harus mempunyai bekalan ilmu-ilmu syar’i agar bisa membedakan antara kawan dan lawan, karena interogasi tidak selalu dikerjakan oleh seorang sipir ganas; interogasi terkadang juga dilakukan oleh seorang santun yang<span> </span>mengaku masih beriman. Ini merupakan siasat musuh yang harus difahami mujahid manapun. <sup>3</sup></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Akhirnya, mujahid-mujahid yang telah dibekali/berbekal dengan persiapan-persiapan matang akan menjadi tentara-tentara pilihan, tentara-tentara andalan… garang di </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">medan</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">, teguh hadapi cobaan… karena itu, bagaimanapun caranya, apapun bentuknya, persiapan harus selalu ada!!!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bersiaplah Allahu Akbar…! Allahu Akbar…!***</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">[AST]</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Telaah      <em>Minhajul Muslim</em> karya Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, bab 5: <em>Mu’amalat</em>,      pasal 1 : Jihad, hal. 280-281, madah 4 : <em>fi wujub al-I’dad li al-Jihad</em>.</span></strong></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Telaah      ‘39 Cara…’ (ed Ind.) karya Syaikh Muhammad bin Ahmad As-Salim, hal.      123-140.</span></strong></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Telaah      ‘Mereka Mujahid tapi…’ (ed </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">ind</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">.) karya Syaikh Al-Maqdese. </span></strong></li>
</ol>
<br />Posted in jihad Tagged: Meski Mati Syahid Adalah Tujuan Seorang Mujahid  I’dad Tetap Menjadi Kewajiban Baginya <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=20&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/25/meski-mati-syahid-adalah-tujuan-seorang-mujahid-i%e2%80%99dad-tetap-menjadi-kewajiban-baginya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JIHAD FI SABILILLAH:PENGHILANG RINTANGAN DAKWAH</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/25/jihad-fi-sabilillahpenghilang-rintangan-dakwah/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/25/jihad-fi-sabilillahpenghilang-rintangan-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 22:35:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[JIHAD FI SABILILLAH:PENGHILANG RINTANGAN DAKWAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Tidak diragukan lagi bahwa Dakwah Islamiyah, yang bertujuan untuk menghancurkan segala bentuk jahiliyah di seluruh wilayah dunia ini akan selalu mendapat tantangan, rintangan dan hambatan dalam berbagai macam wujud. Sebab, bagaimanapun juga para thoghut tidak akan rela ditinggalkan manusia yang ingin mengabdi hanya kepada Allah, setelah sebelumnya mengabdi kepada mereka. Tentu saja, ancaman yang menghambat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=18&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Tidak diragukan lagi bahwa Dakwah Islamiyah, yang bertujuan untuk menghancurkan segala bentuk jahiliyah di seluruh wilayah dunia ini akan selalu mendapat tantangan, rintangan dan hambatan dalam berbagai macam wujud. Sebab, bagaimanapun juga para thoghut tidak akan rela ditinggalkan manusia yang ingin mengabdi hanya kepada Allah, setelah sebelumnya mengabdi kepada mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Tentu saja, ancaman yang menghambat gerak dakwah itu harus disingkirkan. Dakwah Islamiyah memerlukan suatu senjata untuk menghancurkan rintangan-rintangan itu, agar ia sampai dengan leluasa ke telinga-telinga manusia di mana pun mereka berada dan agar mereka bebas menerimanya tanpa tekanan manapun. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Untuk itulah, Allah, Yang Maha Tahu dan Bijaksana, menurunkan syari’at jihad, yang merupakan satu-satunya kekuatan yang mampu menyingkirkan hambatan-hambatan dakwah, betapapun besarnya hambatan itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Sepanjang masa, penghambat terbesar yang merintangi jalan dakwah islamiyah serta menghalangi manusia untuk menerimanya adalah berdirinya kekuasaan sistem jahiliyah. Dengan berdirinya sistem tersebut rakyat banyak sudah pasti terhalang untuk berislam, mengabdi dan menyerahkan diri kepada Allah semata. Sebab, eksistensi sistem jahiliyah itu tak lain terletak pada sikap rakyat banyak yang tunduk dan mengabdi kepada ketentuan-ketentuan yang ada pada sistem itu, baik secara suka rela maupun terpaksa. Ketentuan-ketentuan itu pasti jahiliyah karena timbul dari sistem jahiliyah. Jahiliyah hanya dapat melahirkan jahiliyah. Tidak pernah dan tidak akan terjadi hukum-hukum Islam terlahir dari sistem jahiliyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Ketika rakyat banyak tunduk kepada ketentuan-ketentuan jahiliyah itu, secara otomatis mereka terpaksa harus meninggalkan pengabdian kepada Allah semata, dalam wujud tunduk kepada kepada syari’at-Nya. Karena bagaimana pun juga, syari’at Allah sudah pasti bertolak belakang dengan ketentuan-ketentuan jahiliyah. Dengan demikian, jelaslah bahwa eksistensi sistem-sistem jahiliyah adalah hambatan terbesar dakwah islamiyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Sistem-sistem jahiliyah sekarang mungkin membiarkan orang menyebut dirinya sebagai muslim, melakukan ritual-ritual agama, bahkan menyediakan kartu identitas Islam, sebagaimana yang terjadi di Indonesia. Namun, hakekat Islam yang sebenarnya, yaitu pengabdian mutlak kepada Allah, yang wujud terpokoknya adalah tegaknya hukum-Nya (syari’at Islam) di kalangan masyarakat, tidak akan menjadi kenyataan konkrit yang hidup. Jadilah Islam sebagai nama belaka tanpa wujud yang hakiki di alam kenyataan!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Dengan demikian, agar jalan dakwah islamiyah yang bertujuan melepaskan umat manusia dari cengkeraman jahiliyah itu terbebas dari hambatan, sistem-sistem jahiliyah itu harus ditumbangkan. Tidak ada cara lain untuk itu kecuali apa yang Allah syari’atkan, yaitu jihad fi sabilillah, memerangi para penopang sistem-sistem itu serta seluruh orang yang ikut andil dalam penegakannya dan orang-orang yang membela mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Sejarah telah menyaksikan, jihad fi sabililah<span> </span>telah berhasil menumbangkan tirani adidaya Ramawi dan Persia yang merupakan penghambat terbesar dakwah islamiyah ketika itu. Sejarah pun kelak akan menyaksikan jihad fi sabilillah dapat merobohkan singgasana para thoghut pemerintahan kafir yang kekuasaannya kini sedang mencengkeram hampir seluruh wilayah dunia. Para thoghut itulah, dengan sistem-sistem jahliliyah yang mereka berlakukan, merupakan hambatan terbesar dakwah islamiyah. (AF)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<br />Posted in jihad Tagged: JIHAD FI SABILILLAH:PENGHILANG RINTANGAN DAKWAH <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=18&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/25/jihad-fi-sabilillahpenghilang-rintangan-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TABIAT JALAN DAKWAH</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/19/tabiat-jalan-dakwah/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/19/tabiat-jalan-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 22:50:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[TABIAT JALAN DAKWAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Waraqah bin Naufal pernah mengatakan kepada Rasulullah sas setelah turunnya wahyu pertama kepada beliau: لَمْ يَأْتِ رَجُلٌ قَطُّ بِمِثْلِ مَا جِئْتَ إِلاَّ عُوْدِيَ Tidaklah sama sekali datang seseorang dengan membawa seperti apa yang kau bawa melainkan pasti diusir. Apakah yang dibawa Rasulullah sas? Tidak lain adalah dakwah islamiyah. Rupanya Waraqah bin Naufal mengetahui secara yakin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=9&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:150%;margin:6pt 0 6pt 1cm;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Waraqah bin Naufal pernah mengatakan kepada Rasulullah sas setelah turunnya wahyu pertama kepada beliau:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 28.3pt .0001pt 54pt;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;">ل</span><span style="font-family:&quot;">َ</span><span style="font-family:&quot;">مْ يَأْتِ رَجُلٌ قَطُّ بِمِثْلِ مَا جِئْتَ </span><span style="font-family:&quot;">إِلاَّ</span><span style="font-family:&quot;"> عُوْدِيَ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:6pt 53.85pt .0001pt 72pt;" align="center"><strong><span style="font-size:11pt;font-weight:normal;" lang="IN">Tidaklah sama sekali datang seseorang dengan membawa seperti apa yang kau bawa melainkan pasti diusir.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:150%;margin:6pt 0 6pt 1cm;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Apakah yang dibawa Rasulullah sas? Tidak lain adalah dakwah islamiyah. Rupanya Waraqah bin Naufal mengetahui secara yakin tabiat jalan dakwah yang akan ditempuh Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Tabiat jalan inilah yang juga dipahami ‘As’ad bin Zurarah. Tatkala orang-orang orang Yatsrib ingin membaiat Rasulullah sas untuk menolong beliau dalam menjalankan misi beliau, berdirinya ‘As’ad bin Zurarah seraya berkata kepada mereka:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.25pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 1cm .0001pt 72pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-family:&quot;">رُوَيْدًا يَا أَهْلَ يَثْرِبَ</span><span dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><span style="font-family:&quot;">فَإِنَّا لَمْ نَضْرِبْ إلَيْهِ أَكْبَادَ الاِبِلِ إِلاَّ وَنَحْنُ نَعْلَمُ أَنَّهُ رَسُوْلُ اللهِ، وَإِنَّ إِخْرَاجَهُ اليَوْمَ مُنَاوَأَةٌ لِلْعَرَبِ كَافَّةً وَقَتْلَ خِيَارِكُمْ،<span> </span>وَأَنْ</span><span dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><span style="font-family:&quot;">تَعَضَّكُمُ السُّيُوْفُ.فَإِمَّا أَنْتُمْ قَوْمٌ تَصْبِرُوْنَ عَلَى ذَلِكَ فَخُذُوْهُ وَأَجْرُكُمْ عَلَى اللهِ، وَأِمَّا أَنْتُمْ قَوْمٌ تَخَاُفُوْنَ مِنْ أَنْفُسِكُمْ خِيْفَةً فَذَرُوْهُ.فَبِيْنُوْا ذَلِكَ فَهُوَ أَعْذَرُ لَكُمْ عِنْدَ اللهِ.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1cm;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN"><span> </span>Dalam lembaran-lembaran sejarah, sejak dahulu kala sampai sekarang hingga Hari Kiamat, jalan dakwah islamiyah merupakan jalan yang sukar dan penuh onak duri. Para pengusung dakwah ini selalu berhadapan dengan pengusiran, penjara, pembunuhan dan siksaan dalam segala bentuk, termasuk yang paling sadis sekalipun yang tak pernah dilakukan binatang terbuas di bumi ini. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1cm;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Ayat-ayat Al-Qur’an telah menceritakan</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">bagaimana</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN"> Nabi</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN"> Nuh, Hud, Sholeh dan para nabi lainnya dianiaya kaum mereka sendiri karena misi dakwah yang diemban para nabi itu, bagaimana pula Fir’aun dan balatentaranya membantai para mantan tukang sihir Fir’aun yang beriman kepada Musa as, bagaimana juga segolongan kaum mukminin dalam kisah <em>Ashhabul Ukhdud </em>dihukum dengan cara dilempar ke parit-parit penuh kobaran api. Rasulullah sas pun tak luput dari hal seperti ini. Karena beliau juga membawa apa yang yang mereka bawa.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1cm;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Di zaman ini, diskriminasi, pengucilan, ektradisi, pemisahan dari sanak keluarga, penodaan kehormatan, penjara, siksaan, tiang gantuang, regu tembak dan berbagai sarana penghambat dakwah lainnya, telah disediakan para penguasa thaghut yang bercokol di hampir seluruh wilayah bumi untuk orang-orang yang berani mengusung dakwah Islamiyah, membawa apa yang pernah di bawa para pengusung dakwah sebelumnya dari kalangan nabi dan rasul serta orang-orang shaleh lainnya.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1cm;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Sepanjang sejarah, sejak dulu sampai sekarang hingga hari kiamat, para thoghut tak akan pernah berdiam diri melihat gerakan dakwah islamiyah. Inilah tabiat jalan dakwah yang berlaku di setiap zaman dan tempat. Hal ini bukan karena sebab lain kecuali semata-mata keimanan dan kebenaran yang dipegang pengemban dakwah tersebut.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.25pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 1cm .0001pt 72pt;" dir="rtl"><strong><span style="font-family:&quot;">وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.25pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 1cm .0001pt 72pt;" dir="rtl"><strong><span dir="ltr"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1cm;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN"><span> </span>Apabila ada orang-orang yang menonjolkan diri sebagai pendakwah Islam, namun tidak mendapatkan rintangan yang berarti, atau bahkan hidup dengan penuh kenikmatan, padahal di hadapan mereka ada para thoghut yang memusuhi Islam dan kaum muslimin sebagaimana yang terjadi di setiap jengkal bumi saat ini, maka mereka itu pada hakekatnya belum <em>pas </em>dalam berdakwah seperti dakwah para nabi dan rasul, atau tidak membawa dakwah islamiyah yang semestinya, atau memang ia sebenarnya tersesat dari jalan yang benar, menyeru manusia kepada yang bukan petunjuk. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1cm;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Adapun orang-orang yang berdakwah justru untuk membela para thaghut penguasa, mengajak untuk berloyal kepadanya, memberi cap Islam pada pribadinya, menanggapnya sebagai ulil amri yang wajib ditaati, serta memusuhi da’i yang benar, menjulukinya sebagai khowarij, anjing neraka, hanya karena ia berlepas diri dari thaghut itu, mereka pada hakekatnya adalah kaki tangan thaghut, musuh Allah dan Rasul-Nya, bukan pendakwah islamiyah, meskipun mereka berkoar-koar sebagai <em>salafiyun, </em>pengikut manhaj salaf.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<br />Posted in dakwah Tagged: TABIAT JALAN DAKWAH <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=9&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/19/tabiat-jalan-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JAHILIYAH MODERN</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/19/jahiliyah-modern/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/19/jahiliyah-modern/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 22:48:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[jahiliyah modern]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang menyangka bahwa masa jahiliyyah telah berlalu dan tak akan kembali lagi. Dalam benak mereka, yang disebut jahiliyah adalah paganisme primitif yang dilakukan orang-orang Arab sebelum datangnya Al-Islam. Pemahaman mereka itu jelas-jelas salah. Paganisme orang-orang Arab hanyalah salah satu bentuk di antara bentuk-bentuk jahiliyah. Yang disebut jahiliyah pada hakekatnya adalah sikap keengganan untuk mengabdi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=7&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Banyak orang menyangka bahwa masa jahiliyyah telah berlalu dan tak akan kembali lagi. Dalam benak mereka, yang disebut jahiliyah adalah paganisme primitif yang dilakukan orang-orang Arab sebelum datangnya Al-Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Pemahaman mereka itu jelas-jelas salah. Paganisme orang-orang Arab hanyalah salah satu bentuk di antara bentuk-bentuk jahiliyah.<span> </span>Yang disebut jahiliyah pada hakekatnya adalah sikap keengganan untuk mengabdi kepada Allah semata, atau sikap penolakan untuk tunduk secara mutlak kepada-Nya. Jahiliyah tersebut, apapun bentuknya, memiliki beberapa ciri yang semuanya tidak lain muncul dari sikap di atas. Ciri pertama adalah pengabdian kepada selain Allah (syirik); ciri ini timbul sebagai akibat yang pasti dari keengganan untuk mengabdi kepada Allah semata. Ciri kedua adalah adanya thaghut, yaitu sesuatu yang diabdi selain Allah. Ciri ketiga adalah kepengikutan kepada hawa hafsu; ciri ini timbul karena hawa nafsulah yang bermain, tatkala manusia terlepas dari sikap tunduk dan mengabdi kepada Allah semata. Ciri keempat adalah tenggelamnya manusia jahiliyah ke dalam lumpur syahwat hewani.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Mari kita lihat masyarakat dunia modern saat ini!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Masyarakat di hampir seluruh dunia, termasuk di daerah yang disebut ‘dunia Islam’ sekarang ini, sedang dalam pengabdian kepada selain Allah (syirik)!, meskipun kadang dalam bentuk yang berbeda dengan kaum paganis arab di zaman Rasulullah sas. Kesyirikan yang paling menonjol dan banyak di puji-puji sekarang ini, baik di Barat maupun di Timur, adalah pengabdian kepada bangsa dan negara (fanatisme kedaerahan) dalam ajaran yang disebut nasionalisme. Pengabdian kepada manusia, baik yang duduk di dewan legistatif, pejabat pemerintah, para hakim, pencetus isme, pemikir maupun para pembesar suku, dalam wujud tunduk serta berhukum kepada undang-undang ciptaan mereka, menganut isme hasil imajinasi mereka atau mengikuti tradisi yang bersumber dari hawa nafsu mereka, adalah kesyirikan besar lain yang dilakukan mayoritas manusia saat ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Soal thaghut, tentu saja masyarakat tersebut tidak mungkin berlepas diri darinya, karena ia memang ada bersamaan dengan adanya pengabdian kepada selain Allah. Pengusung nasionalisme adalah thoghut. Pencipta isme pancasila dan undang-undang ‘45 serta orang-orang yang memberlakukannya adalah thaghut. Penyeru demokrasi, komunisme dan kapitalisme adalah thoghut. Para penguasa yang memerintah bukan di atas sistem ilahi adalah thoghut. Para anggota legistatif yang menciptakan undang-undang dari diri mereka adalah thaghut. Para pengawal tradisi jahiliyah adalah thaghut. Aparat penegak hukum jahiliyah juga thoghut. Ringkasnya, seluruh yang diabdi selain Allah, apapun bentuk pengabdian itu, termasuk dalam wujud ditaatinya hukum yang ia ciptakan, adalah thaghut, sama saja berasal dari orang-orang yang terang-terang mengaku kafir, maupun yang ber-KTP Islam atau mengaku-ngaku sebagai bagian dari umat Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Orang-orang yang secara suka rela tunduk dan taat kepada para thoghut itu dalam wujud mengikuti apa yang mereka syari’atkan dan tunduk kepada hukum yang mereka buat disebut sebagai orang-orang musyrik kafir!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Tentang kepengikutan kepada hawa nafsu, tentu saja hal ini tidak akan terlepas sepanjang manusia enggan tunduk dan mengabdi secara mutlak kepada Allah. Kalau kita perhatikan, sepanjang sejarah belum ada pengumbaran hawa nafsu sedahsyat yang terjadi pada abad kita ini. Tidak ada seorang pun yang menyangkal bahwa kerusakan menyeluruh yang sangat parah saat ini, baik di Barat maupun di Timur, tidak lain karena faktor tersebut!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Adapun syahwat hewani, kita saksikan fenomena menjamurnya rumah-rumah pelacuran, seks bebas, pergaulan tanpa batas antara laki-laki dan wanita, dekadensi moral serta kemerosotan akhlak, pornoaksi serta pornografi, romantisme yang menyesatkan, cinta murahan, musik-musik gombal berkedok seni, kesibukan dalam bermain api asmara dan aktivitas-aktivitas syahwati lainnya di kalangan generasi muda, bahkan kadang didapati pada golongan tua. Itu semua adalah pertanda tenggelamnya masyarakat sekarang dalam lumpur nafsu syahwat yang kotor.</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Memang, pada asalnya, syahwat merupakan naluri manusia yang memang diperlukan untuk pembangunan dunia, namun ia menjadi senjata yang sangat merusak apabila manusia tidak mengaturnya dengan hukum Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Dari sini dapat kita simpulkan bahwa masyarakat sekarang ini adalah masyarakat jahiliyah, meskipun dalam bentuk yang kurang lebih berbeda dengan jahiliyah Arab sebelum datangnya Al-Islam, bahkan, dalam beberapa kasus, malah persis sama dengannya; pemujaan kepada benda-benda mati: kuburan, pohon, keris, dll, masih bertebaran di sana-sini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Ada faktor-faktor yang membuat jahiliyah modern saat ini lebih jahat, ganas, kejam dan dahsyat daripada jahiliyah kuna!