KEANEHAN ISLAM
بدأ الإسلام غريبا وسيعود غريبا كما بدأ فطوبى للغرباء
Islam datang pada mulanya sebagai hal yang aneh, dan ia akan kembali sebagaimana pada mulanya. Maka beruntungkah orang-orang yang aneh.
Disaat kejahiliyahan tengah menyelimuti seluruh penjuru dunia pada abad tujuh masehi, muncullah Al-Islam di tengah-tengah masyarakat Quraisy yang paganis, agama tersebut amat aneh bagi mereka, baik dari segi konsepsi kepercayaannya, maupun wujud gerakannya di alam nyata. Namun setelah perjuangan hebat yang dipikul “orang-orang aneh” generasi awal, Islam tidak lagi merupakan barang aneh. Ia menjadi agama Jazirah Arab, Mesir, Iraq, Syam dan belahan-belahan dunia lain. Ia menjadi satu-satunya agama yang paling unggul di dunia.
Empat belas abad kemudian, tepatnya abad ke 20 dan berlanjut sampai abad ke 21, Islam kembali menjadi barang yang aneh. Pada abad tersebut orang-orang yang menamakan diri mereka sebagai “orang muslim” jumlahnya berjuta-juta. Tetapi Islam adalah hal yang sangat aneh bagi mereka! Bukanlah namanya yang aneh, tapi konsepsi dan wujudnya yang hidup di alam nyata. Benarlah kata Rosul sallallahu ’alaihi wa sallam “dan ia akan kembali aneh sebagaimana pada mulanya”.
Disaat para manusia termasuk para pengaku Islam memuji-muji demokrasi, menganggapnya sebagai satu-satunya sistem yang baik, Islam datang sebagai hal yang aneh. Ia menyatakan bahwa demokrasi itu syirik besar yang menyebabkan pelakunya dihukumi sebagai orang kafir atau murtad. Islam memiliki ajaran terpokok bahwa hanya Alloh yang pantas diabdi. Pengabdian kepada selain Alloh dalam bentuk apapun, termasuk mengakui secara mutlak kedaulatan rakyat, menerima hukum mereka atau mayoritas mereka, baik secara langsung melalui pemilu maupun melalui wakil-wakil mereka di majelis legistatif (semisal MPR) dengan mengorbankan syari’at Allah, adalah kekafiran dan kesyirikan. Pelakunya berstatus kafir atau murtad meskipun dia masih sholat, puasa, dan mengatakan “aku muslim”.
Disaat orang-orang memuji-muji pancasila, menganggap sakral undang-undang 45, tunduk kepada hukum buatan para thoghut legistatif, Islam datang sebagai hal yang aneh. Ia mengajarkan bahwa tunduk kepada hukum Alloh saja, menjadikan Islam sebagai satu-satunya ideologi dan falsafat dalam kehidupan adalah konsekwensi mutlak dari syahadat لا إله إلا الله. Orang yang berideologi jahiliyyah semisal pancasila, menjadikannya sebagai asas dan falsafat negara atau tunduk kepada hukum ciptaan manusia, adalah manusia kafir meskipun pernah haji dan ber-KTP islam.
Di saat mayoritas umat yang mengaku sebagai muslimin berloyal kepada orang-orang kafir, mencintai dan bersikap lunak kepada mereka, menghormati dan bertoleransi dengan kebatilan mereka, dengan mendengung-ndengunkan “Islam cinta damai”, “Islam anti peperangan”, dsb, dsb. Dengan kelakuan inI, mereka merasa telah ‘mengharumkan’ nama Islam di hadapan ‘masyarakat dunia’. Ternyata, Islam justru datang dengan sesuatu yang sangat aneh, berseberangan dengan apa yang mereka dengung-dengungkan. Ia mengajarkan sikap berlepas diri dan keras kepada orang-orang kafir dan kebatilan mereka. Bahkan, ia menyuruh pemeluknya untuk berjihad melawan mereka! Inilah Islam yang harum, meskipun tidak akan pernah bisa dicium orang-orang yang hati mereka berpenyakit.
Mayoritas penguasa, politikus, kaum muda-mudi, para pengarang, novelis, redaktur penyiar radio, televisi, para penulis skerario film, artis, dan seniman pada zaman ini hidup dalam lumpur jahiliyyah. Dari lumpur yang kotor itulah, mereka menengak kenikmatan dan keuntungan duniawi. Tentu saja sepanjang nafsu kesenangan duniawi yang mereka ikuti, mereka selamanya tak pernah keluar dari jahiliyah tersebut. Islam pun datang sebagai hal yang aneh sekaligus dibenci bagi mereka. Ia menginginkan mereka untuk naik ke puncak keimanan, dengan mengesampingkan kesenangan hewani, sesuatu yang sudah sangat biasa mereka rasakan dan menyatu dalam jiwa-jiwa mereka.
Sebagai barang yang aneh, Islam tentu dibenci. Para pengikut agama yang aneh ini tentu hidup dalam keadaan tertekan di tengah-tengah kejahiliyahan yang sedang mencengkramkan kuku-kukunya di seluruh permukaan bumi. Mereka dicerca, ditindas, diintimidasi, dicap teroris, dipenjara, dibunuh. ..dimana-mana mereka diburu..
Tetapi, “thuba lilghuroba’”! Beruntunglah orang–orang yang aneh. Mereka tidak menunggu kecuali satu diantara dua hal yang baik: kemenangan atas orang-orang yang menganggap mereka aneh atau kesyahidan di tangan orang-orang jahiliyyah itu. (HR)
klw dah tiba masax islam kan mncapai zaman keemasax,
Sebentar lagi Islam tidak lagi asing, Islam akan menjadi pemenang mutlak yang mewarisi dunia, semua kekuatan jahiliyah akan tumbang di tangan mujahidin.
ya, islam mamang asing. namun keasingan itu tak menghinakannya…