Skip to content

JAHILIYAH MODERN

September 19, 2008

Banyak orang menyangka bahwa masa jahiliyyah telah berlalu dan tak akan kembali lagi. Dalam benak mereka, yang disebut jahiliyah adalah paganisme primitif yang dilakukan orang-orang Arab sebelum datangnya Al-Islam.

Pemahaman mereka itu jelas-jelas salah. Paganisme orang-orang Arab hanyalah salah satu bentuk di antara bentuk-bentuk jahiliyah. Yang disebut jahiliyah pada hakekatnya adalah sikap keengganan untuk mengabdi kepada Allah semata, atau sikap penolakan untuk tunduk secara mutlak kepada-Nya. Jahiliyah tersebut, apapun bentuknya, memiliki beberapa ciri yang semuanya tidak lain muncul dari sikap di atas. Ciri pertama adalah pengabdian kepada selain Allah (syirik); ciri ini timbul sebagai akibat yang pasti dari keengganan untuk mengabdi kepada Allah semata. Ciri kedua adalah adanya thaghut, yaitu sesuatu yang diabdi selain Allah. Ciri ketiga adalah kepengikutan kepada hawa hafsu; ciri ini timbul karena hawa nafsulah yang bermain, tatkala manusia terlepas dari sikap tunduk dan mengabdi kepada Allah semata. Ciri keempat adalah tenggelamnya manusia jahiliyah ke dalam lumpur syahwat hewani.

Mari kita lihat masyarakat dunia modern saat ini!

Masyarakat di hampir seluruh dunia, termasuk di daerah yang disebut ‘dunia Islam’ sekarang ini, sedang dalam pengabdian kepada selain Allah (syirik)!, meskipun kadang dalam bentuk yang berbeda dengan kaum paganis arab di zaman Rasulullah sas. Kesyirikan yang paling menonjol dan banyak di puji-puji sekarang ini, baik di Barat maupun di Timur, adalah pengabdian kepada bangsa dan negara (fanatisme kedaerahan) dalam ajaran yang disebut nasionalisme. Pengabdian kepada manusia, baik yang duduk di dewan legistatif, pejabat pemerintah, para hakim, pencetus isme, pemikir maupun para pembesar suku, dalam wujud tunduk serta berhukum kepada undang-undang ciptaan mereka, menganut isme hasil imajinasi mereka atau mengikuti tradisi yang bersumber dari hawa nafsu mereka, adalah kesyirikan besar lain yang dilakukan mayoritas manusia saat ini.

Soal thaghut, tentu saja masyarakat tersebut tidak mungkin berlepas diri darinya, karena ia memang ada bersamaan dengan adanya pengabdian kepada selain Allah. Pengusung nasionalisme adalah thoghut. Pencipta isme pancasila dan undang-undang ‘45 serta orang-orang yang memberlakukannya adalah thaghut. Penyeru demokrasi, komunisme dan kapitalisme adalah thoghut. Para penguasa yang memerintah bukan di atas sistem ilahi adalah thoghut. Para anggota legistatif yang menciptakan undang-undang dari diri mereka adalah thaghut. Para pengawal tradisi jahiliyah adalah thaghut. Aparat penegak hukum jahiliyah juga thoghut. Ringkasnya, seluruh yang diabdi selain Allah, apapun bentuk pengabdian itu, termasuk dalam wujud ditaatinya hukum yang ia ciptakan, adalah thaghut, sama saja berasal dari orang-orang yang terang-terang mengaku kafir, maupun yang ber-KTP Islam atau mengaku-ngaku sebagai bagian dari umat Islam.

Orang-orang yang secara suka rela tunduk dan taat kepada para thoghut itu dalam wujud mengikuti apa yang mereka syari’atkan dan tunduk kepada hukum yang mereka buat disebut sebagai orang-orang musyrik kafir!

Tentang kepengikutan kepada hawa nafsu, tentu saja hal ini tidak akan terlepas sepanjang manusia enggan tunduk dan mengabdi secara mutlak kepada Allah. Kalau kita perhatikan, sepanjang sejarah belum ada pengumbaran hawa nafsu sedahsyat yang terjadi pada abad kita ini. Tidak ada seorang pun yang menyangkal bahwa kerusakan menyeluruh yang sangat parah saat ini, baik di Barat maupun di Timur, tidak lain karena faktor tersebut!

Adapun syahwat hewani, kita saksikan fenomena menjamurnya rumah-rumah pelacuran, seks bebas, pergaulan tanpa batas antara laki-laki dan wanita, dekadensi moral serta kemerosotan akhlak, pornoaksi serta pornografi, romantisme yang menyesatkan, cinta murahan, musik-musik gombal berkedok seni, kesibukan dalam bermain api asmara dan aktivitas-aktivitas syahwati lainnya di kalangan generasi muda, bahkan kadang didapati pada golongan tua. Itu semua adalah pertanda tenggelamnya masyarakat sekarang dalam lumpur nafsu syahwat yang kotor.

Memang, pada asalnya, syahwat merupakan naluri manusia yang memang diperlukan untuk pembangunan dunia, namun ia menjadi senjata yang sangat merusak apabila manusia tidak mengaturnya dengan hukum Allah.

Dari sini dapat kita simpulkan bahwa masyarakat sekarang ini adalah masyarakat jahiliyah, meskipun dalam bentuk yang kurang lebih berbeda dengan jahiliyah Arab sebelum datangnya Al-Islam, bahkan, dalam beberapa kasus, malah persis sama dengannya; pemujaan kepada benda-benda mati: kuburan, pohon, keris, dll, masih bertebaran di sana-sini.