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Jahiliyah modern didasarkan oleh para pencetusnya atas apa yang<span> </span>mereka sebut ‘teori ilmiah’ yang memukau banyak orang! Darwinisme dan marxisme di antara contoh-contohnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Jahiliyah modern dilahirkan dari apa yang disebut sebagai ‘penelitian’, ‘studi’ dan berbagai macam pandangan teori! JIL adalah satu di antara ribuan pelakunya! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Jahiliyah modern timbul dari ‘kemajuan material’ yang sangat pesat, membuat orang takjub dan berbangga-bangga! Pengumbaran hawa nafsu dan syahwat hewani semakin dahsyat seiring majunya teknologi-teknologi canggih!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Jahiliyah modern muncul dengan slogan-slogan yang menyilaukan banyak orang: ‘HAM’, ‘kebebasan’, ‘kemajuan’, ‘perkembangan zaman’, dan ‘peradapan’, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Akibatnya, siapa saja yang tidak menyeburkan diri ke dalam arus jahiliyah modern, dianggap jumud, terbelakang, picik, bahkan malah disebut orang jahiliyah! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Itulah jahiliyah modern! Sungguh merupakan tugas yang maha berat bagi gerakan Islam untuk menghancurkannya! </span></p>
<p class="MsoNormal">
<br />Posted in dakwah Tagged: jahiliyah modern <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=7&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/19/jahiliyah-modern/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DAKWAH ISLAMIYAH</title>
		<link>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/19/dakwah-islamiyah/</link>
		<comments>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/19/dakwah-islamiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 22:45:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anshoruttauhid</dc:creator>
				<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[DAKWAH ISLAMIYAH]]></category>
		<category><![CDATA[edisi pertama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dakwahdanjihad.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ Artinya: Dan sungguh Kami utus seorang rasul pada setiap umat (untuk menyerukan) “Mengabdilah kepada Allah dan jauhilah thoghut”. Para nabi dan rasul dulu tidak memulai dakwah di bawah bendera apapun selain bendera tauhid, yaitu pengabdian kepada Allah semata. Mereka juga berdakwah bukan untuk menghancurkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=5&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 28.3pt .0001pt 54pt;" dir="rtl"><span dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;margin:0 28.3pt .0001pt 54pt;" dir="rtl" align="center"><span style="font-family:&quot;">وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ</span></p>
<p class="MsoBodyText3" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;margin:0 27pt .0001pt 2cm;" align="center">Artinya:</p>
<p class="MsoBodyText3" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;margin:0 27pt .0001pt 2cm;" align="center">Dan <span lang="IN">sungguh</span> Kami utus seorang rasul pada setiap umat (untuk menyerukan) “Mengabdilah kepada Allah dan jauhilah thoghut”.</p>
<p class="MsoBodyText3" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;margin:0 27pt .0001pt 2cm;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN"><span> </span>Para nabi dan rasul dulu tidak memulai dakwah di bawah bendera apapun selain bendera tauhid, yaitu pengabdian kepada Allah semata. Mereka juga berdakwah bukan untuk menghancurkan thoghut tertentu saja atau bentuk jahiliyah tertentu tanpa ambil pusing dengan thoghut-thoghut dan bentuk-bentuk jahiliyah lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Dakwah yang mereka emban adalah “Mengabdilah kepada Allah dan jauhilah thoghut”. Inilah Dakwah Islamiyah. Dakwah mereka ini tak lain adalah pembatalan seluruh pengabdian kepada selain Allah, yang merupakan ciri terpokok segala bentuk jahiliyah. Dakwah mereka bertujuan menghancurkan jahiliyah seluruhnya dalam wujud apapun, karena semuanya mempunyai satu ciri: pengabdian kepada selain Allah.. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Kehancuran jahiliyah tersebut berarti tumbangnya kekuasaan semua thoghut, terbebasnya manusia dari pengabdian kepada thoghut tersebut, terlepasnya mereka dari sikap tunduk kepada hawa nafsu, dan keluarnya mereka dari lumpur syahwat yang kotor!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Masyarakat sekarang sedang tenggelam dalam kejahiliyahan yang sangat ganas. Wujud yang paling nampak dari kejahiliyahan itu adalah sikap pengabdian mereka kepada para pencetus dan pengawal isme-isme atau ideologi-ideologi jahiliyah saat ini, seperti demokrasi, sekularisme, kapitalisme, pancasila, dan nasionalisme. Bentuk pengabdian tersebut adalah sikap tunduk dan berhukum kepada hukum-hukum yang mereka buat berdasarkan isme-isme itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Karena itu, tugas terpokok para da’i masa kini adalah membebaskan masyarakat dari kejahiliyahan itu. Untuk itu, tidak ada jalan lain yang ditempuh para da’i kecuali meneladani para nabi dan rasul; mereka harus memulai dakwahnya dengan ajakan mengabdi kepada Allah semata, tunduk secara mutlak kepada-Nya. Perlu dijelaskan pula bahwa bukanlah merupakan hal yang dicontohkan para nabi dan rasul apabila para da’i memulai dakwahnya di bawah bendera sosial, HAM, humanisme, nasionalisme dan bendera-bendera lainnya. Bendera para da’i hanya satu, yaitu tauhid, pengabdian kepada Allah semata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Apabila bendera tauhid telah tegak dan masyarakat mengabdi kepada Allah semata, tunduk secara mutlak kepada-Nya dalam seluruh aspek kehidupan, niscaya tidak ada lagi thoghut pancasila, demokrasi, nasionalisme, thoghut-thoghut yang menciptakan hukum dari akal-akal mereka sendiri, thoghut adat dan tradisi jahiliyah serta thoghut-thoghut lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Dalam suasana seperti itulah, tidak ada lagi ketaatan di bawah tekanan hawa nafsu. Mayarakat seluruhnya di atur syari’at Allah dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Mereka tunduk kepada hukum-Nya. Mereka akan terbebas dari lumpur syahwat yang kotor, naik ke tempat yang suci, ke puncak keimanan. Ketika keadaan seperti ini terwujud, naluri syahwat akan menjadi tenaga pendorong yang menciptakan kemajuan dunia, bahkan menjadi sarana untuk mengabdi kepada Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Dengan demikian sirnalah kerusakan menyeluruh yang ada saat ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-weight:normal;" lang="IN">Dakwah yang tidak bernaung di bawah bendera tauhid, tetapi bernaung di bawah bendera seperti ‘HAM’, ‘keadilan sosial’, ‘humanisme’, ‘nasionalisme’, dan bendera-bendera lainnya, bukanlah Dakwah Islamiyah. Dakwah tersebut hanya akan menghasilkan thoghut baru, atau minimal membiarkan sebagian thoghut tetap eksis di muka bumi ini.(Ar.S)</span></p>
<p class="MsoNormal">
<br />Posted in dakwah Tagged: Add new tag, DAKWAH ISLAMIYAH, edisi pertama <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dakwahdanjihad.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dakwahdanjihad.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dakwahdanjihad.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dakwahdanjihad.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dakwahdanjihad.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dakwahdanjihad.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dakwahdanjihad.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dakwahdanjihad.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dakwahdanjihad.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dakwahdanjihad.wordpress.com&amp;blog=4813410&amp;post=5&amp;subd=dakwahdanjihad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dakwahdanjihad.wordpress.com/2008/09/19/dakwah-islamiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d32f8672cd18ad5b1a119ce54ec19645?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">anshoruttauhid</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