Ada faktor-faktor yang membuat jahiliyah modern saat ini lebih jahat, ganas, kejam dan dahsyat daripada jahiliyah kuna!

Jahiliyah modern didasarkan oleh para pencetusnya atas apa yang mereka sebut ‘teori ilmiah’ yang memukau banyak orang! Darwinisme dan marxisme di antara contoh-contohnya.

Jahiliyah modern dilahirkan dari apa yang disebut sebagai ‘penelitian’, ‘studi’ dan berbagai macam pandangan teori! JIL adalah satu di antara ribuan pelakunya!

Jahiliyah modern timbul dari ‘kemajuan material’ yang sangat pesat, membuat orang takjub dan berbangga-bangga! Pengumbaran hawa nafsu dan syahwat hewani semakin dahsyat seiring majunya teknologi-teknologi canggih!

Jahiliyah modern muncul dengan slogan-slogan yang menyilaukan banyak orang: ‘HAM’, ‘kebebasan’, ‘kemajuan’, ‘perkembangan zaman’, dan ‘peradapan’,

Akibatnya, siapa saja yang tidak menyeburkan diri ke dalam arus jahiliyah modern, dianggap jumud, terbelakang, picik, bahkan malah disebut orang jahiliyah!

Itulah jahiliyah modern! Sungguh merupakan tugas yang maha berat bagi gerakan Islam untuk menghancurkannya!

About these ads
7 Komentar leave one →
  1. Juni 4, 2014 1:53 am

    artikelnya mncerahkan:)
    les privat

  2. Juli 21, 2013 8:23 pm

    Reblogged this on The Life of Decci.

  3. umat permalink
    Desember 16, 2010 4:37 am

    @abu shofiyah..

    orang-orang yang seperti andalah yang membuat orang-orang zahil itu..

    bagaimana mungkin bisa kita melaksanakan hukum Allah, sedang saat ini yang tegak adalah aturan manusia,,

    kita lihat,,sekitar.karena keadaan seperti itu lantas kita sebagai orang yang mengaku mu’min akan diam saja,,tidak akan memperjuangkan???,,

    jika anda merasa orang yang pintar,,
    maka anda tidak akan berfikir bahwa orang yang menyebutkan zaman sekarang zahil adalah zahil…
    karena sudah jelas
    andalah yang zahil…

    afwan,,

  4. aji permalink
    Oktober 8, 2010 3:46 am

    Jadi kesimpulannya bagaimana???? Denga tanda-tanda yang ada, dimanakah kitasekarang…… Jaman Modern ataukah jaman Jahilliyah…..

  5. Juni 19, 2009 4:14 pm

    mentah apa mateng itu terlihat dari jihad qital yg insya Alloh mengganyang thogut2 indonesia,tertinggalah orang2 munafik ,dan suka mencela,qoidun,inilah pembeda yg pasti antara haq dan bathil.
    kita sosialisasikan ini baik secara terbuka atau rahasia,cepet atau lambat,ini pasti terjadi,its the real revolusi,insya Alloh banyak yg akan menyambut paggilan ini,amiin

  6. khilafahcenter permalink
    Maret 15, 2009 3:46 pm

    @abu shofiyah

    emm, antum betul2 mentah, semoga dengan banyak ngaji antum jadi paham, antum betul2 tidak faham antara hukum allah dengan budaya, dicampur aduk mbulet kayak benang seringgitan.

    tidak faham antara thogut dan hukum allah, antum baca2 lagi aja kemana antum ber wala’ dan ber bara’

  7. abu shofiyah permalink
    Februari 26, 2009 10:14 am

    sungguh benar apa yang dikatakan oleh Rosululloh, bahwa khowarij itu killabunnar (anjing2 neraka). mereka dengan mudah melepaskan vonis kafir kepada orang2 yang tidak berhukum dengan hukum Alloh secara serampangan..dengan mudahnya mengatakan ‘si fulan kafir’, ‘pemerintah negara A kafir’ alasannya tidak berhukum dengan hukum Alloh. (titik. tanpa ada penjelasan rinci tentangnya).musibah…
    hai khowarij, bukankah ketika engkau berkendaraan, dan menjumpai lampu merah engkau berhenti? hukum siapa lampu merah itu? jika engkau mengingkari bahwa lampu merah adalah hukum manusia, berarti engkau adalah jahil. jika engkau menolaknya, maka langgarlah!!!
    bukankah kalian mempunyai SIM atau KTP. bukankah SIM atau KTP adalah hukum manusia juga? jika kalian menolak untuk membuat KTP dan SIM, lakukanlah dan katakan kepada orang yang meraziamu bahwa hukum pembuatan KTP dan SIM adalah bukan hukum Alloh. itu adalah hukum Thoghut.
    sesungguhnya yangpantas disebut sebagai jahil modern adalah kalian. kenapa? pataslah jika jahiliyyah pada zaman Nabi disebut jahil(bodoh), karena mereka baru saja menjumpai Islam yang Haqyang dibawa Rosululloh. tapi kalian, Islam telah tersebar merata, Al-Qur`an dan As-Sunnah telah terbukukan, Ulama2 telah berbicara dengan gamblang. maka pantaslah jika orang2 yang tidak mau mempelajarinya disebut jahil. termasuk kalian…
    tampilkan komentar ini jika kalian adalah orang2 yang adil. bukankah Alloh menyuruh kita untuk adil?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: